Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 105


__ADS_3

Itulah keluarga Samudera yang tidak pernah memandang seseorang dari bibit, bebet dan bobotnya. Bagi mereka yang paling penting adalah anggota keluarganya bisa bahagia dunia akhirat itu sudah cukup. Otomatis kebaikan dari pasangan mereka yang menonjol pasti mereka akan bahagia.


"Alhamdulillah, akhirnya putraku bisa terlepas dari jeratan dan bayang-bayang Seleina, aku akan sangat berterima kasih kepada Sea istrinya anakku jika kelak kami dipertemukan," batinnya Ibu Santi yang raut wajahnya sudah berbinar kesenangan sudah tidak nampak seperti awal mereka bertemu.


Ibu Santi sudah memikirkan banyak hal tentang pesta pernikahan putranya jika sudah menjemput istrinya. Karena Bu Hamidah sangat yakin dan tahu jika mereka pasti menikah dulu dengan suasana yang sangat sederhana, walaupun kenyataannya waktu itu tidak seperti dugaan yang dipikirkannya.


"Alhamdulillah, akhirnya putraku bisa terlepas dari jeratan dan bayang-bayang Selena, aku akan sangat berterima kasih kepada Seana istrinya anakku jika kelak kami dipertemukan," batinnya Ibu Santi Ibu kandungnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon yang raut wajahnya sudah berbinar kesenangan sudah tidak nampak seperti awal mereka bertemu.


Ibu Santi sudah memikirkan banyak hal tentang pesta pernikahan putranya jika sudah menjemput istrinya. Karena Bu Santih sangat yakin dan tahu jika mereka pasti menikah dulu dengan suasana yang sangat sederhana.


Walaupun kenyataannya waktu itu tidak seperti dugaan yang dipikirkannya karena masyarakat bersatu untuk menyelenggarakan pernikahan Seana dengan Samudera lumayan ramai walaupun pelaksanaannya di rumah sakit saja.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di Bandara internasional Soekarno-Hatta. Tim medis dan dokter yang diperintahkan oleh dokter Juanda Anggara Arkelio Prasetiya sudah stand by sedari tadi, menunggu kedatangan dan kepulangan mereka.


"Juan! Ayo cepat bawa Bunda ke rumah sakit yang terdekat dari sini, aku tidak ingin mendengar perkataan jika pelayanan atau pun peralatan medis di sana kurang memadai, jika tidak aku akan memindahkan Bunda ke RS lain," ultimatum Sam dengan raut wajahnya yang sangat serius dan tidak ingin terbantahkan.


Bu Santi memegang tangannya putra tunggalnya itu dengan penuh lemah lembut," insya Allah Bunda akan segera sembuh total seperti dahulu lagi, setelah mendengar kamu sudah menikah, karena Bunda sangat berharap Bunda bisa segera menimang cucu dari kalian berdua," ujarnya Ibu Santi yang sangat berharap apa yang diinginkannya bisa dikabulkan dan di penuhi oleh Sam.


Glek… Gluk… Derr… Duarr..


Samudra terenyuh hatinya mendengar perkataan dari mamanya itu dan langsung teringat dengan apa yang terjadi sebenarnya, jika dia belum pernah berhubungan intim dengan Istrinya.


"Gimana caranya kami bisa segera punya anak, padahal kami hanya baru melakukan sekedar ciuman saja tidak ada yang lebih istimewa dari itu," lirihnya Sam yang tidak mampu didengar oleh yang lain.


"Ya Allah.. lindungilah pernikahan putraku dan berikanlah dia kebahagiaan, cukup sudah dia menderita dan tersiksa dengan cinta yang dilandasi kebohongan dan tipu muslihat seseorang, aku memohon dan meminta padamu ya Allah!" Sebait doa dipanjatkan oleh Bu Santi untuk putra kebanggaannya itu.

__ADS_1


Mereka sudah tiba di lobby rumah sakit. Ibu Hamidah segera di bawah langsung ke dalam UGD RS karena kondisi kesehatannya yang cukup memprihatinkan.


Dokter terbaik yang dimiliki di rumah sakit tersebut, segera turun tangan untuk menangani ibu Santi. Mereka berharap-harap cemas, rasa khawatir dan ketakutan menyelimuti perasaan mereka terutama Sherlyana dan Sam.


"Ya Allah… aku mohon bantulah dokter untuk menyembuhkan penyakitnya bunda, aku tidak tega setiap hari melihat tersiksa dengan penyakit yang telah beberapa bulan belakangan ini menggerogoti tubuhnya," Sherly menangis tersedu-sedu saat melihat beberapa dokter mengelilingi bundanya di dalam ruangan unit gawat darurat atau UGD.


"Ya Allah.. aku memang anak yang belum bisa membalas jasa-jasa dan kebaikan bunda, hingga sampai kapanpun aku tidak bakalan bisa membalas ketulusan bunda saat mengandung, melahirkan dan merawat kami putra putrinya," Sam tak segan meneteskan air matanya yang mengalir membasahi pipinya.


"Bunda Hamidah orang yang baik ya Allah… berikanlah waktu usia yang panjang untuk melihat anak-anaknya bahagia, bunda Hamidah sedikit pun tidak bersalah, ini semua terjadi karena ketamakan dan keegoisan dari Marcel dan Selena," Juan juga tidak hentinya mendoakan orang tua dari kekasihnya dan juga sahabatnya itu.


Beberapa jam kemudian, dokter telah memeriksa dan menangani penyakitnya Ibu Hamidah. Mereka sangat berharap kesembuhan dari Ibu Hamidah. Tim dokter sudah mengupayakan dan melakukan prosedur kesehatan yang paling terbaik yang mereka miliki di Rumah Sakit Harapan.


Samudera segera menghampiri Dokter dan beberapa perawat yang berjalan ke arah luar ruangan UGD. Ia sudah tidak sabar ingin mendengar dan mengetahui dari kondisi terakhir kesehatan bundanya.


"Dokter!! Bagaimana dengan kondisi Bunda?" Tanyanya yang sangat tidak bisa bersabar ya sedari tadi mondar mandir di depan pintu UGD malahan sudah mengganggu aktivitas dan pekerjaan dari suster.


"Alhamdulillah, Makasih banyak Om atas bantuannya, tanpa bantuan om aku tidak tahu bagaimana dengan nasib Bunda," balasnya Sam yang sudah bisa bernafas lega.


Kelegaan hatinya yang dirasakan oleh Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon hari itu terobati dengan keadaan dan kesehatan mamanya mengalami kemajuan yang sangat baik.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra

__ADS_1


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2