
Semua yang mendengar pertanyaan dari Sea spontan tertawa terbahak-bahak. Sea yang ditertawakan malah tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan emak-emak rempong itu. Ia hanya celingak-celinguk melihat reaksi dari para ibu-ibu itu.
Wajahnya yang semakin kebingungan pun akhirnya melontarkan pertanyaan juga, "Apa ada yang salah dengan perkataan ku yah? Tanya balik lagi Sea yang semakin membuat suasana semakin ramai dan gaduh.
Bu Linda tersenyum cengengesan, "Sudah bahas itunya, mari makan dulu, sepertinya saya kelaparan setelah tertawa," Ibu Linda ikut menambahi perkataan dari yang lainnya.
Perkataan dari banyaknya orang semakin membuat Sea penasaran dan menatap mereka dengan wajah yang keheranan. Sea wajar bersikap seperti itu mengingat usianya yang masih muda dan selama ini minim pemahaman lebih lagi pengalaman.
Ayam berkokok milik tetangga sudah berkokok saling bersahutan, angin yang bertiup cukup kencang pagi itu membuat air bergelombang tinggi. Deburan ombak yang menerpa bibir pantai membuat suara khas dipagi itu.
Daun pohon kelapa melambai-lambai tertiup angin pagi yang berasal dari laut, seakan-akan memanggil semua orang yang masih terlelap dalam tidurnya untuk segera bangun dan kembali untuk menjalankan aktifitasnya.
Sudah hampir sebulan ini, Seana tidak pernah kembali bekerja di tempat pelelangan ikan seperti hari biasanya. Sea memilih sementara waktu beristirahat karena kondisi psikologisnya masih sedikit trauma dengan kejadian kekejaman dari bibinya sendiri Bu Widya.
Hal itu dikarenakan masalah yang mengharuskannya untuk berhenti beberapa hari, apa lagi setelah dirinya akan menikah. Seana agak enggan untuk bangun dari tidurnya karena cuaca pagi itu sangat dingin, dia kembali menyelimuti dirinya di dalam sarungnya setelah melaksanakan shalat subuh tadi.
"Kenapa setiap hari cuacanya semakin dingin saja yah, apa karena sudah berada di penghujung bulan juli," gumamnya sambil melihat ke arah langit-langit rumahnya yang terbuat dari kain sejenis itu yang ditarik dari ujung atap rumahnya.
"Apa ini jalan yang terbaik aku lakukan adalah menikahi pria yang sama sekali aku tidak cintai? Sedangkan di dalam hatiku masih ada nama seseorang yang entah sampai kapan namanya bertahta merajai perasaanku?" Sea membatin.
Seana kembali teringat pada masa indahnya bersama dengan mantan kekasihnya yaitu Willy anak dari Pak Ardiansyah selaku kepala Desa di kampungnya.
"Ya Allah… Engkau maha penyayang, maha pengasih jika menikah dengan Abang Sam adalah yang terbaik maka lancarkan lah semuanya, dan ikhlaskan hati ini untuk menerima pernikahan ini," batinnya Seana.
__ADS_1
Tok.. tok..
Lamunannya buyar seketika saat pintunya tiba-tiba diketuk oleh seseorang dari arah luar. Awalnya dia tidak ingin menggubris dan peduli dengan ketukan tersebut. Tapi, semakin lama ketukan di pintunya semakin menjadi saja.
"Seana, bangun Nak, apa kamu lupa kalau hari ini adalah hari akad nikahmu?" Teriak orang yang berada di depan pintu yang sedari tadi mengetuk pintu.
"Sepertinya itu paman Heru, dari suaranya sudah mengatakan hal tersebut," cicitnya Sea.
Seana segera menyibak selimut dan sarungnya lalu berjalan ke arah pintu dengan langkah gontainya karena kondisinya yang sebenarnya masih ngantuk, tapi dipaksa untuk menghayalkan sesuatu.
"Sea bangun Nak, nggak baik kalau terlalu lama tidur untuk kesehatan, apalagi hari ini kamu akan menikah, apa jangan-jangan kamu lupa lagi?" jelasnya lagi Pak Heru.
"Tunggu Paman, Aza akan membuka pintunya," jeritan dari dalam rumahnya.
"Sini duduk di sampingnya Paman," ucapnya dengan menepuk pelan kursi yang ada di dekatnya.
Seana segera menuruti perintah dari pamannya. Kemudian duduk dan menatap Pamannya sembari menunggu kira-kira apa yang akan disampaikan oleh pamannya tersebut.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…