
Matahari sudah tenggelam di ufuk barat, warnanya yang jingga mempercantik suasana sore itu. Sunset itu menambah kesan romantis andai saja Sam duduk saling berpelukan dengan Sea. Samudera tersenyum simpul membayangkan hal itu.
Sam menatap ke arah matahari yang mulai tenggelam dan turun ke peraduannya, "Tunggu aku Sea, aku pasti akan kembali ke sini lagi." Cicitnya Sam.
Suara adzan magrib berkumandang dari toa masjid yang membuyarkan lamunannya Samudra. Dia bergegas berjalan ke dalam rumahnya lalu tidak lupa membereskan semua piring dan gelas minumnya. Dia pun menutup pintu rumahnya dengan rapat.
Sea menatap ke arah suaminya, "Abang ingin ambil air wudhu?" tanya Sea yang hanya sekedar basa-basi karena entah kenapa perasaannya sedih saat tidak langsung mendengar perkataan dari suaminya itu.
Walaupun di dalam hatinya belum ada rasa cinta untuk Sam yang masih ada hanya Willy seorang. Tapi, ada rasa jenuh dan kehilangan yang lain-lain dirasakan Sea jika dalam sehari saja Sam tidak mengajaknya bercanda.
Sam menatap balik ke arahnya Sea, "Kalau kamu, apa ikut Abang sholat?" Tanyanya yang menatap ke arah Istrinya itu.
"Sepertinya, kali ini aku libur dulu Abang lagi datang tamu soalnya," sahut Seana yang tersipu malu.
Sam menautkan kedua alisnya, "Maksudnya?" tanya Sam yang sama sekali tidak mengerti dengan perkataan dari Sea.
Sea agak ragu untuk berbicara dan menjelaskan semuanya di depan Sam karena itu menurutnya cukup tabu dan rahasia, "Maksudnya Sea lagi pms Abang, jadi mulai hari ini hingga satu minggu kedepan libur dulu," jawabnya dengan senyuman manisnya.
"Oh gitu yah, nanti setelah shalat ada yang ingin Abang katakan, aku kira ada hal yang terjadi padamu," ucapnya yang tertawa cengengesan lalu berjalan ke arah dalam bilik kamar mandi.
"Pasti masalah kepulangannya ke Jakarta yang ingin disampaikan oleh Abang." Batinnya Sea yang sebenarnya sudah menunggu Sam untuk berbicara.
Ocean Samudera Mandala Renon bergegas mengambil air wudhu sedangkan Sea lalu mengambil beberapa bahan makanan untuk dimasaknya.
"Berarti rencanaku yang ingin meminta hakku harus tertunda dan batal lagi kalau gini." Gumam Sam dengan raut wajahnya yang sendu karena harus dibatalkan dan digagalkan oleh si merah.
Sam tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Awalnya sudah memutuskan untuk meminta haknya setelah dia yakin jika, Sam sudah yakin dan benar-benar sudah mencintainya, tapi hal ini dia lakukan untuk mengetes dan mencoba saja sempat berhasil.
Mereka makan malam bersama dalam keheningan, satupun dari mereka tidak ada yang berani membuka untuk memulai percakapan diantara mereka. Seana terdiam seribu bahasa dan tidak mengerti apa yang harus dia katakan. Sam pun demikian yang dirasakan oleh nya, dia kebingungan untuk berbicara dari mana memulainya.
"Aku!!" Ucap mereka bersamaan yang membuat mereka saling melempar senyuman.
"Kamu saja yang duluan," pinta Sam yang tersenyum tipis.
__ADS_1
"Sebaiknya Abang saja , karena apa yang ingin aku katakan hanya masalah biasa saja kok gak penting juga," balasnya Sea.
"Besok, kita ke Bank untuk membuka rekening untuk kamu, supaya kamu bisa menyimpan uangmu dengan aman," jelasnya Sam yang mengalihkan pembicaraan rencana awalnya.
"Tapi Abang, bagaimana kalau mereka cari ijazah, aku kan hanya tamatan sekolah dasar saja, bisa-bisa dipersulit untuk buka rekeningnya," tuturnya yang menundukkan kepalanya karena cukup sedih dan juga malu.
Sam sedikit dibuat tersentak kaget mendengar penuturan dari istrinyaa, dia langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan itu.
"Ya Allah… aku kira apaan yang menjadi alasanmu ternyata hanya itu toh," guraunya Sam.
Sena yang ditertawakan oleh Samudera semakin menundukkan kepalanya dan wajahnya seketika memerah menahan rasa malunya.
"Itukan pasti kalau aku ngomong akan ditertawakan, gini nasib jadi gadis yang tidak berpendidikan tinggi dan bodoh," terangnya dengan wajahnya yang sendu.
Sam yang melihat hal itu segera berdiri lalu berjalan ke arahnya Sea berada. Ia spontan menarik tubuhnya Sea ke dalam pelukannya.
"Bagi Abang kamu punya pendidikan yang tinggi atau tidak, posisinya kamu di hatiku tetap Istriku hingga sampai kapan pun tidak akan pernah tergantikan, dan hanya namamu yang ada di dalam sini," ucapnya Sam dengan tulus sembari menunjuk ke arah dadanya.
Seana masih duduk di kursi meja makan, sedangkan Sam berdiri dan sedikit membungkukkan tubuhnya untuk memudahkannya memeluk tubuhnya Sea dari arah samping.
Seana kemudian berdiri dari duduknya lalu menatap ke dalam kedua bola matanya suaminya," sea sama sekali tidak keberatan Abang, saya tidak ingin menghalangi Abang untuk bekerja lagian itu kan untuk masa depannya kita juga," ungkapnya dengan penuh kelembutan dah hati-hati agar tidak menyinggung perasaannya Sam yang nantinya berakhir jelek.
Sam mengangkat sedikit dagu lancipnya Seana dengan jarinya lalu mendekatkan wajahnya ke arah wajahnya Sea. Hingga hidung mancung mereka saling bersentuhan satu sama lain. Nafas keduanya berhembus dan saling tabrakan. Tidak ada yang berkedip sedikitpun, bibirnya Sam perlahan ******* bibirnya Sea dengan lembut. Seana pun terbawa arus hingga mampu membalas dan mengimbangi permainan lidahnya Sam.
Jantung mereka saling memompa dengan kencang hingga debaran jantung mereka cukup keras dan hebat. Mulut mereka saling berpagutan, hingga saliva keduanya saling bertukar. Sam memegang tengkuk lehernya Seana untuk memperdalam ciumannya.
"Aku kenapa bisa melakukan hal ini bersama Abang Sam? Apa aku sudah mulai merasakan cinta untuknya?" Cicitnya Sea.
Awalnya gerakan dan balasan yang diberikan oleh Seana cukup kaku, tapi lambat laung mampu juga mengimbangi permainan lidah dari Sam.
Samudra yang pengalaman pertamanya cukup berani untuk menantang Seana yang sudah pernah sekali mencicipi dan merasakan nikmatnya berciuman. Tapi, masih kaku saja.
Naluri Sam sebagai seorang pria dewasa yang mampu menuntun dan membimbinnya hingga suara ketukan pintu rumahnya membuat mereka terpaksa untuk mengakhiri panasnya ciuman mereka yang pertama selama mereka menikah.
__ADS_1
Tok…. Tok…
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
__ADS_1
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…