Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 117


__ADS_3

Winda memegang mengapit lengan ibunya lalu berucap," Ibu harus kuat, sabar dan tabah menjalani semuanya, ia yakin akan ada hikmahnya dibalik semua ini."


Ibu Meilani hanya menatap sendu anak bungsunya itu. Dia tidak menyangka jika sikap putrinya lebih dewasa dan bijaksana daripada dirinya sendiri.


"Ya Allah… maafkanlah hambaMu ini, aku sudah terlalu banyak dosa, hingga musibah ini menimpa keluargaku," lirih Bu Meilani.


Mereka berdua meninggalkan rumah sakit umum daerah dan berencana akan menuju kantor polisi untuk membesuk anaknya Willy Widianto Ardiansya, pelaku yang membuat Sea terluka fisik dan mentalnya hingga harus menderita depresi ringan setelah kejadian yang dialaminya.


"Jadi apa aku panggil dokter dan perawat ke sini untuk secepatnya memeriksa kondisi dari Seaza?" Tanyanya Pak Anton suaminya Bu Hana.


"Jangan tunggu lama lagi Pak, cepat panggil dokter tidak baik dibiarkan seperti ini terus," imbuh Bu Mina lagi.


Pak Anton segera berlari ke arah ruangan praktek dokter yang menangani kesehatan dari Sea. Mereka sudah menganggap Sea sebagai anak mereka. Karena kebaikan Seana lah yang membuat banyak orang simpatik dan peduli padanya. Hingga berbondong-bondong masyarakat dan warga kampung berdatangan secara bergantian menjenguk Sea di rumah sakit.


Dokter yang melihat pak Antoni berlari segera mendekati Pak Antoni," Maaf ada yang bisa kami bantu Pak?" Tanyanya Pak Dokter.


"Begini Pak, pasien atas nama Seana mengamuk gara-gara kedatangan salah satu tetangga hingga dia histeris dan berteriak kencang," jelasnya dengan nafasnya yang ngos-ngosan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ikut saya, kita akan segera periksa kesehatannya lebih pasien," ujar Pak Dokter yang berjalan mendahului Pak Anton yang masih berusaha untuk menenangkan nafasnya yang memburu.


Mereka berjalan segera ke arah ruangan perawatannya Seana berada. Sedangkan di dalam ruangan itu, Seana sudah bisa sedikit tenang berkat rumah bujukan dan rayuan dari Bu Mirna.


"Tolong jangan berkerumun di dekatnya pasien, karena dokter akan memeriksa kondisinya Mbak Seana," terang salah satu suster yang berjalan berdiri di sampingnya Pak Dokter yang hanya tersenyum menanggapi perkataan dari bawahannya itu.


Mereka menuruti perkataan dari perawat tersebut. Mereka segera menyingkir dan memberikan kelonggaran kepada Dokter dan Perawat untuk memeriksa keadaannya Seana.


Setelah beberapa saat kemudian, dokter telah selesai memeriksa Seana. Semua orang di sana harap-harap cemas dengan hasilnya.


"Sebaiknya pasien segera di bawah ke ibu kota Jakarta untuk segera mendapatkan perawatan medis yang lebih bagus lagi, karena kami meminta maaf di rumah sakit kita ini fasilitas dan dokter khusus spesialis psikiater di rumah sakit belum ada," terangnya Pak Dokter dengan tersenyum ramah agar mereka tidak terlalu cemas dan takut.


"Ke Ibu Kota Jakarta?" Susan membeo mendengar penjelasan dari dokter.


Semua pasang mata memandang ke arah Susan yang tersenyum cengengesan menanggapi tatapan para bapak-bapak dan ibu-ibu.


Begitu banyak kata andai untuk mengawali setiap penyesalan. Begitu kamu mulai menyesal itu sudah terlambat. Akan selalu ada penyesalan setelah kehilangan sesuatu, yang selama ini kamu sia-siakan.

__ADS_1


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away..



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!

__ADS_1


__ADS_2