Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 110


__ADS_3

Juanda menghembuskan nafasnya dengan kasar, seolah-olah banyak beban yang ada di pikul di pundaknya.


"Aku mencintai Sherlyana dari sekitar empat tahun yang lalu dan hanya Sherly yang ingin aku nikahi dan kelak akan menjadi pendamping hidupku Papi, hanya dia bukan orang lain sampai kapan pun kalau bukan Sherlina lebih baik aku hidup membujang untuk selamanya," jelas Anggara dengan tegas dan tidak ingin dibantah oleh siapa pun.


Pak Prasetya Mulya Lubis terdiam seribu bahasa mendengar penjelasan dari anak semata wayangnya itu. Raut wajahnya seketika langsung berubah dan tidak bisa terbaca sedikit pun.


"Papi sudah menduganya, jika Sherly adalah wanita yang kamu cintai," batinnya Pak Pras.


Tuan Dokter Prasetiya menatap ke arah Anggara putra semata wayangnya itu. Dia kemudian tersenyum. Anggara yang melihat senyuman dari Papinya tidak mengerti dan tidak bisa membaca maksud dari senyuman itu.


"Papi akan merestui hubungan kalian dengan satu syarat," tutur Pak Hambali yang menatap intens anaknya.


Anggara balas menatap papinya lalu membalas perkataan dari Papinya," Syarat!!"


"Iya syarat, papi ingin mendapatkan calon menantu yang bisa Papi andalkan dalam segala hal, misalnya masak seperti mami di rumah yang selalu masakin kita makanan lezat setiap hari," ungkap Pak Hambali.


Pak Hambali dan istrinya ibu Naurah menginginkan menantu yang bisa dan pintar memasak. Mereka tidak perduli masalah latar belakang pendidikan, kekayaan atau pun keluarganya.


Pak Hambali tidak menghiraukan yang namanya bebet, bibit dan bobot dari seorang perempuan untuk calon istri puteranya. Bagi mereka hanya satu yang paling penting bisa memasak makanan itu saja sudah cukup baginya.


"Masak!!" Cicitnya Anggara.


"Iya, hanya perlu pintar masak , kalau Sherly bisa memasak makanan yang lezat untuk papi dan Mami, kami akan merestui hubungan kalian," tutur Pak Hambali tersenyum penuh arti.

__ADS_1


"Bagaimana ini, aku tidak pernah melihat Sherly sedikit pun untuk memegang pisau, selama ini selalu dilayani oleh asisten rumah tangganya,apa pun itu dia tidak pernah sendiri apa lagi menginjakkan kakinya ke dapur," lirihnya Anggara.


Raut wajahnya Anggara langsung berubah drastis dari sumringah sekarang sendu. Kekhawatiran dan ketakutan meliputi perasaan dan hatinya.


"Aku sudah yakin, Sherly tidak akan mampu untuk masak makanan, mungkin saja masak mie instan pun tidak bisa," batinnya Pak Hambali yang tidak pernah mengalihkan pandangannya kepada pemuda yang tiba-tiba terdiam membeku di tempat duduknya.


"Bagaimana Angga!!! Apa kamu bisa melakukan sesuai permintaan dan keinginan kami?" Tanyanya dengan bersedekap dada di depan anaknya.


"Apa aku harus jujur saja kalau Sherly tidak bisa masak makanan apa pun? Sebaiknya aku berbicara terlebih dahulu dengan Sherly dan semoga dia bisa memenuhi kriteria Papi dan Mami," batinnya yang sangat berharap agar Sherly bisa.


"Kalau dia bisa memasak, bawa ke rumah besok siang,kami ingin makan makanan yang dimasak oleh tangannya Sherly, apa kamu bisa?" Tanyanya Pak Hambali yang melihat putranya ada guratan kegundahan dan keraguan yang terpancar dari kedua bola matanya.


"Baiklah!! Saya akan membawa Sherly besok ke rumah dan membuktikan kepada kalian jika hubungan kami serius,bukan main-main yang seperti pacaran anak remaja di luar sana," jawabnya lalu berjalan kearah luar ruangan pribadi Papinya dengan langkah yang tegas.


Bukk… buk…


Dokter Hambali hanya tersenyum simpul melihat reaksi dari anaknya.


"Bodoh, dari dulu kami sudah merestui hubungan kalian, walaupun kamu belum mau jujur dan mengakuinya di depan kami dan orang lain," terangnya yang masih tersenyum bahagia karena putranya akhirnya bisa jujur pada dirinya sendiri.


"Apa yang harus aku katakan pada Sherly? Bagaimana jika dia sama sekali tidak pintar masak, ya Allah… apa yang harus aku lakukan kalau hubungan kami sudah diujung tanduk?" Lirih Anggara lalu menyandarkan punggungnya ke tembok.


Dia menyugar rambutnya dengan gusar. Raut wajahnya berubah sedih, air matanya menetes membasahi pipinya.

__ADS_1


Anggara membayangkan wajahnya Sherlly selalu tersenyum kepadanya setiap kali menyambut kedatangannya. Hanya berucap sepatah kata saja, Sherly sudah tersenyum simpul dan sangat manis.


"Aku tidak mau jika Sherly mengetahui semua ini dan terluka hingga hatinya harus sedih dan terluka," ratap Anggara.


Orang-orang yang kebetulan melewati jalan tempatnya Angga berdiri, memperhatikan wajahnya dengan seksama dan kadang mereka berbisik-bisik, tapi Anggara sama sekali tidak peduli dengan respon dari mereka.


"Apa aku jujur saja dihadapan Sherly agar aku aku mengetahui hal itu, tapi walaupun mereka atau siapa saja yang tidak merestui hubunganku aku tidak peduli, aku tetap akan menikahi Sherly tanpa restu dari siapa pun termasuk dari kedua Orang tuanya dan orang tuaku!!"


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away..



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.



Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.

__ADS_1


Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


__ADS_2