
Sherlina menatap jengah ke arah kakaknya, "Kalau Abang jam segini kok masih di rumah saja, apa gak ada kerjaan di kantor gitu?" Tanyanya Sherly yang seolah-olah ingin mengusir Abangnya sendiri.
"Hari ini entar sore baru berangkat ke perusahaan, kan ada Juanda Anggara Bakrie yang bisa menghandle semua pekerjaanku jadi untuk apa repot-repot ke sana buang-buang waktu saja," jawabnya Samudera dengan enteng sembari mengunyah kacang mete bergantian dengan kacang polong itu.
Sherlina mendelikkan bola matanya ke arah kakaknya itu, "Iiihh sebel deh mentang-mentang Abang bosnya jadi seenaknya menyiksa orang gitu," umpat Sherly yang jengah melihat sikap abangnya yang otoriter itu.
"Aku akan mengurus urusanku dengan Martin hari ini juga karena itu lah aku terlambat ke kantor dan semoga pihak kepolisian segera menindak lanjuti semua bukti-bukti yang kami temukan termasuk Selena Abang ingin sekali melihatnya hancur menderita hingga dia datang ke kakiku untuk mengemis belas kasih ku," ungkap Samudra yang sangat ingin melihat mereka berdua menderita," terangnya Sam lagi dengan menggebu-gebu.
"Mereka memang pantas untuk mendapatkan balasan yang setimpal Abang kalau perlu hukuman seumur hidup saja," timpal Sherly yang mengganti channel saluran Televisinya.
"Tunggu Abang sayang, insya Allah dua hari lagi Abang akan segera menjemputmu," batinnya Sam sambil tersenyum smirk.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di rumah sakit. Bu Hamidah sedang duduk di salah satu kursi yang ada di depan apotek.
Bu Hamidah sesekali bibirnya mengucap zikir agar bisa lebih sabar dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Tubuhnya sedikit bergoyang karena ada seseorang yang duduk di sebelah kanannya.
"Permisi Bu, apa boleh aku duduk disampingnya itu ibu?" Tanyanya seorang perempuan yang sangat cantik dan ayu dimatanya bunda Hamidah.
Saking terpana dan takjub melihat kecantikan alami perempuan tersebut sampai-sampai beliau tidak bisa berucap sepatah kata pun. Lidahnya tiba-tiba keluh seketika itu juga.
"Kenapa perempuan ini mirip sekali dengan gadis kampung yang dinikahi oleh Sultan?" Lirihnya yang tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya itu.
"Ibu apa baik-baik saja? Tanyanya yang keheranan karena ibu-ibu itu terdiam dan mematung di tempatnya seolah-olah dia seperti kesambet sesuatu sehingga menjadi patung.
"Apa yang terjadi dengan Ibu ini, apa dia sakit atau jangan-jangan ada makhluk halus yang merasukinya?" Tanyanya dengan nada kebingungan dengan kondisi Ibu yang masih cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi.
__ADS_1
Bu Hamidah masih diam membisu tanpa kata-kata. Hanya matanya yang mengisyaratkan dia masih hidup dan masih ada tanda-tanda kehidupan.
"Aku harus terus berusaha untuk menyadarkannya, kasihan kalau dibiarkan seperti ini terus," cicitnya yang usulannya secepatnya bergerak untuk meminta bantuan kepada suster atau dokter.
Dia baru ingin melangkahkan kakinya menuju ruangan salah satu dokter, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya.
"Tidak usah nak, Ibu baik-baik saja kok," terangnya Bu Hamidah.
Bu Hamidah segera mencegah gadis itu untuk bangkit dari tempat duduknya untuk meminta bantuan.
"Tapi, tadi Ibu tiba-tiba terdiam jadi aku sangat cemas melihat kondisi ibu dan berniat meminta bantuan, Alhamdulillah Ibu baik-baik saja itu sudah buat hatiku lega dan tidak khawatir lagi," sahutnya sembari tersenyum simpul ke arah Bu Hamidah yang masih memegang pergelangan tangannya.
"Tidak usah nak, Ibu baik-baik saja kok," terangnya Bu Hamidah.
Bu Hamidah segera mencegah gadis itu untuk bangkit dari tempat duduknya untuk meminta bantuan.
"Tapi, tadi Ibu tiba-tiba terdiam jadi aku sangat cemas melihat kondisi ibu dan berniat meminta bantuan, Alhamdulillah Ibu baik-baik saja itu sudah buat hatiku lega dan tidak khawatir lagi," sahutnya sembari tersenyum simpul ke arah Bu Hamidah yang masih memegang pergelangan tangannya.
"Syukur Alhamdulillah kalau kenyataannya seperti itu," balasnya dengan senyuman yang manis pula.
"Kalau istri dari Sam cara berpakaiannya tidak seperti dengan perempuan yang ada di depanku ini, walaupun wajah mereka sangat mirip tapi, gaya berpakaiannya berbeda dengan menantuku dan lagian juga Seana gadis kampung bukan orang kota," batinnya Bu Hamidah yang membandingkan anak menantunya dengan gadis baik yang duduk di sebelah kanannya.
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away.. 1. Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
__ADS_1
Syaratnya Wajib: Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..