Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 155


__ADS_3

Aza sama sekali tidak menegur mang Udin walaupun hal itu terjadi dan dia lakukan karena dalam keadaan mode kebingungan dan banyak pikiran.


Raut wajahnya kebingungan dan juga sekaligus keheranan, "Kenapa seolah-olah suara orang itu sebelumnya aku pernah dengar dan terasa sangat familiar," Aza membatin.


"Ya Allah… semoga saja Non Aza tidak marah sama saya, bisa fatal kalau Non Aza mengadu kepada Tuan dan Nyonya Besar," lirih Mang Joni Iskandar sembari melirik ke arah Aza yang duduk termenung dalam diamnya melalui kaca spion mobilnya.


Berselang beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di kediaman Tuan Besar Farhan Papanya. Bangunan rumah yang berdiri kokoh dengan arsitektur dan gaya khas Eropa timur. Nuansa peach mendominasi warna cat rumah itu.


Aza sama sekali tidak menegur mang Udin walaupun hal itu terjadi dan dia lakukan karena dalam keadaan mode kebingungan dan banyak pikiran.


"Kenapa seolah-olah suara orang itu sebelumnya aku pernah dengar dan terasa sangat familiar," Zameera Azzahrah membatin.


Zameera Azzahrah mempercepat langkahnya masuk ke dalam kamarnya tanpa menegur siapa saja yang berpapasan dengannya. Bahkan mamanya yang melihatnya pun tidak dia tegur sedikit pun.


Pikirannya terpusat dan fokus pada suara seseorang yang beberapa jam ini seolah-olah menghantuinya. Aza masuk ke dalam kamar mandi untuk segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Ia ingin dinginnya air itu mampu membuatnya kembali lebih segar, dan pikirannya kembali jernih.


Suara kembali hening ketika Zahrah mematikan dan menutup aliran air yang dari shower. Aza mengelus rambut panjangnya hingga ke wajahnya hingga saat membuka matanya bayangan tubuh seorang tiba-tiba muncul secepat kilat di pelupuk matanya.


Bayangan orang itu tinggi tegap dan atletis. Wajah orang itu samar-samar di penglihatannya. Hanya bentuk tubuhnya yang jelas terlihat di matanya.


"Seana istriku saya sangat merindukanmu!" Suara itu kembali terngiang di telinganya.


Zahrah mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya di dalam kamar mandinya. Tapi, tidak mungkin ada orang lain yang bersamanya.


"Aku harus segera bertanya kepada Aunty Winda Viska kalau seperti ini terus bisa-bisa aku mati penasaran dibuatnya," umpatnya yang sudah mulai tersulut emosinya karena sama sekali tidak mendapatkan jawaban apa yang diinginkannya.


Zahra segera menarik baju mandinya yang tergantung di gantungan. Hingga ekor sudut kelopak matanya menangkap bayangan kilatan benda yang melingkar di jemari tangannya bagian kiri tepatnya di jari manisnya.

__ADS_1


Zameera tanpa ragu mengarahkan jarinya itu yang terdapat sebuah cincin emas yang sangat cantik dan elegan tepat di depan matanya. Ia mengamati dengan seksama cincin itu.


"Cantik, tapi ini cincin sejak dari kapan ada di dalam jariku?" batinnya Zahrah sembari mengamati cincin itu.


Zahrah buru-buru memakai pakaian jubah mandinya dan bergegas ke arah kamar ganti pakaiannya, ruangan yang khusus terdapat koleksi pakaian dan beberapa barang-barang pentingnya. Dia memakai pakaiannya dengan asal saja tanpa memoles make up yang tebal cukup lip gloss dengan taburan bedak putih dan menyisir merapikan rambutnya sudah cukup.


"Aku harus bertanya kepada Mama tentang cincin ini, aku yakin mama pasti mengetahui cincin ini?" lirihnya Aza.


Dengan langkah kakinya yang pasti dan terkesan terburu-buru, sampai-sampai Ria maid yang selalu ada setiap dia butuh sesuatu berpapasan dengannya sama sekali tidak digubrisnya.


Menoleh saja tidak, apalagi untuk sekedar berbasa-basi sebentar saja. Raut wajahnya tampak sangat serius, dia berjalan terus menaiki undakan tangga hingga ke depan kamar mamanya.


Tok.. tok…


Suara ketukan pintu terdengar cukup nyaring dan menandakan bahwa orang yang sedang mengetuk pintu itu seperti orang yang tidak sabaran. Bu Fauziah yang sedang merias wajahnya segera menyelesaikan kegiatannya saat mendengar suara ketukan pintu itu.


Bu Fauzia sedikit keheranan dengan siapa yang mengetuk pintunta. Ia bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu dengan pikiran yang menduga orang yang berada di balik pintu tersebut.


Aza yang ditatap dengan penuhi keheranan dan tanda tanya oleh Mamanya hanya bisa tertawa cengengesan di depan Bu Fauziah.


"Ada apa sayang?" Tanyanya dengan menarik tangannya Aza untuk masuk.


Pak Farhan yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya terkejut melihat keberadaan putri tunggalnya berada di dalam kamarnya yang sudah duduk di salah satu sofa yang empuk dan bercat hijau tua itu.


Beliau menatap ke arah istrinya yang menuntut jawaban tentang kedatangan anak keduanya itu. Sedangkan yang ditatap hanya mengangkat bahunya tanda tidak mengerti dengan situasi, kondisi dan keadaan yang terjadi di dalam sana. Aza sangat tahu jika kedatangannya ke sana cukup bisa mengganggu istirahat orang tuanya.


Tetapi dia tidak bisa menunggu terlalu lama lagi untuk segera bertanya tentang perihal cincin yang dipakainya. Aza segera berusaha untuk melepas cincinnya yang baru beberapa hari ini kembali dia pakai karena pernah dia lepas beberapa waktu lalu.

__ADS_1


"Ya Allah… apa Aza sudah mengingat sebagian ingatannya terdahulu, kalau dia mengingatnya apa dia akan membenciku dan tidak pernah mau lagi menganggap aku sebagai Mamanya," Bu Fauziah membatin dengan wajahnya yang sendu.


Aza mengarahkan cincin tersebut ke hadapan Mamanya. Bu Fauziah langsung mengerti dengan maksudnya Aza. Bu Fauziah mengambil cincin itu lalu menatap ke arah Aza. Pak Farhan segera mendekati kedua wanita yang sangat berharga dan penting dalam hidupnya saat ini.


"Mama! Apa mengenal cincin ini dan kira-kira kapan aku memakai cincin ini dan dimana Mama belinya?" Tanyanya Aza yang memberondong banyak pertanyaan untuk Mamanya.


Bu Fauziah dan Pak Farhan saling bertatapan dan tidak menyangka jika Aza akhirnya tersadar dan bertanya tentang cincin yang dipakainya sejak dahulu awal dia menginjakkan kakinya di dalam keluarganya.


"Ya Allah.. apa yang harus aku katakan kepada putriku?" Pak Farhan terdiam membisu seribu bahasa dan kebingungan harus menjawab apa.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Duren I Love you


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Cinta pertama

__ADS_1



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


__ADS_2