
Keadaan yang tidak memungkinkan saat itu yang membuatnya harus terjebak dalam pernikahan yang membuatnya menemukan kebahagiaan.
Bunda di mana Sher?" Tanyanya yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah rumah minimalis yang sangat kecil itu.
Wajah Sherly sendu, dia tidak tahu harus berbicara seperti apa terhadap kakaknya. Lidahnya tiba-tiba keluh seketika. Dia terdiam mematung dengan terdiam tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari kakeknya itu.
Samudera menatap ke arah adik satu-satunya, "Sherlina, mama ada di mana?" Tanyanya yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah rumah minimalis yang sangat kecil itu.
Wajah Sherlina spontan sendu, dia tidak tahu harus berbicara seperti apa terhadap kakaknya. Lidahnya tiba-tiba keluh seketika. Dia terdiam mematung dengan terdiam tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari kakeknya itu.
Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon yang melihat ada yang tidak beres dengan keadaan tersebut, sudah tahu jika ada sesuatu yang kacau dan aneh dengan bundanya tersebut karena kebungkamannya Sherlyana menjawab semuanya.
Samudera menggoyangkan tubuhnya adik bungsunya," Sherlyna apa yang terjadi pada Mama? Tolong bicaralah Jangan buat Abang khawatir dan takut!!" Tanyanya yang sudah khawatir dan cemas dengan kondisi Bundanya itu.
Hingga suara seseorang yang terbatuk dari dalam rumahnya membuat perhatian mereka teralihkan. Suara batuk yang tidak berhenti dan semakin intens dan sering. Sultan langsung menggeser posisi adiknya di depan pintu lalu berlari ke arah Bundanya yang berjalan tergopoh-gopoh dengan sal dan baju hangat membungkus tubuhnya.
"Bunda Santi!!!" Pekik Sam dengan suaranya yang cukup menggema di dalam ruangan rumah itu yang membuat suaranya terpantul di tengah malam itu.
Samudra langsung berlarian kemudian memeluk erat tubuh perempuan yang sudah berjuang melahirkannya dan merawatnya hingga dia menjadi Sam yang disegani oleh orang-orang.
__ADS_1
"Anak-ku, putraku," lirihnya Bu Santi.
Ibu Santi merasa dirinya hanya sedang bermimpi, dia masih tidak percaya jika putra semata wayangnya selamat dari kecelakaan maut itu. Bahkan Bu Santi sudah ikhlas dan tabah melepaskan kepergian putranya disaat mengalami kecelakaan.
Dia terdiam terpaku tanpa membalas pelukan dari anaknya yang sudah dikatakan telah meninggal dunia itu. Tetapi, air matanya menetes membasahi pipinya yang tirus hanya lima bulan saja, mereka berpisah banyak sudah perubahan pada kondisi fisik Ibunya Sam kurus kerempeng seperti seorang yang kekurangan gizi saja jika, dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu sebelum kejadian itu terjadi menindasnya dan menimpa keluarganya.
Sam menangkupkan kedua tangannya di pundak ibunya, "Ini saya Samudera! Mama," ujarnya Samudera yang merasakan ada yang aneh dengan Bundanya.
Tubuhnya Ibu Santi bergetar hebat dalam tangisnya. Dia terlalu bahagia dan sedih sekaligus dalam waktu yang bersamaan, karena pertemuannya kembali dengan putra tunggalnya yang orang-orang mengatakan sudah meninggal dunia bahkan seluruh media massa sudah memberitakan dan mengabarkan bahwa Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon sudah mati dalam kecelakaan pesawat.
Samudra yang melihat ada yang tidak beres dengan keadaan tersebut, sudah tahu jika ada yang tidak beres dan aneh dengan bundanya.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
__ADS_1
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…