
Winda adiknya Willy yang diam-diam mendengar pertengkaran dan keributan antara Bapak dan ibunya tidak berani muncul di hadapan mereka berdua. Ia hanya bersembunyi dibalik pintu kamarnya. Saking takutnya hingga tubuhnya tadi sempat gemetaran, karena ini yang pertama kalinya melihat kedua orang tuanya berdebat.
"Ibu, harus sabar kalau Ibu seperti ini terus siapa yang akan membantu Abang," bujuk Winda anak bungsunya Pak Ardiansyah.
Pak Ardiansyah meninggalkan istrinya yang terduduk di atas lantai dengan kesedihan dan penyesalannya yang mendalam. Pak Ardiansyah sangat menyayangkan dan menyesal atas musibah yang menimpa Seana dan melibatkan putra sulungnya itu.
"Ya Allah…. Apa salahku hingga putraku jadi seperti ini? Apa aku terlalu memanjakannya dan tidak teliti melihat dengan siapa dia bergaul? Aku sangat tahu siapa putraku jadi mustahil jika tidak ada orang yang merecoki pikirannya sehingga dia berbuat nekat," sesalnya Bu Melani yang sangat menyayangkan putranya bertindak bodoh dan gegabah.
Winda membantu Ibunya berdiri dari posisi terduduk di depan pintu masuk rumahnya. Winda juga ikut sedih melihat keterpurukan kedua orang tuanya akibat dari perbuatan Willy kakak satu-satunya itu.
"Winda telepon segera Pak Joni untuk segera kesini, Ibu ingin bicara ada yang penting yang ingin Ibu bicarakan dengan beliau," perintah Ibunya lalu berjalan ke arah kursi yang ada di dalam ruangan tamunya.
"Baik Bu," sahut putrinya yang meninggalkan dia lalu berjalan ke arah kamarnya.
Winda mempercepat langkahnya karena tidak mau membuat ibunya menunggu terlalu lama. Ia pun berjalan tergesa-gesa dan menjalankan segera perintah dari ibunya itu.
"Ya Allah… sabarkan lah ibuku dan berikanlah kami jalan keluar yang terbaik dari permasalahan tersebut," batinnya Winda yang berdoa untuk kebaikan dan keselamatan keluarganya.
Ibu Melani mengambil hp dari tangan putrinya. Dia maju mendekati anaknya karena tidak ingin menunda lebih lama lagi rencananya. Dia berharap agar apa yang dilakukannya membuahkan hasil yang sesuai dengan keinginannya tersebut.
__ADS_1
Ia ingin meminta tolong kepada Pak Joni selaku detektif swasta untuk mengetahui dan menyetujui apa sebenarnya yang telah terjadi. Alasan dibalik kejadian yang mencoreng dan mempermalukan nama baiknya dan keluarga besarnya. Dia sangat malu dengan ulah putranya itu.
"Baiklah Pak, saya tunggu informasi selanjutnya dari bapak, kalau bisa dan tolong usahakan hari ini juga infonya sudah aku dapatkan," pintanya kepada Pak Joni.
Pak Joni adalah pria yang cukup disegani di daerah itu. Hanya sekali perkataannya semua orang akan tunduk padanya. Dengan alasan itu pula lah Ibu Melani percaya kalau pak Joni bisa membantunya.
Pak Joni lihai dan pandai serta cerdik selalu memecahkan masalah, misteri seperti berita kehilangan. Ia mencari informasi dan bukti yang berkaitan dengan penyerangan dan percobaan tindak pelecehan terhadap Seana calon mantan menantunya yang sudah dianggap anaknya sendiri.
Pak Joni selama ini selalu menjalankan pekerjaan dan tugasnya dengan baik dan sempurna. Bu Melani baru bisa bernafas lega setelah berbicara dengan Pak Joni. Ada sedikit perasaan lega dan plong setelah mengutarakan keresahannya dan kesedihannya beberapa saat lalu.
"Winda bersiaplah Nak! kita akan menjenguk Sea terlebih dahulu di rumah sakit lalu kita ke kantor polisi melihat kondisi Abangmu," jelas Bu Melani kepada putrinya itu.
"Semoga saja Sea tidak parah penyakitnya nantinya bisa dan bersedia memaafkan Willy atas perlakuan kasarnya yang telah melukai hati nurani dan fisiknya Sea," lirihnya yang masih menangis tersedu-sedu di tempatnya.
......................
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…
__ADS_1