Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 60


__ADS_3

Mereka melanjutkan acara makan-makan dengan makanan yang mereka sudah persiapkan sedari tadi. Suasana semakin akrab dengan penuh kebersamaan. Tawa bahagia memenuhi ruangan tersebut hingga sore hari.


Berselang beberapa saat kemudian, satu persatu mereka berpamitan untuk pulang karena mereka sudah terlalu lama berada di rumah sakit dan takut jika mengganggu kenyamanan istirahat dari para pasien.


"Sea pakaian ganti kamu ada di dalam tas ini, dan kamu mulai detik ini harus menjaga dan selalu bersama dengan Nak Sam hingga dia sudah diijinkan pulang oleh Dokter," terang Ibu Mina.


"Makasih banyak Ibu, aku tidak tahu bagaimana cara membalas kebaikan kalian," ucap sendu Sea yang sangat merasa bahagia dan sedikit sedih karena dia merasa tidak pantas untuk mendapatkan kebaikan mereka.


Mengangumi pasangan halal itu sesuatu yang luar biasa. Sam kembali dibuat terpesona dengan penampilan Seana dalam balutan pakaian selutut berwarna peach blossom itu. Dia sangat cocok dengan pakaian tersebut dia tampak lebih dewasa, modis, dan feminim dengan pakaian tersebut.


"Cantik dan sangat seksi, kenapa kamu mampu membuat dadaku berdebar kencang, istri kecilku!" Batinnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.


Sam tak menampik jika ia mengagumi penampilan dari Seana yang sangat cantik dan terkesan ayu dan natural tanpa ada polesan make up-nya. Siapa pun yang melihatnya pasti akan dibuat terpesona dengan penampilan barunya Seana hari itu.


"Dia sangat cantik bahkan melebihi kecantikan dari wanita ular itu," gumamnya Samudera yang membuat Seana menolehkan kepalanya ke arah Sam yang sedari tadi tidak berkedip dan terus menatapnya.


"Maaf, Abang tadi ngomong apa? Aku kurang dengar dari perkataan Abang," tuturnya dengan penuh kelembutan.


Sam salah tingkah dibuatnya karena kepergok diam-diam mengagumi Istrinya sendiri, "eehh tidak apa-apa kok, Abang hanya mencoba mengingat apa namanya makanan yang kamu suapkan untukku," kilahnya yang tidak ingin Sea mengetahui yang sebenarnya apa yang sedang dia rasakan di dalam lubuk hatinya yang terdalam.


"Ooohh gitu toh Abang, aku kira apaan gitu," timpal Sea dengan sedikit membentuk bibirnya seperti o sehingga seperti sedikit memonyongkan bibirnya ke arah Sam.


Sma yang melihat hal itu, hampir saja hilang kendali dan ingin segera menerkam tubuh Seana, untung saja dia segera cepat tersadar dari apa yang dilakukannya itu.


Seana membantu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya Sam hingga makanan itu tak bersisa sedikit pun. Ia merasa bersyukur karena selama dia datang ke rumah sakit, Sam sama sekali tidak pernah menolak makanan apa saja yang diberikan untuknya, bahkan dia tidak segan untuk menghabiskan seluruh makanannya hingga tandas tak bersisa sedikit pun.


"Abang minum obat dulu, baru istirahat, semoga Abang segera sehat dan pulih kembali seperti sedia kala," ujarnya yang sangat berharap bisa melihat Sam bisa sembuh total seperti dahulu.


"Kenapa dia berkata seperti itu? Apa dia merasa kerepotan dan terbebani mengurusku dan merawat tubuhku yang cacat ini," batinnya Sam menatap dalam matanya Sea yang seolah mencari tahu sebuah kebenaran.

__ADS_1


Sea yang ditatap seperti itu terdiam dan terpaku, padahal obat dan gelas yang berisi air putih sudah berada di dalam genggamannya tepatnya di depan Sam.


Sea hanya membalas tatapannya Sam dengan seulas senyumannya yang mampu kembali menggetarkan hatinya Sam. Ia spontan memegang bagian dadanya. Sea yang melihat hal itu, segera menyimpan gelas dan obat itu di atas meja nakas ranjangnya.


Seana wajahnya nampak pucat pasi, "Abang, apa yang terjadi? Apa ada yang sakit?" Tanyanya yang ketakutan karena melihat suaminya yang tiba-tiba memegangi dadanya.


Samudra yang diperhatikan seperti itu terus melanjutkan aksi dan aktingnya untuk mengetes dan melihat sejauh mana Sea perduli padanya apa akan cemas dan segala macamnya atau hanya akan cuek saja.


"Tidak tahu kenapa, dadaku tiba-tiba berdetak sangat kencang dan hal ini baru terjadi padaku," terangnya dengan mimik wajahnya yang seperti orang meringis kesakitan yang luar biasa.


Sea sudah ketakutan melihat kondisi dari Sam. Dia sudah berfikiran yang macam-macam melihat Raja yang memegang dadanya.


Dia segera bertindak dan berjalan ke arah ranjang, " Abang tunggu di sini yah, aku akan segera memanggil Dokter untuk segera memeriksa kondisi dari Abang," ucapnya lalu berjalan dengan tergesa-gesa ke arah luar.


Sam ingin tersenyum melihat reaksi natural yang diperlihatkan oleh Sea di depan kedua matanya yang melihat Sea sudah tidak kelihatan segera tertawa terbahak-bahak dan menutup mulutnya agar suaranya tidak terdengar hingga keluar.


Sea semakin menambah kecepatan langkah larinya karena khawatir dengan kondisi dari Sam yang hanya seorang diri di dalam kamar perawatan yang sedang sakit. Ia yang terus berlari ke arah ruangan dokter yang selama ini menangani kondisi suaminya.


Nafasnya memburu dan ngos-ngosan, dia memegang ujung tembok untuk mengatur ritme nafasnya agar jika dia berbicara dengan dokter dia bisa berbicara lancar tidak tersengal-sengal.


Tol.. tok.. tok..


Tangannya terus mengetuk pintu itu dengan tidak sabaran.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:


__ADS_1


Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2