
Ibu Annah tersenyum sebelum menimpali perkataan dari Sea,"kalau begitu Ibu punya dua pakaian baru dan menurutnya ibu pasti kedua pakaian ini sangat cocok dan pas di tubuhmu,"ucapnya dengan mengambil dua model gaun pengantin itu.
Ada dua lembar gaun pengantin satu warna gold dan satunya lagi warna putih gading. Ibu Jannah menaruh pakaian itu ke atas meja.
"Bagaimana kalau kamu coba satu persatu dulu dari duanya baru kita bantu kamu untuk memilihnya yang paling bagus untukmu," Perintah ibu Annah yang mengusulkan kepada Sea agar mencoba satu persatu dari gaun pengantin tersebut.
Sea kebingungan untuk memilih dan menentukan pilihannya. Ada dua lembar gaun pengantin satu warna gold dan satunya lagi warna putih gading. Ibu Annah menaruh pakaian itu ke atas meja.
Ibu Annah tersenyum simpul ke arahnya Sea, "Bagaimana kalau kamu coba satu persatu dulu dari duanya baru kita bantu kamu untuk memilihnya yang paling bagus untukmu," ujar ibu Annah.
Sea hanya menganggukkan kepalanya dan tidak ingin membantah penjelasan dari Ibu Jannah karena menurutnya, pasti apa yang sudah diputuskan dan dipilihkan untukku adalah yang terbaik. Seana segera masuk ke dalam kamar untuk mencoba satu persatu dari gaun pengantin tersebut.
Sea membolak-balik gaun pengantin itu, "Ya elah, gimana caranya memakai pakaian ini?" Gumamnya Sea dengan kebingungan sendiri.
Seana ingin meminta tolong tapi cukup malu, tidak bertanya takut juga untuk merusaknya. Ia sudah memutar-mutar gaun warna putih itu di tangannya tapi, masih saja belum menemukan caranya untuk memasukkan ke dalam tubuhnya.
Raut wajahnya sudah berubah, "Kancing resletingnya ada di mana yah? Apa ini?" Sea segera membuka sedikit kain tipis yang berada di dalam renda itu dan ternyata apa yang dilakukannya berhasil juga.
Seana kesulitan untuk memakai salah satu gaun itu karena maklumlah ini yang pertama kalinya memakai gaun pengantin atau gaun pesta apapun selama hidupnya.
Sea tersenyum sumringah, "Syukur Alhamdulillah, ternyata disini tempat resletingnya toh," lirihnya lalu segera mulai membukanya.
Dengan penuh kehati-hatian dan sangat pelan, dia memakai gaun pengantin itu. Sea segera berjalan ke arah lemari yang kebetulan ada cermin besarnya yang melekat di balik pintunya.
Gaun itu membungkus tubuhnya dengan sempurna, bahkan ukurannya seperti dia lah yang khusus diberikan oleh desainernya. Padahal mereka sama sekali tidak mengetahui ukuran tubuhnya Sea hanya sekedar menebak dan memilih gaun terbaru buatan salon dan butik mereka.
__ADS_1
"Apa ini aku? mungkin cermin ini salah kasih gambar bayangan yah, aku tidak mungkin secantik ini lagian ini hanya baru kali ini aku memakainya," terangnya dengan memutar bolak balik tubuhnya dan berputar-putar hingga gaun itu mengembang dengan sempurna.
Sea sangat terkejut dan keheranan melihat pantulan dirinya di depan cermin. Dia tidak menyangka ternyata memakai gaun itu membuatnya cukup cantik dan sangat menarik hingga penampilannya sangatlah berbeda dari sebelumnya, padahal ia belum memakainya.
Sea berjalan ke arah luar dengan langkah yang sangat lambat tapi sedikit kesusahan. Karena ujung gaun pengantin itu cukup panjang dan menjuntai ke belakang.
"Ya kenapa juga bentuknya panjang begini, bikin susah saja,apa penjahitnya itu sengaja buat pakaian yang buat orang kesusahan," dengusnya dengan sedikit kesal sambil mengangkat ujung gaunnya tersebut.
Perhatian semua orang tertuju pada Seana yang mengangkat gaunnya. Tidak satupun dari mereka yang tidak terpana dan terpesona dengan penampilan barunya Seana hari itu.
Mereka pangling melihat penampilan Sea yang sungguh sangatlah cantik yang sudah berbalut gaun pengantin walaupun tanpa polesan make up sedikit pun di wajahnya. Ibu-ibu dan emak-emak semua pandangannya tertuju pada sosok Sea yang berjalan tertatih dan berjinjit saking tidak terbiasanya dan tidak pernah sekalipun memakai gaun apa pun.
Ibu Mirna segera mendekatinya sembari mengelus rambutnya yang panjang itu lalu berkata, "Nak kamu sangat cantik, wajahmu sangat mirip dengan almarhumah mendiang ibumu," ucapnya yang memuji kecantikannya Sea dengan air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya.
"Serius Bu, kalau saya cantik memakai pakaian ini? Atau jangan-jangan Ibu Mina hanya menghibur saya saja," sanggahnya dengan raut wajahnya yang sangat tidak percaya.
"Memang betul apa yang dikatakan oleh ibu Linda, saya saja yang baru lihat kamu sudah sangat yakin jika kelak nanti suamimu tidak akan berpaling darimu apapun yang terjadi hingga kalian kakek nenek," terang Ibu Salamah dengan senyuman ramahnya.
"Kalian terlalu memuji, mungkin kalian hanya menghiburku saja, iya kan ibu-ibu?" Tanyanya Sea yang semakin tidak percaya dengan kecantikan yang dimilikinya sendiri.
Semua tatapan mata tertuju pada Ibu Annah, "Amin ya rabbal alamin," semua ibu-ibu yang kebetulan berada di dalam ruangan itu mengaminkan perkataan dari ibu Annah.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…