
"Kalau masalah hukumnya Willy, ibu sama bapak tidak perlu risau dengan semua itu, karena bagi saya semua orang sama di depan mata hukum tidak ada perbedaan sedikit pun, jadi kalian perlu hanya fokus pada penyembuhan Sea dan Saya berjanji akan membantu untuk membiayai perawatan Sea selama di Jakarta," terang Pak Ardi dengan tegas.
"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, kami sangat bahagia karena mendengar perkataan dari Pak Desa, dan semoga Sea segera sembuh dan tidak akan ada lagi kejadian seperti ini dikemudian hari nantinya," harap Bu Mirna yang pemikiran mereka sama dengan yang lainnya.
Flashback On..
Ingatannya kembali saat dia akan berpisah dengan Willy. Mereka duduk di pinggir pantai waktu itu, Seana yang duduk di atas ayunan sedangkan Willy berdiri di belakangnya sambil sesekali mendorong ayunan.
"Sea, besok Abang akan ke Ibu Kota untuk melanjutkan sekolah Abang, kamu tidak apa-apa kan kalau aku tinggal empat tahun?" Tanyanya yang tangannya tidak berhenti mendorong ayunan pacarnya itu dengan perlahan.
Sea menolehkan kepalanya ke arah Anjas sembari berkata, "insya Allah.. aku akan baik-baik saja Abang, aku hanya berharap sesampainya di sana jangan pernah lupakan Seana," jawabnya dengan sesekali berteriak jika kakinya yang polos itu terkena air gelombang pasang dari laut.
Willy kemudian berlutut di hadapan kekasihnya Seana yang duduk diatas ayunan rotan, dia memegang kedua tangannya Seana lalu berkata, "Abang meminta sama kamu, tolong jaga selalu hatimu dan bersabarlah untuk selalu menunggu kedatangan Abang."
Seana menganggukkan kepalanya, dan tetesan air matanya perlahan menetes membasahi pipinya. Dia sedih dan takut tapi, demi cita-cita dan masa depannya bersama Willy dengan berat hati dia harus berusaha untuk mengikhlaskan kepergian Willy untuk menuntut ilmu di Ibu Kota.
Willy akan melanjutkan studinya di ibu kota Jakarta demi masa depan mereka. Willy merogoh saku celananya dan mengambil sebuah cincin emas yang beberapa hari lalu berhasil dibeli dari hasil tabungannya sendiri.
Willy meraih tangan kirinya Azalina lalu menyematkan cincin emas tersebut ke dalam jari manisnya Seana . Dia semakin menangis tersedu-sedu dan ada rasa takut yang terbesit di dalam hatinya jika dia tidak akan bersatu seperti dulu lagi. Willy berdiri lalu perlahan memajukan wajahnya ke arah Sea.
Mereka berciuman sepintas layaknya anak-anak remaja yang belum tahu apa pun. Walaupun tidak ada cincin pengikat hubungan mereka kedua orang tua Willy jauh-jauh hari sudah merencanakan perjodohan dan pernikahan mereka jika sudah besar kelak.
Air matanya menetes membasahi pipinya, dia menatap ke arah cincinnya yang warnanya sedikit pun tidak pudar padahal sudah tiga tahun lebih dia pakai.
"Abang, maafkan aku," gumamnya Seana.
__ADS_1
Dia menekuk lalu memeluk kakinya dengan kuat, air matanya terus menetes membasahi wajahnya. Hingga tepukan di atas lengannya dari seseorang yang membuatnya mengakhiri lamunannya.
Wajahnya Willy terbayang-bayang di pelupuk ujung matanya. Dia kembali teringat saat di hadapan pamannya, Willy berani melamarnya dan melingkarkan cincin tunangan di jari manisnya. Air matanya perlahan menetes tanpa aba-aba dia refleks menghapus jejak air matanya diam-diam, ia tidak ingin ada yang melihat kesedihan dan dukanya.
"Maafkan aku Abang, semua ini aku lakukan demi ketenangan masyarakat yang sudah mengira aku gadis yang tidak baik, semoga Abang menerima kenyataan ini dan menghargai keputusanku," Batinnya Seana dengan raut wajahnya yang sendu.
"Bagaimana Nak Sea, apa kamu bersedia menikah dengan Samudera?" Tanyanya Ibu Mirna lagi.
Seana tidak mungkin menolak keinginan yang telah masyarakat putuskan. Bersedia atau tidak pernikahan mereka akan tetap berlangsung. Tidak mungkin ia juga bisa mundur. Dengan membaca basmalah Seana memantapkan hatinya untuk menerima pinangan dari pria yang dikenalnya dalam sebuah musibah.
"Sea!! apa kamu siap menjadi istrinya Ocean?" tanya Pak Ardiansyah selaku mantan calon bapak mertuanya itu.
Sea menatap sendu Pak Ardi selaku kepala Desa dan mantan calon mertuanya itu, dia masih berharap ada keajaiban yang membuat mereka gagal menikah sehingga sesekali menatap ke arah pintu.
"Ya Allah… apa yang harus aku lakukan, apa aku harus menikah dengan Samudra sedangkan hati ini masih utuh untuk hanya untuk Abang Willy seorang," Sea membatin dan terdiam tak bergeming sedikitpun padahal semua pandangan orang-orang di dalam ruangan itu tertuju padanya seorang.
Semua mata tertuju pada Seana yang tiba-tiba terdiam membisu dalam kebungkamannya dan menunggu kapan dia akan membuka mulutnya dan setuju mengatakan iya. Semua berharap agar Sena tidak terlalu lama mengambil keputusan.
"Bagaimana Nak Seana apa sudah ada jawabannya?" Tanya Ibu Mirna yang mengerti dengan apa yang terjadi pada Sea.
Mereka sudah mengetahui jika Seana adalah calon istrinya Willy putra dari kepala desa mereka. Dan sejujurnya mereka sempat shock dan tidak percaya jika Seana berbuat hal yang tidak senonoh dengan pria lain.
"Aki ber-sedia un-tuk me-ni-kah dengan Mas Sa-mu-dera," ucap Seana dengan sedikit tergagap dan terbata-bata disertai dengan air matanya yang menetes membasahi pipinya tapi buru-buru dia menghapusnya.
"Syukur Alhamdulillah, Seana sudah menerima lamaran dan pinangannya Samudera, jadi dua hari kedepan mereka akan menikah di tempat ini juga kebetulan Samudra masih butuh perawatan yang intensif dari dokter setelah mengalami kecelakaan," jelas Pak Ardi yang tidak ingin memungkiri jika hatinya sedih dan kecewa jika Sea akan menikah dengan pria lain bukan putranya sendiri.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu merisaukan semua persiapannya, kami sudah mengaturnya dan kamu hanya tinggal persiapkan dirimu untuk jadi istrinya Samudera," ucap ibu Rima sekaligus tetangganya juga.
Seana hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan mereka. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kebaikannya. Samudra sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari Seana calon istrinya yang terpaut delapan tahun dengannya.
ΩΩΩΩΩΩΩΩ
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…