
"Kak Seana!!!" Teriak seseorang yang berlari ke arahnya tepatnya dari arah belakang.
Seana yang mendengar seruan namanya dipanggil segera menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut. Ia masih tidak bergeming ditempanya sedikit pun hanya sekedar melirik sekilas ke orang itu.
"Ka Sea dipanggil sama Ibu Mirna," ucapnya sambil membungkukkan tubuhnya lalu memegang kedua lututnya dengan nafasnya ngos-ngosan saking lelahnya berlarian.
Sea menatap jengah ke arah Ismail, "Ada apa Mail? Sehingga kamu mesti berlarian sambil berteriak apa sudah tidak bisa tenang dan istirahat dulu baru bicara," ketusnya Sea dengan menatap jengah kearahnya Mail.
"Maaf Kak," jawabnya Ismail dengan cengengesan.
"Kamu yah kebiasaan, dari dulu masih seperti itu," ketusnya Sea dengan menekuk wajahnya saking marahnya karena kegiatannya terganggu.
"Maaf soalnya disuruh buru-buru sama Ibu katanya harus cepat cari kakak gitu," balasnya yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
Sea menatap jengah ke arah Ismail, "Terus ibumu bilang apa dan kenapa mencariku?"tanyanya lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah sunset.
"Katanya kakak harus pulang sekarang, orang dari panitia pelaksana Pernikahannya kakak sudah datang dan meminta untuk mencoba pakaian pengantinnya kakak katanya emak gitu," terangnya Mail dengan sesekali menarik nafasnya yang masih tersengal-sengal itu.
"Baiklah, kalau gitu kamu pulang duluan, aku ambil sepedaku di sana," ujarnya sembari menunjuk ke arah sepedanya yang tersandar di bawah pohon besar itu.
"Kakak jangan lama yah, kalau tidak segera pulang pasti emak akan suruh aku ke sini lagi," kilahnya Mail sambil berjalan perlahan meninggalkan Seana.
"Aku pasti akan segera ke sana dan tidak akan kabur, tenang saja aku tidak akan bohongin kamu kok," dengusnya yang sedikit jengkel karena aktivitasnya terganggu.
Seana perlahan berjalan ke arah pohon ketapang untuk mengambil sepedanya yang disimpan di bawahnya. Ia tidak menunggu lama lalu kemudian memulai mengayuh sepedanya dan sudah meninggalkan pantai yang penuh dengan kenangan indah bersama kekasih pujaan hatinya.
"Apa tidak bisa besok saja pakaiannya dicoba, ibu Mina ada-ada saja deh,"kesalnya Sea yang mengomel kesel.
__ADS_1
Kayuhan sepedanya sedikit lambat karena bertemu dengan terpaan angin yang langsung mengarah padanya. Hanya butuh waktu beberapa menit saja dia sudah sampai di rumahnya ibu Mina selaku tetangganya yang akan membantunya untuk melaksanakan pernikahannya esok harinya.
Sudah banyak warga masyarakat yang memenuhi rumahnya Ibu Mina. Banyak dari mereka yang sudah membuat kue khusus pernikahan yang akan mereka sediakan untuk beberapa tamu yang akan datang.
Walaupun hanya akad dan syukuran yang sederhana saja tapi sebagian masyarakat sudah sepakat untuk membantu Seana menyelenggarakan dan menyukseskan pernikahannya serta syukurannya. Mereka tak segan untuk membawa beberapa barang kebutuhan pokok yang akan mereka pakai esok hari.
"Assalamualaikum," ucapnya dengan melepas sandalnya yang terpasang di kaki jenjangnya sedari tadi itu.
Beberapa orang yang kebetulan ada di dalam rumahnya Bu Mina serentak menolehkan kepalanya ke arah Sea, "Mari masuk nak Sea,"pinta Ibu Mina yang berdiri menyambutnya Sea, ketika menyadari kedatangannya Seana.
Sea tanpa ragu dan banyak pikiran ia langsung meraih tangan satu persatu dari ibu-ibu yang berada di dalam ruangan keluarga tersebut. Sea lalu mencium punggung tangannya mereka yang ada di dalam sana.
"Calon mantennya cantik yah, pantesan pria dari Kota itu tergila-gila padanya," puji Ibu Annah yang nantinya besok akan mendandani Sea sebelum akad nikahnya.
Semua orang tersenyum mendengar pujian dari mulutnya Bu Annah selaku pihak mua terkenal di kampungnya termasuk juga Sea ikut tersipu malu menanggapi pujian demi pujian yang dia dengar.
Sea menatap mereka satu persatu sebelum menjawabnya, "Aku serahkan sama ibu saja,mana yang paling terbaik dan cocok untuk Aku pakai, aku tidak pintar memilih soalnya," terangnya seraya tersenyum karena sedikit malu soalnya dia buta kalau masalah model fashion sekarang yang lagi ngetrend di kampungnya.
Ibu Annah tersenyum sebelum menimpali perkataan dari Sea,"kalau begitu Ibu punya dua pakaian baru dan menurutnya ibu pasti kedua pakaian ini sangat cocok dan pas di tubuhmu,"ucapnya dengan mengambil dua model gaun pengantin itu.
Ada dua lembar gaun pengantin satu warna gold dan satunya lagi warna putih gading. Ibu Jannah menaruh pakaian itu ke atas meja.
"Bagaimana kalau kamu coba satu persatu dulu dari duanya baru kita bantu kamu untuk memilihnya yang paling bagus untukmu," Perintah ibu Annah yang mengusulkan kepada Sea agar mencoba satu persatu dari gaun pengantin tersebut.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1