
Samudra semakin mempercepat langkahnya walaupun ia harus ngesot karena kondisi kakinya yang sedikit sulit untuk digerakkan. Dengan sekuat tenaga dia berusaha dan bertekad harus terbebas dari dalam pesawat yang hanya dalam hitungan menit saja sudah jatuh ke atas laut. Kondisinya Sam sangat dalam keadaan yang tidak baik.
Samudera segera memakai parasutnya walaupun tertatih dan butuh perjuangan yang sangat ekstranya dengan mengunakan tangan kirinya. Setelah berhasil dia kembali merangkak hingga ke pintu keluar kemudian mendorong tubuhnya sekuat tenaga hingga terjatuh ke permukaan air laut.
Parasutnya mengembang dengan sempurna hingga tubuhnya sedikit terdorong hingga ke pinggir lautan yang tidak terlalu dalam jadi sedikit terselamatkan dari amukan ledakan pesawat dan terjangan ombak, berkat bantuan angin yang cukup kuat di sore hari itu.
Suara ledakan yang besar yang bersumber dari pesawatnya yang sudah jatuh menabrak batu karang yang menjulang tinggi itu. Samudra dengan sekuat tenaganya yang tersisa, ia segera menyelam ke dalam laut untuk melindungi dirinya agar tidak terkena dari serpihan pesawat yang meledak itu.
Samudra pun sudah pasrah dengan apa yang nantinya akan terjadi pada nasibnya. Karena tubuhnya sedari tadi kaku dan sulit untuk digerakkan. Dengan susah payah terombang ambing di tengah lautan. Angin yang mendorong gelombang membawanya mengikuti alur arus laut.
"Ya Allah… kalau memang disini lah akhir hidupku,maka maafkanlah hambaMu ini yang sudah terlalu banyak salah dan dosaku, tapi pintaku padaMu ya Allah… lindungilah dan jagalah adik dan ibuku di mana pun mereka berada," lirihnya Samudera yang tubuhnya timbul tenggelam kedalam laut.
Dia sudah pasrah, jika pun masih hidup itu sebuah mukjizat yang paling besar dalam hidupnya. Mencoba untuk berenang apa lah daya kakinya tidak terlalu bisa ia gerakkan sedikit pun, mungkin karena pengaruh obat syarat dan pelumpuh yang diberikan oleh Bayu sebelum kejadian tersebut terjadi.
Matahari sudah condong ke barat, tetapi belum ada tanda-tanda akan ada seseorang yang melihat dan menyelamatkannya. Tubuhnya semakin dingin, air yang masuk ke dalam tubuhnya juga bertambah.
Matanya perlahan terpejam kemudian hilanglah kesadarannya. Tubuhnya terapung mengikuti arus ombak di tengah laut.
"Allahu Akbar.. Allahu Akbar… Allahu Akbar," lirih Sam sampai tiga kali dia menyebut nama Allah SWT sebelum tenaga dan kekuatannya habis dan sudah terapung di atas permukaan air laut.
Di tempat lain, yang tidak terlalu jauh dari kejadian ledakan pesawat tersebut. Sore harinya mereka mendengar suara dentuman keras sebanyak dua kali. Tetapi, para nelayan yang sedang mencari ikan di laut saat itu hanya menganggap itu adalah sekedar petir di siang bolong, yang sudah biasa terjadi walaupun sedang tidak hujan.
__ADS_1
Seana Almairah Fahri adalah gadis periang, sedikit tomboi, supel, baik hati. Dia adalah putri tunggal dari pasangan Fahri dan Marina. Sejak usianya yang ke 19 tahun ke dua orang tuanya sudah meninggal dunia.
Hingga dia harus berjuang sekuat tenaga dan pantang menyerah demi kelangsungan hidupnya. Setiap hari, ia bekerja membantu para nelayan untuk mengantar hasil tangkapan mereka ke pasar induk pelelangan ikan.
Hanya pekerjaan itu yang mampu dia kerjakan dengan status pendidikan yang hanya tamatan Sekolah Menengah Pertama saja. Setiap selesai shalat subuh, dia sudah berangkat ke tempat pelelangan ikan.
Wajahnya selalu berseri-seri, dia bekerja pantang menyerah. Karena jika dia tidak bekerja, siapa yang akan membantu menghidupinya.BWalaupun masih ada saudara dari Bapak dan ibunya, tapi dia tidak ingin memberikan beban kepada mereka.
Baginya selama bisa berusaha dan bekerja kenapa harus hidup dari belas kasihan orang lain. Dia mengayuh sepedanya sambil mendendangkan shalawat secara bergantian dengan asmaul husna.
"Ya Allah ya Rohman, ya Rohim ya Malik ya Kudus ya Salam, ya mukmin…."
Hingga nyanyiannya berhenti di saat ke dua telinganya samar-samar mendengar suara seseorang yang minta tolong. Dia segera menghentikan segera menghentikan sepedanya dan segera merem agar sepedanya berhenti.
"Sepertinya tadi ada yang meminta tolong? Tapi di mana, tidak mungkin!! Ini di sekitar sini kan enggak ada rumah atau pemukiman warga masyarakat," gumamnya Seana yang berniat melajukan dengan mengayuh sepeda kesayangannya itu yang berwarna putih.
Buuummmmm… Buuuuumm…
...****************...
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
__ADS_1
I love you all Readers…