
"Siapa perempuan cantik ini, kenapa sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?" Gumamnya salah satu officer girl yang kebetulan bersamaan dengan Seana masuk ke dalam lift tersebut.
Perempuan itu menutup mulutnya ketika mengingat kembali dimana dia melihat Seana," ya Allah… diakan istrinya CEO kita pak Ocean Samudera Dirgantara Mandala, pantesan aku pernah melihatnya, Ternyata ohh ternyata pantesan sangat cantik dan ayu," Og itu terus mengamati Seana diam-diam.
Seana yang mendengar kehebohan dari ucapan salah satu perempuan yang berdiri di sampingnya dengan menjinjing sebuah ember berwarna merah serta beberapa perlengkapan membersihkan melirik kearahnya.
"Assalamualaikum Mbak," sapanya Seana dengan ramah.
"Waalaikum salam Mbak," jawab gadis berseragam officer girl itu.
Mereka kembali berbisik-bisik kasat kusut dan memuji kebaikan dan keramahan yang dimiliki oleh Seana padanya. Hingga bunyi pintu lift terbuka membuat Seana segera meninggalkan lift itu.
"Saya duluan yah Mbak," ucapnya Seana lagi.
"Tidak hanya cantik istrinya Tuan Muda Samudra juga baik hati,ramah dan humble yah sama kita yah hanya pekerja kasar," puji uang yang satunya lagi.
"Seharusnya istri pimpinan seperti itu sikapnya semoga kedepannya kita masih bisa bertemu dengan beliau lagi,amin ya rabbal alamin,"
Seana hanya menyunggingkan senyumnya ketika melihat dan mendengar segala pujian yang ditujukan untuknya. Berselang beberapa menit kemudian, Seana sudah sampai di depan pintu ruangan kerja suaminya.
__ADS_1
Seana yang saking terburu-burunya melupakan keberadaan sekretarisnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.
"Maaf Mbak Anda mau bertemu dengan siapa dan ada urusan apa? Sebaiknya meminta ijin terlebih dahulu kalau ingin bertemu dengan seseorang di lantai ini," imbuhnya sekertaris yang sering disapa Nindi Tang Lukman.
Seana baru saja hendak membuka mulutnya untuk berbicara tapi, usahanya segera didahului oleh seseorang. Seana mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara dan langsung tersenyum sumringah.
Ocean memeluk tubuhnya Seana dengan posesif, "Istriku tidak perlu repot-repot meminta ijin kepada siapa pun termasuk kamu yang hanya sekertariusku, ingat mulai detik ini jika Seana istriku datang kembali siapapun tidak boleh ada yang menghalanginya," tegasnya Samudra sambil menggandeng tangannya Seana dengan begitu mesranya.
"Baik Tuan Muda, maafkan saya Nyonya Muda atas kesalahan dan kelancanganku," ucapnya Nindi yang meminta maaf.
Keduanya segera berlalu, Samudera Dirgantara tanpa ragu langsung menggendong tubuhnya Seana ke dalam kamar pribadinya yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Kalau belum pulih kamu tidak mungkin datang ke sini sayang, kamu adalah istriku jadi aku mengerti dengan semuanya lagian orang-orang sudah mengetahui kamu sudah kembali normal seperti dulu lagi," ungkapnya Ocean.
"Jadi mereka sudah tahu? Tapi mereka tahu darimana padahal aku langsung datang ke sini," ucapnya Seana keheranan.
Setelah berbicara seperti itu beberapa orang muncul dari balik pintu kamar Bu Fauziah, Pak Farhan, Mery, Arlando juga hadir di sana dengan berat hati Arlando Danuarta harus ikhlas mengalah setelah mendengar perkataan dari Pak Farhan dan Bu Fauzia jika Zameera Azzahrah Farhana Arinda adalah bukan nama aslinya sedangkan aslinya adalah Seana anak pertamanya Pak Farhan Hamid Karzai.
Seana menutup mulutnya karena semua sahabat dekatnya ada di dalam ruangan yang sudah disulap seperti tempat akan mengadakan pesta syukuran kecil-kecilan atas kembalinya ingatan dari Zameera Azzahrah Farhana Arinda atau Seana.
__ADS_1
"Selamat Nak kamu sudah sembuh total dari penyakitmu dan sudah mengingat semuanya termasuk suamimu," ucapnya syukur pak Farhan.
"Arlando mereka ini sudah lebih empat tahun menikah tapi, terpisah karena Seana hilang ingatan ketika mengalami kecelakaan, jadi semoga kamu sudah bisa dan mengerti dengan apa yang terjadi sebentar dan Tante harap kamu mencari perempuan yang masih single tidak punya jodoh mungkin seperti Merry Riana yang masih muda, cantik dan tidak pernah menikah," imbuhnya Bu Fauziah.
"Betul sekali apa yang Mama katakan, aku setuju dan mendukung hubungan kalian berdua, kalian sama-sama cantik ganteng, belum menikah dan tentunya saya sebagai sahabat kau setujui lah dengan hal itu, semoga kalian mempertimbangkan apa yang aku katakan," tuturnya Seana yang masih dalam pelukan suaminya itu.
keduanya saling tersipu merona malu dan terkadang saling lirik-lirikan satu sama lainnya. Metty tidak menyangka jika dirinya dijodohkan oleh orang-orang yang hadir di sana.
"Sudah... sudah saatnya kita potong tumpeng dan mengucapkan doa agar pernikahannya Seana dan Ocean cintanya mereka seluas samudera dan lautan, setinggi langit dan gunung Himalaya, dan sebesar angkasa galaksi Bima sakti," doanya Bu Halimah bundanya Ocean.
"Semoga pernikahanku segera diberikan dan dikarunia momongan dan langgeng hingga Kakek nenek," ucapnya Seana dan Ocean bersamaan.
"Amin ya rabbal alamin," jawab semua orang serentak.
Tumpeng nasi kuning dengan berbagai lauk Pauknya sudah memenuhi meja sofa. berbagai macam makanan sudah tersedia dan terhidang diatas meja.
Berselang beberapa menit kemudian mereka sudah menyantap makanan tersebut sambil sesekali berbincang-bincang santai. Hanya ada beberapa orang tambahan yang bergabung karena acara tersebut adalah acara privat.
...--------END--------...
__ADS_1