
Sea sebenarnya sedari tadi merasakan hal yang sedikit aneh dan juga geli jika ada pria yang menyentuh anggota tubuhnya. Karena selama ini ia tidak pernah bersentuhan langsung dan sengaja dengan pria manapun itu.
Willy selalu tersenyum sedari tadi, tapi dia malahan sama sekali tidak mengetahui penyebabnya.
Seana juga merasakan geli jika ada pria yang menyentuh anggota tubuhnya. Willy selalu tersenyum sedari tadi, tapi Sea malahan sama sekali tidak mengetahui penyebabnya. Sea hanya bisa mengerutkan dan menautkan kedua alisnya tanda kebingungan sekaligus keheranan.
"Kenapa feelingku dan hatiku mengatakan Abang Willy tidak seperti dulu lagi dan ada sesuatu yang disembunyikan olehnya, tapi entah itu apa?" Batinnya Sea.
"Makasih banyak Abang, Aku sangat berterima kasih kepada Abang yang sudah membantuku untuk mengobati luka di kakiku," ujarnya lagi.
"Tidak apa-apa kok, kamu tidak perlu berterima kasih kamu seperti orang lain saja," jawabnya yang bahagia mendengar perkataan dari Seana.
Willy masih mengira jika di dalam hatinya Seana masih ada namanya dan Sea masih menyukainya hingga detik ini walaupun Seana sudah menikah. Perasaan dan pikiran Willy kadang berubah dan tidak konsisten. Ia terkadang merasakan amarahnya dan kebenciannya yang membuncah dan juga harapan dan rasa sayangnya pada Seana.
"Maaf, tadi kalau gak sengaja Abang ambil beberapa obat dari saku celananya Abang, kok Abang mempersiapkan segala macam obat dan perlengkapan kedokteran di saku celananya Abang seolah-olah Abang tahu jika aku terluka?" Tanyanya Seana dengan penuh selidik dengan nada kebingungan yang menatap langsung ke dalam kedua bola matanya Seana yang seperti orang yang mencari kebenaran dari dalam matanya itu.
"Gawat, gadis ini semakin pintar saja, aku tidak boleh menganggap remeh dan memandang sebelah mata saja, diam-diam ternyata memperhatikan semua yang aku lakukan," batinnya Willy seraya mencengkram kuat genggaman tangannya.
Willy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sambil menjawab pertanyaan dari Sea,"Abang mendengar tidak langsung dari mulut tetangga yang melihat kamu terjatuh di atas aspal panas tadi siang," jawabnya dengan cengengesan.
__ADS_1
"Oh gitu, pantesan Abang persiapkan segalanya untukku, tapi maaf yah bang, kalau bisa jangan sekali-kali lagi mengungkit atau pun mengingatkan saya tentang masa lalu kita, bagiku itu semua tinggal kenangan dan masa lalu yang tidak perlu diungkit-ungkit lagi karena saya sudah menikah dengan pria lain," jelasnya yang berharap apa yang dikatakannya dapat dimengerti dan dimaklumi oleh Willy.
Willy berinisiatif untuks segera memeluk tubuh Sea bersamaan dengan kedatangan Nina.
Nina segera memanfaatkan kesempatan dan peluang besar itu, "Ini kesempatan yang sangat bagus, aku yakin Ibu Lina akan memberikan imbalan kepadaku uang yang cukup banyak, dan aku akan memeras mereka hingga mengeluarkan uang yang banyak untuk informasi ini," gumamnya sembari mengambil gambar Sea dan Willy yang sedang berpelukan satu sama lainnya.
Sedangkan orang yang diperintahkan oleh Willy pun tidak mau kalah dengan yang dilakukan oleh Nina. Dia segera memfoto mereka sehingga banyak gambar yang diambil olehnya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Kalian berdua bersiaplah, tunggu waktu yang tepat untuk memviralkan berita ini pasti seluruh kampung akan kembali heboh dan gempar lagi seperti dahulu," gumamnya Bahari yang penuh dengan kelicikan.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
__ADS_1
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…