
Bruk!!!!!!! Pranggg!!!
Suara pintu dibanting dengan sangat kuat oleh Willy.
Willy berhenti melangkahkan kakinya lalu memutar kepalanya ke arah Sea yang masih berdiri mematung tak bergeming ditempatnya," Aku akan kembali lagi dan jangan panggil aku Willy jika tidak melakukan sesuatu pada pria yang menjadi suamimu itu!" ancam Willys dengan menunjuk ke arah Sea.
Seana tertunduk lesu seraya berucap, "Maaf seperti itulah kenyataannya Abang, aku sudah menikah dengan pria lain," lirihnya dengan wajahnya yang sendu.
Tetesan air matanya membasahi pipinya, dia tidak menyangka jika secepat ini Willy harus mengetahui kenyataan jika dirinya telah menikah dan sudah resmi menjadi istri orang lain.
Willy bungkam seribu bahasa dalam keterpurukannya, ia sama sekali tidak menduga bahwa kekasihnya yang sangat dicintainya telah melanggar janjinya untuk menikah dengan pria lain. Tapi, kedua bola matanya memerah menahan amarahnya yang sudah membuncah dan menggebu-gebu di dalam otak dan kepalanya itu.
"Aku akan membalas perbuatan kalian ini padaku," umpatnya Willy seraya menggenggam kepalan tangannya dengan kuat.
"Maaf," hanya kata itu yang sering meluncur dari bibirnya Seana.
"Abang yakin apa yang kamu katakan adalah prang saja, iya kan Sea??" Tanyanya yang langsung bangkit dari posisinya yang berlutut sedari tadi tapi tangannya meraih kedua tangannya Seana.
"Maafkanlah saya Abang, semua ini sudah ditakdirkan oleh Allah SWT kalau hubungan kita cukup sampai di sini, dan tidak perlu ada yang disesali, karena tidak mungkin aku menyalahi garis tangan kita yang ditakdirkan Tuhan," ungkapnya Seana yang mengalihkan pandangannya ke arah lain karena tidak mampu menatap ke dalam kedua bola matanya Willy.
Tangannya Willi semakin mengepal kuat, matanya memerah, dadanya kembang kempis menahan amarahnya yang bergemuruh tapi ia berusaha untuk berpura-pura menutupi kenyataan itu agar Sea tidak menyadari kemarahan dan kebenciannya.
"Aku tidak akan membiarkanmu bahagia dengan suamimu dan aku akan buat kalian menderita, terlalu sakit dan hancur hatiku kalian sakiti seperti ini." Geram Willy tatapannya tajam menatap ke arah Seana yang terdiam terpaku dalam pikirannya.
Willy meninggal Sea begitu saja tanpa sepatah kata pun lalu meninggalkan Sea yang sedari tadi menangis tersedu-sedu. Willy berjalan ke arah luar dan menyenggol lengan Seana dengan kuat, tanpa meminta maaf dan menyapa Seana sedikit pun ketika meninggalkan rumahnya itu.
__ADS_1
"Maaf, hubungan kita cukup sampai di sini, entah kenapa perasaanku mengatakan jika Abang sudah berubah tidak seperti dulu lagi, aku lihat Abang mulai kasar dan pemarah padahal dulu selalu berbicara lemah lembut dan manis padaku, sekalipun tidak pernah mengasariku tapi, hari ini semuanya terjawab sudah," lirihnya yang terduduk di kursi kayunya yang telah usang itu.
Pandangannya tertuju pada lantai dengan sesekali air matanya terjatuh ke atas pahanya yang terbungkus celana treningnya yang berwarna biru tua itu. Sea melupakan keberadaan suaminya yang sudah lama pergi. Ia terlalu larut dan kalut dalam kesedihannya dan rasa kecewanya.
Willy berjalan pulang ke rumahnya dengan sumpah serapah yang keluar dari mulutnya, di jalan tanpa sengaja dia bertemu dengan Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.
Willy menatap tajam ke arah Samudra dengan penuh dendam dan kebencian yang membuncah di dalam dadanya. Willy melangkahkan kakinya lalu berjalan ke arah Sam yang berdiri di bibir pantai dengan tatapan membunuhnya.
Willy menunjuk ke arah dadanya Samudra, "Ingat baik-baik!! Aku selamanya tidak akan pernah mengijinkan kalian bahagia, apa pun dan bagaimana pun caranya akan aku lakukan untuk memisahkan kalian dan Sea akan menjadi milikku seorang, camkan itu!!" Bentaknya sembari menunjuk langsung tepat di wajahnya Sam.
Sedangkan Sam sama sekali tidak menimpali perkataannya Willy sedikit pun, karena menurutnya hal itu tidak ada manfaat dan gunanya meladeni orang yang gila dan stres. Dia berdiri tak bergeming diam dalam kebungkamannya. Willy segera berlalu dari hadapannya Samudera yang terpaku dalam kediamannya itu, hanya senyuman tipisnya yang tersungging dari sudut bibirnya.
"Kamu akan merasakan kepedihan, kehancuran, kesedihan dan keputusasaan yang mendalam karena aku akan menghancurkan keutuhan rumah tanggamu itu!!" Jeritnya Willy kemudian pergi dan hadapannya Sam.
"Aku tidak akan biarkan wanitaku direbut oleh pria manapun, aku akan menunggu tantanganmu," pekiknya Samudera saat Willy belum terlalu jauh dari tempatnya berdiri di pinggir pantai.
Keikhlasan mengantarkan kamu ke pintu yang dinamakan kesuksesan.
Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…