
Dokter itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Sam," Alhamdulillah, kondisi dari Nyonya Santi sudah membaik, tadi sempat kritis tapi untungnya kalian secepatnya membawa pasien ke RS, jadi kami dengan semua tim sudah berusaha yang terbaik," jelas Pak Dokter yang tidak lain adalah Papinya Anggara pemilik rumah sakit itu sendiri Pak Prasetya Mulya Lubis
"Alhamdulillah, Makasih banyak Om atas bantuannya, tanpa bantuan om aku tidak tahu bagaimana dengan nasib Bunda," balasnya Sam yang sudah bisa bernafas lega.
Kelegaan hatinya yang dirasakan oleh Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon hari itu terobati dengan keadaan dan kesehatan mamanya mengalami kemajuan yang sangat baik.
Ocean Dirgantara Mandala Renon"Dokter!! Bagaimana dengan kondisi Bunda?" Tanyanya yang sangat tidak bisa bersabar ya sedari tadi mondar mandir di depan pintu unit gawat darurat malahan sudah mengganggu aktivitas dan pekerjaan dari suster.
Dokter itu tersenyum sebelum menjawab pertanyaan dari Samudera," Alhamdulillah, kondisi dari Nyonya Santi sudah membaik, tadi sempat kritis tapi untungnya kalian secepatnya membawa pasien ke rumah sakit, jadi kami dengan semua tim sudah berusaha yang terbaik," jelas Pak Dokter Prasetiya Mulya Lubis yang tidak lain adalah Papinya pemilik rumah sakit itu sendiri yaitu Juanda Anggara Arkelio Prasetiya.
Raut wajahnya Sam langsung berubah bercahaya dan bahagia karena kondisi ibunya sudah tidak kritis lagi, "Alhamdulillah, makasih banyak Om atas bantuannya, tanpa bantuan om aku tidak tahu bagaimana dengan nasib Bunda," balasnya Sam yang sudah bisa bernafas lega.
"Sama-sama, dan ini sudah menjadi tanggung jawab kami sebagai dokter, jadi kamu tidak perlu sungkan seperti itu, pesan Om jaga baik-baik bundamu, dan jangan berikan beban pikiran usahakan buat dia bahagia dengan selalu tersenyum, karena kami orang tua menginginkan kebahagiaan kalian," terang dokter Prasetya Papinya Juanda sambil menepuk pundaknya Sam seraya tersenyum penuh bahagia.
Anggara hanya terdiam di tempatnya tanpa berniat untuk ikut andil dalam pembicaraan mereka. Sherlyana segera meraih tangan calon mertuanya itu lalu mencium punggung tangannya.
"Bagaimana kabarmu nak? Om sama tante sangat merindukanmu," tanyanya di hadapan Sherlina yang sedari tadi tersipu malu dan menundukkan wajahnya jika ditatap oleh calon mertuanya itu.
Sherlina tersenyum ramah sebelum mulai membuka suaranya untuk berucap, "Alhamdulillah om, seperti yang om lihat," jawab Sherly dibarengi dengan senyuman termanisnya.
"Syukur alhamdulillah kalau seperti itu, Om berharap ada seseorang yang akan jujur nantinya dan lebih cepat tanggap setelah kepulanganmu, agar dia tidak kena tikung dari pria lain hingga ia tidak lagi main kucing-kucingan," tuturnya dengan senyuman penuh artinya ke arah Juan Anggara putra tunggalnya itu.
Sherly hanya melongok tidak mengerti dengan maksud dari perkataan Pak Hambali tersebut. Anggara hanya membalas tatapan papinya tanpa senyuman atau perkataan apa pun yang meluncur dari bibirnya.
"Bundamu sepertinya sudah dipindahkan ke dalam ruangan perawatan, segera lah ke sana, Pak Pras menatap intens ke arah anaknya," Anggara! ikut papi ada yang perlu papi bicarakan berdua denganmu," ucap Pak Prasetya lalu berjalan meninggalkan mereka yang semuanya masing-masing memperlihatkan raut wajah yang berbeda-beda.
Sam hanya tersenyum licik ke arah Anggara sedangkan Anggara terdiam terpaku dalam kebisuannya. Entah apa yang dipikirkannya saat itu juga. Dari raut wajahnya menyiratkan banyak pertanyaan dan kebimbangan serta keraguan yang mendera hati dan perasaannya.
__ADS_1
"Tunggulah saatnya telah tiba hubungan kalian sudah tetrciduk dan ketahuan oleh Paman Pras," batinnya Samudera yang tersenyum penuh kemenangan.
Apakah sibuk memikirkan perkataan dari Papinya ataukah sibuk memikirkan rencana kedepannya tentang kepastian hubungannya dengan Sherly yang sepertinya sudah diketahui oleh kedua orang tuanya itu.
"Apa Om Prass sudah mengetahui jika saya dengan Abang Juan memiliki hubungan khusus dan spesial tapi, ia tahu dari siapa? Padahal kami sama sekali tidak mengumbarnya di depan umum dan orang lain," batinnya Sherlina yang kebingungan dan juga khawatir jika hubungannya ditentang oleh kedua keluarga mereka.
Pengumuman!!!!!
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away..
Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1