
"Saya suaminya penjahat itu Pak dan apa yang dikatakan oleh semua orang itu benar adanya, kami adalah saksi mata dari kebiadaban Istriku Pak, jadi aku memohon dan meminta kepada kalian untuk memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang sudah tidak punya hati nurani lagi Pak," tuturnya Pak Heru dengan tegas.
Pak Heru pasti sangat sedih, kecewa, menyesal dan tidak menduga jika dalam kehidupannya harus melihat sang istri digiring oleh pihak kepolisian sebagai terdakwa sekaligus tersangka.
"Semoga istriku bisa berubah dan introspeksi diri dan menjadi manusia yang lebih baik lagi dari kehidupan dan hari sebelumnya," Pak Heru membatin.
"Amankan segera Bu Widya sebelum ia berniat untuk melawan ataupun kabur dari sini," perintah kapten Alan.
Bu Widya segera ingin cabut dari tempat tersebut tapi, usahanya sudah terlambat dan sia-sia saja. Usaha dan upaya untuk meloloskan diri tidak berhasil karena banyak anggota personil kepolisian yang datang ke tempat tersebut membuatnya tidak berdaya.
"Lepaskan aku, aku sama sekali tidak bersalah, aku hanya korban fitnah dan tuduhan yang tidak beralasan dari mereka semua yang sirik padaku Pak polisi," kilahnya Bu Widya yang meronta-ronta dan berusaha untuk menarik perhatian dan simpatik pihak kepolisian dengan berakting seolah ia tidak bersalah sedikitpun.
"Tidak usah banyak bicara, simpan saja sanggahannya nanti ibu katakan dan jelaskan semuanya di kantor polisi saja," timpal Pak Anwar asistennya Pak Alan kapten kepolisian.
Pak Ardiansyah berjalan ke arah Pak Alan berada sambil berkata, "Makasih banyak atas bantuannya Pak Alan dan saya berharap hukum Bu Widya sesuai dengan kejahatannya agar penduduk dan masyarakat lain tidak ada lagi yang berani bertindak nekat dan mempermainkan hukum begitu saja," terangnya Pak Ardiansyah.
"Kami pasti akan melakukan semuanya sesuai prosedur hukum yang berlaku di negara kita tercinta, dan terima kasih atas kerjasamanya Pak Kepala Desa," ujarnya Pak Alan lagi.
Semua orang tersenyum lega dan bahagia karena Bu Widya akhirnya ditangkap dan digiring ke kantor polisi. Mereka sebenarnya sudah lama ingin melaporkan Bu Widya ke pihak berwajib tapi, mereka masih memberikan kesempatan kepada Bu Widya untuk berubah dan memperbaiki kelakuan dan tingkah kasarnya Bu Widya selama ini yaitu sudah sering kali menyiksa Seana keponakan dari suaminya sendiri.
"Alhamdulillah semoga tidak ada lagi Bu Widya generasi selanjutnya, aku mohon kalian mengambil hikmah dan pelajaran dari semua kejadian hari ini," ungkap Pak Ardiansyah.
"Iya Pak Desa, apa yang bapak katakan adalah benar adanya, semoga kita semua bisa lebih bijak dan dewasa dalam mengatasi segala permasalahan yang terjadi di dalam hidup kita," pungkasnya Bu Salamah.
__ADS_1
Berselang beberapa saat kemudian, Pak Ardi berdiri di tempat duduknya lalu berjalan ke arah Seana yang masih berlutut dan sambil berpegangan di pinggiran meja.
Pak Ardi memegang pundak Azalina sambil berkata, "Nak, Bapak lakukan ini yang terbaik untukmu, bapak tidak ingin melihatmu terus-menerus dihina dan dipojokkan oleh orang lain."
"Tapi Pak, gimana dengan Abang Willy, kami sudah berjanji akan menikah jika Abang sudah pulang dari ibu Kota," tuturnya yang mengingat janjinya bersama Willy cowok yang menjadi sahabat sekaligus kekasihnya itu.
"Kamu tenanglah, Bapak yang akan mengurus semuanya itu, kamu sama sekali tidak perlu merisaukannya, insya Allah putraku akan menerima dan mau mengerti dengan keputusan dari Bapak dan kamu nantinya," jawabnya Pak Ardiansyah yang berusaha untuk membujuk Seana untuk menerima dengan lapang dada keputusannya tersebut.
Perasaan sedih sangat jelas terasa dirasakan oleh Pak Ardiansyah, tapi beliau berusaha menutupinya dengan senyuman, apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Seana memeluk tubuh Pak Ardi yang sudah dianggap sebagai pengganti bapaknya.
Air matanya yang sedari tadi Ia tahan sudah membanjiri sebagian pipinya Seana. Hatinya teriris sembilu dan bagaikan tertusuk ribuan jarum yang langsung menikam dan menusuk jantungnya.
"Willy, maafkan bapak Nak, bapak terpaksa melakukan hal ini karena kasihan melihat Seana terus disiksa oleh bibinya, aku tidak sanggup melihat Sea setiap hari mendapatkan perlakuan kasar dari Bu Widya," batin Pak Ardiansyah.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1