
Pakaian itu membungkus dengan pas di tubuhnya yang berisi, berotot dan kekar itu. Dengan baju kaos putih dan celana jeans biru dongker menutupi kaki jenjangnya. Ditambah dengan sebuah kaca mata hitam sebagai aksesoris pelengkap yang bertengger di atas hidung mancungnya. Jam tangan dengan mereka terkenal melingkar di pergelangan tangan kanannya.
Dia membuka kacamata hitamnya yang membuat semua orang terhipnotis dengan ketampanannya. Dan sebagian orang lagi terkesima dan terkejut dengan apa yang mereka lihat kala itu.
"Sepertinya dia artis dari ibu kota Jakarta, tampannya membuat pangling," batinnya Nina.
Pintu samping dekat kemudi mobil itu terbuka lebar ke atas bukan ke samping tapi perlahan naik. Seorang pria dengan memakai pakaian casual dipadukan dengan otfit yang sangat cocok dan pas ditubuhnya. Pakaian itu membungkus dengan pas di tubuhnya yang berisi, berotot dan kekar itu.
Baju kaos putih dan celana jeans biru dongker menutupi kaki jenjangnya. Dengan sebuah kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung mancungnya.
Dia membuka kacamata hitamnya yang membuat semua orang terhipnotis dengan ketampanannya. Dan sebagian orang lagi terkesima dan terkejut dengan apa yang mereka lihat kala itu.
Para emak-emak, ibu-ibu bapak-bapak, gadis-gadis perawan kampung semuanya melototkan matanya, mulutnya mereka menganga membentuk huruf o, mereka terpana dan terpesona melihat Sultan berjalan ke arah mereka sambil membuka kacamatanya yang setia sedari tadi bertengger di atas hidung mancungnya.
"Itu kan Samudera, aku yakin itu dengan apa yang aku lihat," lirihnya Bu Hana.
"Apa aku tidak salah lihat, itu kan suaminya Seana," Pak Toni membeo.
"Bagaimana ini, Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon sudah balik apa yang akan terjadi jika dia mengetahui kalau istrinya tidak ada karena ada kejadian yang disebabkan oleh Willy Widianto Ardiansyah," batinnya Bu Mina.
Bu Mina melirik sekilas ke arah Pak Toni. Mereka kebingungan dan sedikit cemas apabila Anjas bertanya tentang keberadaan Seana istrinya.
Sam tersenyum ke arah mereka dengan senyuman yang mampu melelehkan hati para gadis jomblo dan emak-emak yang kesepian.
"Assalamualaikum," sapanya Samudera ke arah mereka.
__ADS_1
"Waalaikum salam," jawabnya mereka bersamaan.
Bu Lina dan Putri dan Nina setelah mendengar informasi dari masyarakat jika ada orang kaya yang datang berkunjung ke rumah Seana.
"Ibu!! Ayo lah cepat, apa sih yang Ibu lakukan kenapa lama sekali?" Tanyanya Anjani yang sedikit berteriak dengan ngomel-ngomel melihat tingkah laku ibunya seperti seseorang yang akan bertemu dengan orang nomor satunya di Indonesia saja.
Mereka bahagia bercampur takut atas kedatangannya Samudra. Mereka tidak menyangka jika Sam yang datang kali ini berbeda dengan Sam yang kurang lebih sekitar enam bulan lalu meninggalkan kampung mereka. Sekarang pulang dalam keadaan yang sangat berbeda dibandingkan kala itu. Para ibu-ibu sudah saling berbisik-bisik tetangga membisikkan kedatangan Arjuna.
"Ya Allah… semoga saja jika Sam tidak bertanya tentang perihal Seana tidak ada yang menceritakan kejadian yang sebenarnya yang dialami oleh Sea, aku takut jika Raja emosi dan marah hingga nekat membuat rusuh bahkan membuat dirinya masalah baru yang cukup besar," batin Bu Hana dengan raut wajah yang ketakutan dan kecemasan yang berlebihan itu.
Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon segera maju dan salim satu persatu kepada emak-emak dan bapak-bapak yang kebetulan ada di sana.
"Bagaimana kabarnya Bu Mina?" tanyanya Samudra yang memperlihatkan senyuman smirknya di hadapan Bu Mina.
"Alhamdulillah kabar kami semuanya baik-baik saja Nak, kalau kamu bagaimana terutama kesehatan kamu apa sudah pulih dan sembuh total?" Tanya balik Bu Mina yang berusaha untuk mengalihkan perhatiannya Sam agar dia bisa sementara waktu melupakan Seana istrinya.
Anjani yang ditanya seperti itu, segera membuka matanya dengan lebar hingga dia mampu melihat Sam yang begitu sempurna di matanya mereka.
"Kenapa Samudera semakin ganteng saja yah Bu? Kalau aku tahu sedari dulu jika Sam adalah anak sultan dan orang kaya aku pasti akan menghalangi mereka untuk nikah," cicit Bu Lina yang sangat menyesali keputusannya dahulu yang tidak mencegah mereka untuk menikah.
"Kenapa semua pria tergila-gila kepada Seaa sedangkan saya satupun dari mereka tidak ada yang berniat untuk menikahiku?" Umpat Putri Anjani yang ingin marah dan berteriak tapi langsung dicegah oleh Bu Lina.
"Hey!! Putri ingat batasan kamu, kamu sendiri yang menyuruh dulu pria itu melamar adiknya Ridwansyah sehingga kamu hampir menjadi perawan tua," sarkas Bu Lina.
"Ihh Ibu sembarang saja, kita seharusnya cari tahu apa maksud kedatangannya dan cari cara untuk membuat Samudera marah-marah karena kesalahannya Anjas, karena aku yakin mereka akan menutupi rahasia besar yang terjadi antara Seaina dengan Willy gitu deh Bu," jelasnya Bu Lina yang sangat bahagia saat menemukan ide yang sangat bagus untuk memecah belah mereka.
__ADS_1
Bu Lina dan putri tersenyum penuh kelicikan karena memiliki cara yang sangat jitu untuk menghancurkan mereka orang-orang yang suka dengan Seana.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..