
"Bibi lepaskan, sakit!!" Keluh Seana sembari berusaha untuk melepaskan pegangan tangan bibinya.
Orang-orang yang kebetulan masih berada di dalam ruangan Balai Desa tidak bisa mencegah ibu Widya karena hal tersebut begitu cepat terjadi. Mereka berusaha untuk melerai mereka agar perlakuan kejam dari Ibu Widya bisa diredam.
"Ibu Widya!! tolong lepaskan tangan Ibu dari rambutnya, kasihanilah Seana, Bu." Bujuk Pak Rusman.
"Ya Allah… Ibu Widya Anda sudah bertindak di luar kendali dan batas, apa jangan-jangan ibu kesurupan hantu laut!!" Sarkas Pak Doni yang sudah kesal dan jengkel dengan sikapnya Bu Widya yang sama sekali tidak sadarkan diri saat menyiksa Seana yang terus berusaha untuk menghindari siksaan Bu Widya.
Niat hati hanya ingin menolong, tapi berujung dengan petaka. Entah akan berakhir atau pun malah akan bertambah runyam masalah yang dihadapinya. Awalnya hendak ke tempat pelelangan seperti biasanya.
Tetapi, telinganya mendengar suara seseorang yang meminta tolong hingga dia menghentikan kayuhan sepedanya. Hatinya Sea tergerak dan terpanggil untuk segera menolong pria itu yang sudah tidak berdaya sama sekali.
Sea segera bertindak untuk memberikan nafas buatan kepada Pria tersebut yang dilihatnya dalam keadaan yang sangat tidak baik. Pria yang ditolongnya adalah korban tenggelam sehingga pakaian yang tersisa ditubuhnya hanyalah sepotong underwear saja.
Hal itu terjadi karena derasnya dan kuatnya terjangan ombak dan arus laut sehingga keadaannya Samudra waktu itu hanya selembar kain yang menutupi tubuhnya tepat dibagian sensitifnya sebagai seorang pria sejati. Hanya saja kondisi pria itu yang tidak memakai pakaian selembar pun membuat seana kala itu semakin tersudutkan hingga tak bisa berbuat banyak untuk membela dirinya.
Apa lagi orang-orang melihat mereka sedang memberikan nafas buatan untuk menolong pria tersebut. Mereka pun digiring ke Balai Desa setempat. Agar kepala Desa bisa memberikan solusi yang terbaik untuk permasalahan itu.
Masyarakat yang melihat kejadian tersebut sebagai saksi, tidak ingin berita tersebut sampai ke telinga Bibinya Seaina. Mereka takut dan khawatir, jika Ibu Widya akan bertindak kejam seperti biasanya.
Disaat sea melakukan kesalahan walaupun hanya masalah sepele, pasti akan mendapatkan hukuman yang fatal hingga berujung membuat tubuh Sea penuh dengan luka lebam dan memar.
Tapi, apa mau dikata Ibu Widyaa mendengar kabar tersebut sehingga dia tergesa-gesa datang ke Balai Desa. Dia langsung menjambak rambut panjang Sea, tanpa bertanya sedikitpun akar muasal permasalahannya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Ya Allah… siapa yang telah membocorkan berita ini hingga ke telinga manusia berhati batu itu?" Gumam Bu Salamah yang menatap jengah kedatangan Bu Widya yang berjalan tergesa-gesa.
Ibu Widya dengan raut wajahnya yang garang dan matanya sudah memerah segera mengerahkan seluruh kekuatannya dan tanpa aba-aba langsung menarik rambutnya Seana dengan sekuat tenaga, hingga beberapa helai rambutnya terlepas dari akarnya.
"Bibi lepaskan, sakit!" Keluh Seana sembari berusaha untuk melepaskan pegangan tangan bibinya.
Orang-orang yang kebetulan masih berada di dalam ruangan Balai Desa tidak bisa mencegah ibu Widya karena hal tersebut begitu cepat terjadi. Mereka berusaha untuk melerai mereka agar perlakuan kejam dari Ibu Lina bisa diredam.
"Ibu Lina!! tolong lepaskan tangan Ibu dari rambutnya, kasihanilah Seana, Bu." Bujuk Pak Rusman dengan berusaha untuk melerai keduanya.
Beberapa orang lainnya sudah pulang dari balai desa yang tersisa adalah Bu Salamah, Pak Rusman, Pak Toni dan pak Doni saja.
Pak Doni sudah berusaha untuk membantu Seana, tetapi memang dasar ibu Lina yang keras kepala dan egois tidak mendengarkan perkataannya.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
__ADS_1
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1