
"Aku sudah apa Sea, apa sudah tidak sabar ingin menikah denganku?" tanyanya Willy yang tersenyum karena menganggap dugaannya benar adanya.
Sea mundur beberapa langkah kebelakang dengan mendorong sedikit tubuhnya Willy sedikit kuat," maaf Abang aku sudah menikah," tuturnya dengan spontan menundukkan kepalanya.
Gluduk… Gleduk… Duaaarr…
Bagaikan petir di siang bolong, kejujuran Seana kekasihnya itu membuatnya tidak percaya dan terkejut. Bagaikan ditampar wajahnya Willy seketika berubah drastis dan memerah seketika itu juga.
Willy tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan dari Sea, "Hahahaha, itu tidak mungkin Sea!! Jangan bergurau denganku, lagian siapa juga yang mau menikahi kamu gadis kampung dan miskin, aku saja yang tertarik itu karena kamu cantik," ketusnya Willy dengan terus tertawa sambil menggoyang tubuhnya Sea saking tidak percayanya.
"Ya Allah… ternyata Abang Willy tanggapan dan penilaiannya terhadapku ternyata seperti itu lah kenyatannya selama ini, aku mengira Abang Willy mencintaiku setulus hati dan sepenuh jiwanya ternyata hanya karena wajahku yang menurutnya cantik," gumamnya Seana yang tubuhnya tergerak selangkah ke belakang.
Matanya yang bening sebening embun pagi itu sudah berembun dan siap air matanya menetes membasahi pipinya mendengar fakta baru terungkap terdengar langsung di telinganya. Suara tawanya Willy menggelegar memekakkan gendang telinga hingga beberapa tetangga Seana ikut terganggu dengan suaranya Willy yang tertawa menertawai fakta yang ada.
"Kamu jangan prank aku dengan berbohong dan membuat alasan yang tidak masuk akal seperti ini Seana, sadar lah kamu itu siapa, apa yang dilihat oleh pria bodoh untuk menikahimu haa!!" Cibirnya Willy.
"Tapi itulah kenyataannya Abang, aku sudah menikah dua bulan yang lalu, dan pria yang membukakan pintu untuk Abang adalah suamiku," jelasnya disertai dengan deraian air matanya.
"Tidak mungkin!!! Pasti kamu prank Abang kan Sea? Ini pasti kamu sengaja melakukan hal itu hanya untuk menguji tingkat kesabaran dan kesetianku kan Sea, itu kan alasannya kamu berkata seperti ini?" Tanyanya Willy dengan raut wajahnya yang seolah menahan amarahnya dengan memegang kedua bahunya kekasih sekaligus mantan tunangannya itu.
"Maafkan Sea Abang, aku sama sekali tidak bohong atau apa pun itu, itulah kenyataan yang telah terjadi, maaf aku sama sekali tidak berniat atau pun bermaksud untuk mempermainkan Abang dan membohongi Abang juga," jawabnya Seana dengan air matanya yang sedari tadi ikut menetes membasahi pipinya.
Sea terlalu kecewa mendengar perkataan dari mulutnya langsung Willy dan sangat tidak ingin jujur di hadapan Willy, tetapi karena hatinya sangat sedih dan juga sekaligus kecewa.
Ia juga melihat raut wajahnya Willy yang drastis berubah sendu. Willy tersungkur di atas lantai mendengar kejujuran dari perempuan yang sangat dicintainya itu. Willy terus meratapi nasibnya yang telah gagal memiliki perempuan yang sangat dicintainya itu dan hanya dia wanita yang ada di dalam hidupnya hingga detik itu.
Biarlah aku pergi
Jangan lagi kau tangisi
Semoga pilihanmu
Yang terbaik untukmu
__ADS_1
Memang berat bagiku
Berpisah denganmu
Tapi harus kurelakan
Cinta tak bisa dipaksakan
Mungkin kau bukan cinta sejatiku
Mungkin kau bukan belahan jiwaku
Yang diturunkan tuhan untuk menjadi Pendamping hidupku
Mungkin kau bukan cinta sejatiku
Mungkin kau bukan belahan jiwaku
Yang diturunkan tuhan untuk menjadi Pendamping hidupku
Cinta tak bisa dipaksakan
Mungkin kau bukan cinta sejatiku
Mungkin kau bukan belahan jiwaku
Yang diperlukan tuhan tuk menjadi Pendamping hidupku.
"Tidak!!! Ini tidak mungkin bisa terjadi!! Aaahhh!!! Kamu pembohong, kamu penghianat Seana, aku sangat kecewa padamu!!" Teriaknya Willy lalu bangkit dari berututnya.
Willy pergi tanpa pamit sedikit pun dan langsung meninggalkan rumahnya Seana begitu saja. Bahkan ia menutup pintu sekuat tenaga.
Bruk!!!!!!!
__ADS_1
Suara pintu dibanting dengan sangat kuat oleh Willy.
Willy berhenti melangkahkan kakinya lalu memutar kepalanya ke arah Sea yang masih berdiri mematung tak bergeming ditempatnya," Aku akan kembali lagi dan jangan panggil aku Willy jika tidak melakukan sesuatu pada pria yang menjadi suamimu itu!" ancam Willys dengan menunjuk ke arah Sea.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
__ADS_1
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…