
Walaupun tidak ada cincin pengikat hubungan mereka, ke dua orang tua jauh-jauh hari sudah merencanakan perjodohan dan pernikahan mereka jika sudah besar kelak nanti. Air matanya menetes membasahi pipinya, dia menatap ke arah cincinnya yang warnanya sedikit pun tidak pudar padahal sudah tiga tahun lebih dia pakai.
"Abang, maafkan aku," gumamnya Seana dengan sesekali menyeka air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya.
Dia menekuk lalu memeluk kakinya dengan kuat, air matanya terus menetes membasahi wajahnya. Hingga teriakan dari seseorang yang membuatnya mengakhiri lamunannya.
"Seana!!!!" Teriak seseorang.
Air matanya menetes membasahi pipinya, dia menatap ke arah cincinnya yang warnanya sedikit pun tidak pudar padahal sudah tiga tahun lebih dia pakai.
"Abang, maafkan aku." Dia menekuk kakinya lalu memeluk dengan kuat, air matanya terus menetes membasahi wajahnya. Hingga teriakan dari seseorang yang membuatnya mengakhiri lamunannya.
"Seana!!!!" Pekiknya Nina dengan raut wajahnya yang memerah menahan amarahnya.
Seana tersentak dan juga terlonjak kaget mendengar teriakan dari kakak sepupunya. Ai spontan berdiri sambil secepatnya menghapus air matanya.
"Aku masih bisa menerima gara-gara kamu ibuku masuk penjara tapi jika kamu ingin kembali melanjutkan hubungan kamu dengan Abang Willy maaf saja, aku tidak akan mengijinkan dan membiarkan hal itu terjadi," gertak Nina dengan kedua bola matanya yang seolah akan melompat dari tempatnya saja.
Seana hanya terdiam dan tak bergeming sedikitpun. Ia hanya fokus melihat ke arah tangannya Nina jika sewaktu-waktu ia spontan melayangkan pukulan ke tubuhnya itu.
"Hey!!! Apa alasanmu tidak ingin menerima pernikahanmu dengan pria itu?" Geram Nina dengan mendorong tubuhnya Seana hingga terduduk kembali ke atas balai-balai itu.
__ADS_1
Bruk….
Seana sudah cukup jengah melihat sikap kasarnya Nina, "Saya dengan pria itu tidak melakukan apa pun yang tidak baik, jadi apa alasannya saya harus menerim lamarannya?" Tanyanya dengan ikut berdiri di depan Kakak sepupunya itu dengan raut wajah yang sulit terbaca..
"Aku ingin tertawa terbahak-bahak mendengar perkataanmu, terus yang mereka lihat itu apa? Kamu terlalu pintar bicara, tapi kamu perlu tahu jika menolak untuk menikah dengannya jangan salahkan saya jika kamu diusir dari kampung kita," tunjuknya tepat di depan wajahnya Sea dengan kuat.
Seana segera memegang jarinya Nina, lalu membalas perkataannya, "Aku tahu maksud kakak memaksaku untuk menikahi pria itu," ujarnya sembari menghempaskan tangannya Nina.
Nina tertawa terbahak-bahak, "Oohh sekarang kamu sudah bisa melawan rupanya, kenapa baru sekarang haaa!!! Bukan sedari dulu kamu perlihatkan kekuatan kamu ga!!!" Teriaknya sambil menjambak rambutnya Seana dengan sekuat tenaganya.
Seana tidak tinggal diam, menurutnya sekaranglah saatnya untuk melawan kezaliman Nina. Dia tidak ingin membiarkan sepupunya bertindak semena-mena lagi. Dia akan melawan jika diperlukan kasar dan tidak baik oleh orang lain.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
__ADS_1
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1