
Penuturan dokter membuat semua orang sedih dan marah sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Mereka tidak ada yang menyangka jika akibat dan dampaknya akan seperti ini jadinya.
"Kalau gitu saya permisi dulu Bu, karena masih banyak pasien yang harus kami tangani," ucap Pak Dokter yang berpamitan kepada ibu-ibu dan bapak-bapak yang semakin banyak yang berdatangan memenuhi ruang perawatan inap Sea.
Mereka saling bertatapan dan raut wajah mereka berbeda-beda yang tidak bisa tergambarkan. Raut wajah sedih bercampur kecewa dan marah menjadi satu bagian di dalam hati mereka.
Kenyataan dan fakta yang baru mereka dengar mampu membuat hati dan jiwa mereka terguncang. Semua tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapan mereka. Para ibu-ibu dan bapak-bapak berwajah sendu saking sedihnya melihat kondisi kesehatan Seana yang sangat memprihatikan dan mengkhawatirkan juga.
"Kalau seperti itu Susanti! Ibu minta tolong pulanglah ke rumahnya Aza untuk mengemasi beberapa barang-barangnya Aza di rumahnya dan bawalah juga beberapa berkas penting miliknya, ini kunci rumahnya Nak," tutur Bu Mina sembari mengayunkan sebuah kunci ke tangannya Santi.
"Baiklah kalau begitu,saya sama Riswan pamit pulang, tapi kapan kita akan berangkat Bu?" Tanyanya Susanti.
"Insya Allah besok pagi sesudah shalat subuh saja, bagaimana dengan kalian apa setuju dengan usulku ini?" Tanyanya Bu Mirna.
Bu Mina mengedarkan pandangannya lalu melihat satu persatu orang yang berada di dalam sana, "Lebih cepat lebih baik kalau menurut saya Bu, kasihan dengan Sea jika harus menunda lebih lama lagi, kasihan kondisi Sea jika menundanya lagi," jawab Bu Hana.
"Iya benar sekali, apa lagi Dokter Irsyadi menjelaskan semuanya tadi jadi sebaiknya secepatnya kita antar Sea hingga ke Jakarta," timpal Pak Toni.
Setelah mereka meremukkan dan berunding untuk membahas persiapan mereka ke Jakarta bertepatan dengan kedatangan Pak Ardiansyah.
"Assalamualaikum," ucap salam Pak Bakri selaku kepala Desa setempat.
"Waalaikum salam Pak," jawab mereka serentak lalu kembali menolehkan wajahnya ke arah Seaza yang duduk diam sambil menekuk kedua lututnya dengan pandangan matanya yang kosong.
"Apa maksud dari perkataan bapak dan ibu? Kalau tidak salah kalian tadi mengatakan akan membawa Sea ke Jakarta?" Tanyanya Pak Bakri Ardiansyah yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan emak-emak dan bapak-bapak.
__ADS_1
"Begini Pak Desa, setelah dokter memeriksa keadaan dari Nak Sea, beliau memutuskan dan menyimpulkan bahwa jalan terbaik dan satu-satunya cara untuk mengobati rasa trauma dan ketakutannya akibat dari ulah anaknya Bapak kami akan membawanya besok ke Jakarta sesuai petunjuk dari Pak Dokter," sarkas Bu Hana dengan raut wajah yang kurang menyukai kedatangan Pak Ardi karena marah dengan kelakuan bejaknya dan tidak terpuji Willy Widianto Ardiansyah.
"Betul sekali yang dikatakan oleh Bu Hana Pak Desa, tapi kami semua menyayangkan dengan sikap brutal dan tidak berprikemanusiaan perbuatan dan sikap brengseknya putra Bapak kalau bukan Willy seorang," ketusnya Pak Anton yang sangat marah.
Pak Anton marah karena mereka tidak menduga anak seorang kepala desa yang dikenal baik, sopan, ramah dan berpendidkan tinggi ,tapi ternyata perbuatannya tidak mencerminkan semua itu.
Pak Bakrie Ardiansyah yang mendengar suara sumbang dan membuat dia malu hanya bisa bersabar dan tabah karena dia sadari wajar orang-orang bersikap seperti itu.
"Semoga saja pelakunya dihukum dengan hukuman yang berat dan setimpal, gak adil jika tersangkanya terbebas dari hukuman sedangkan korbannya sakit tidak berdaya karena keadaan dan kejadian yang memilukan," sindir ibu Hana lagi yang menatap jengah dan kesal kearah rombongan Pak Desa.
"Ya Allah… kuatkan aku dan berilah aku ketabahan," batinnya Pak Bakri.
Bu Mirna menatap jengah ke arah pak Ardiansyah Bakrie,"Jadi, apa putranya bapak sudah di penjara dan mendapatkan hukuman yang pantas untuk semua perbuatannya itu?" Tanyanya Bu Mina yang sangat kecewa dan sedih melihat kondisi dari Seana yang hampir jadi orang gila yang tidak waras.
Pak Ardiansyah menatap ke arah mereka satu persatu, "Kalau masalah hukumannya Willy anakku, ibu sama bapak tidak perlu risau dengan semua itu, karena bagi saya semua orang sama di depan mata hukum tidak ada perbedaan sedikit pun, jadi kalian perlu hanya fokus pada penyembuhan Sea dan saya berjanji akan membantu untuk membiayai perawatan Sea selama di Jakarta," terang Pak Bakri Ardian dengan tegas.
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away.. 1. Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Syaratnya Wajib: Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
__ADS_1
Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..