Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 49


__ADS_3

"Semoga kalian bahagia dan langgeng sampai kakek nenek, Paman bahagia jika melihat kalian nantinya bersanding di pelaminan dan menurut Paman Raja adalah pria yang baik dan cocok untukmu." Batin Pak Heru yang melihat interaksi mereka.


"Gadis ini masih sangat muda, tapi sudah pintar memerankan peran dan tugasnya sebagai calon istriku," gumam Sam.


Sam bersyukur karena mendapatkan gadis yang perhatian padanya dan baik hati walaupun mereka akan menikah tanpa adanya cinta dan kasih sayang dari keduanya.


"Ya Allah… kalau gadis kecil ini yang akan menjadi pendampingku hingga tutup usiaku maka dekatkanlah dia padaku ya Allah… dan satukanlah kami di dalam hubungan halal yang Engkau ridhoi."


"Hanya masakan sederhana saja tapi, dengan ketulusannya menyuapiku makanan sehingga rasa makanan semuanya menjadi sangat lezat dan nikmat," batinnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.


Berselang beberapa saat kemudian, mereka telah sarapan, Pak Heru dan Seana pamit undur diri untuk pulang karena perawat yang bertugas untuk menjaga kebetulan sudah datang yang kebetulan kemarin sudah libur dua hari.


Pak menyunggingkan senyumnya, "Samudera!, kami pamit pulang dulu, insya Allah besok pagi kami akan datang saat kalian akan menikah nantinya," ucap Pak Heru pamannya Sea.


Sam membalas senyumannya Pak Heru, "Makasih banyak atas semua bantuannya Paman, untung ada Paman yang membawa makanan yang sangat lezat membuat perutku tidak keroncongan lagi, satu hal yang perlu paman ketahui saya sangat menyukai masakan istrinya Paman," balasnya dengan senyumannya.


"Maaf Nak Sam, ini semua bukan masakannya istri saya soalnya ia masih mendekam di penjara gara-gara kejahatan dan kekejamannya sendiri dan kamu seharusnya berterima kasih kepada Bu Mirna yang sudah bela-belain masak khusus kamu," sanggah Pak Heru.


"Ohh gitu, ucapkan makasih aku sama Ibu Mirna yang sudah membuat makanan yang lezatnya mengalahkan chef terkenal," pujinya Sam.


"Chef!" Beo Seana yang kebingungan dengan kata chef.


Sam tersenyum smirk," chef itu… nanti aku jelaskan kalau kita sudah resmi menjadi suami istri," jawab Sam dengan seulas senyumannya yang termanis khusus dipersembahkan untuk Sea seorang.


Seana hanya tersenyum ke arah Sam yang menunggu jawaban dan langsung pulang tanpa mengucapkan kata pamit terlebih dahulu.


"Aku akan bertanya nantinya kalau kami benar-benar sudah resmi dan sah menjadi suami istri," Sea membatin yang tidak menyadari dengan pikirannya sendiri kalau secara tidak langsung sudah mengakui kalau Samudra calon suaminya.


Seana cukup segan dan malu untuk bersalaman atau pun lebih dekat dari waktu dia menyuapkan makanan untuk Raja. Hatinya masih enggan untuk berdekatan dengan Sam karena belum ada hubungan yang mengikat mereka.

__ADS_1


Tinggallah Sam seorang diri, dia masih merenungi nasibnya dengan menatap nanar ke arah luar jendela, "Semoga ini awal yang baik untuk semuanya dan khususnya untuk kami berdua."


Sea mengambil sepedanya yang terparkir di tempat biasa. Dia masih memikirkan keputusannya dan apa yang akan dia katakan jika suatu saat nanti Willy pulang.


Seana memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumahnya, malah dia mengayuh sepedanya ke arah Pantai. Dia ingin mengingat kenangan indah dan kebersamaannya bersama dengan Willy untuk yang terakhir kalinya.


Sea sudah bertekad dan memutuskan untuk tidak akan mengungkit atau pun mengingat kembali masa kebersamaannya sewaktu mereka pacaran, walaupun hal itu sangat sulit untuk dia lakukan.


"Aku harus berusaha untuk melupakan semua tentang Abang, maafkan Sea yang harus mau tidak mau melakukannya demi kebaikan kita berdua," gumam Sea.


Angin sepoi-sepoi menyambut kedatangannya, angin itu menerpa wajahnya dan menerbangkan anak rambutnya hingga menerpa wajahnya yang berkilauan terkena sinar matahari. Dingin angin serta panasnya cahaya mentari siang hari itu tidak membuatnya untuk goyah dari tempatnya berdiri.


"Abang, maafkan aku bukannya saya tidak mencintai Abang lagi ataupun menghianati cinta kita dengan menerima lamaran dari pria lain, tapi aku terpaksa melakukannya," lirihnya dengan linangan air matanya yang sudah membasahi pipinya.


Dia sudah duduk di ujung dermaga sambil memainkan air dengan kedua kakinya hingga wajahnya terkena cipratan air. Dia masih muda, tapi sudah harus dihadapkan pada cobaan yang begitu besar.


"Ya Allah… semoga pernikahanku ini bertahan hingga akhir waktu seperti bapak dan ibu yang hanya maut memisahkan cinta mereka, dan lindungilah pernikahan kami nantinya dari segala fitnah dan hal yang tidak baik." Cicitnya Seana seraya menyeka air matanya.


Perlahan matahari sudah condong ke arah barat, cahayanya kemilauan menerpa wajahnya hingga dia refleks menghalau sinar mentari yang mengenai matanya dengan telapak tangannya. Sunset sore hari itu sangat cantik, sehingga siapapun yang melihatnya akan betah berlama-lama hingga sore hari.


"Kak Seana!!!" Teriak seseorang yang berlari ke arahnya tepatnya dari arah belakang.


Seana yang mendengar seruan namanya dipanggil segera menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut. Ia masih tidak bergeming ditempanya sedikit pun hanya sekedar melirik sekilas ke orang itu.


"Ka Sea dipanggil sama Ibu Mirna," ucapnya sambil membungkukkan tubuhnya lalu memegang kedua lututnya dengan nafasnya ngos-ngosan saking lelahnya berlarian.


Sea menatap jengah ke arah Ismail, "Ada apa Mail? Sehingga kamu mesti berlarian sambil berteriak apa sudah tidak bisa tenang dan istirahat dulu baru bicara," ketusnya Sea dengan menatap jengah kearahnya Mail.


****************

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2