Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 56


__ADS_3

"Iya benar apa yang ibu katakan, Sea memang kenyataannya sangat cantik dan bagaikan mutiara yang berada di laut terdalam yang tersembunyi dan tidak tersentuh oleh siapa pun dan apa pun itu," timpal ibu Norma yang kebetulan juga hadir ingin menyaksikan pernikahan mereka.


"Sudah-sudah memujinya,apa pakaian yang akan dipakai oleh nak Raja sudah dikirim ke rumah sakit?" Tanya Ibu Jannah.


"Alhamdulillah semua persiapan di rumah sakit sudah selesai dan hanya menunggu rombongan dari sini," sahut Ibu Mina lagi.


Sea hanya tersenyum yang mendengar perkataan dan berbagai pujian yang dilayangkan kepadanya membuatnya tersipu malu dan wajahnya memerah menahan rasa malunya tersebut.


"Ya Allah… aku sangat terharu dan tersanjung dengan berbagai pujian dari Ibu-ibu," bathin Sea.


Beberapa saat kemudian, rombongan sudah berjalan beriringan menuju ke rumah sakit, tempat pelaksanaan acara akad nikah dan ijab kabul antara Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon dengan Seana Auliani Resky Afrizal.


Iringan pengantin hari itu cukup banyak, ada lebih dari sepuluh mobil yang mengantar iringan tersebut. Pihak RS sama sekali tidak merisaukan hal tersebut, bahkan pihak rumah Slsakit memberikan dukungan dan kelonggaran untuk mengadakan pernikahannya di Aula rumah sakit.


Tapi, ibu-ibu sepakat jika sebagian dari mereka yang akan masuk ke dalam dan duduk untuk menyaksikan langsung akad nikahnya. Sedangkan yang lainnya akan menunggu di dalam mobil saja, jika ruangannya tidak bisa menampung keseluruhan pengantar pengantin tersebut.


"Sam sangat beruntung mendapatkan Sea yang sangat cantik, apalagi Sea anaknya baik, sopan dan ramah dan berkat kesalahpahaman waktu itu, Sea akan menjadi istri dari Sam yang tidak kalah ganteng juga," ucap Ibu Mina.


"Betul sekali apa yang kamu katakan Bu Mina, mereka benar-benar pasangan yang sangat serasi tapi, sayangnya Sam masih belum bisa berjalan dan ingatannya masih belum kembali juga," ucap sendu Ibu Linda lagi.


"Aku berharap dan selalu berdoa yang terbaik untuk mereka berdua, karena selama ini mereka cukup sudah menderita terutama Sea Alhamdulillah… sudah terbebas dari penyiksaan Bu Widya," sahutnya Bu Salamah.


Mereka setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ibu Salamah dan yang lainnya dan mereka ikut sedih karena kondisi Samudra yang tidak baik-baik saja untuk saat itu.


"Tapi, apa kalian tidak berpikir jika, Sam itu pemuda dari ibu kota yang terdampar di Desa kita? Seperti sinetron yang biasa kita lihat itu loh di tv," tutur ibu Mina yang bercanda.

__ADS_1


"Iya juga yah, aku pernah kepikiran ke situ juga, sesuai yang aku baca dari KTP yang sempat ditemukan alamat rumahnya adalah kalau tidak salah dengar dari Pak Doni kalau itu perumahan elit dan mewah khusus sultan loh," sahut ibu Linda yang ikut menambahi.


Sedangkan Ibu Lina adik dari Bu Widya bibinya Sea sangat geram dan jengkel mendengar perkataan dari ibu-ibu rempong itu yang sedari tadi, tidak bosannya memuji kecantikan dari Seana dengan calon suaminya itu.


"Aaahhh!! Itu tidak mungkin, lagian jangan sampai itu KTP orang lain yang kebetulan hanyut di dekatnya Sam dulu, kalian terlalu melebih-lebihkan dan membesarkan kejadian ini," ucapnya Bu Lina yang sangat jengah melihat reaksi dari emak-emak yang berlebih-lebihan menurut penglihatannya.


Ibu-ibu saling berpandangan dan tersenyum mendengar reaksi dan tanggapan dari Ibu Lina.


"Wajar saja Ibu Lina berbicara seperti itu, karena Ibu Lina kan apa yah kita tahu lah sedari dahulu tidak menyukai apapun yang ada pada Sea yang selalu kompak bersama saudaranya Bu Widya yang tidak menyukai Sea, iyakan ibu-ibu?"sarkas Bu Salamah tanyanya dengan wajahnya yang merendahkan Ibu Lina.


"Aku sepaham dengan apa yang dijelaskan oleh Ibu, apa Bu Lina tidak menyadari bahwa Seana sedari dulu memang layak dan pantas mendapatkan pria dari kalangan manapun, buktinya anaknya saja Pak Ardiansyah kepala desa kita kepincut dan jatuh cinta pada Seana, iya kan ibu-ibu?" Timpal ibu Linda yang sengaja memancing dan memanasi emosi ibu Lina yang sudah terkenal jahatnya minta ampun.


Sea yang duduk di kursi depan hanya mendengarkan pembicaraan mereka tanpa ada niat untuk menimpali ataupun menyanggah perkataan mereka.


Dia hanya sesekali tersenyum manis ke arah orang yang berpapasan dengannya yang melihat ke dalam mobil yang dipakainya. Beberapa saat kemudian, rombongan mobil mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit.


Mereka sengaja melewati pintu belakang supaya kedatangan mereka tidak mengganggu aktifitas dokter dan kenyamanan pasien. Mereka tidak menimbulkan sedikit pun keributan yang nantinya akan mengganggu istirahat dari pasien.


"Ya Allah… lancarkan lah pernikahan dari putri sahabatku," batinnya Bu Salamah.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:


__ADS_1


Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:

__ADS_1


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…


__ADS_2