Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 80


__ADS_3

Awalnya gerakan dan balasan yang diberikan oleh Seana cukup kaku, tapi lambat laung mampu juga mengimbangi permainan lidah dari Sam.


Samudra yang pengalaman pertamanya cukup berani untuk menantang Seana yang sudah pernah sekali mencicipi dan merasakan nikmatnya berciuman. Tapi, masih kaku saja.


Naluri Sam sebagai seorang pria dewasa yang mampu menuntun dan membimbinnya hingga suara ketukan pintu rumahnya membuat mereka terpaksa untuk mengakhiri panasnya ciuman mereka yang pertama selama mereka menikah.


Tok…. Tok…


Suara ketukan pintu itu semakin keras dan kuat seakan orang itu tidak sabar saja menunggu pintunya dibuka dengan pemilik rumah. Seolah-olah orang yang mengetuk pintu itu dikejar oleh sesuatu. Semakin lama suara ketukannya semakin besar pula.


"Tunggu dulu, sabar kenapa!!" jeritnya Sea dari arah dalam dapur.


Suara ketukan pintu itu membuyarkan kegiatan mereka berdua. Seana refleks menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap wajah suaminya. Sedangkan Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon sedikit mengerang kesal karena kegiatannya terpaksa terhenti disaat di puncaknya.


"Sial!! Siapa sih yang datang bertamu di malam begini mengganggu saja aktifitas kami berdua!" Umpatnya Sam dengan raut wajahnya yang penuh dengan amarah saking kesalnya.


Sam meredakan amarahnya dengan cara mengecup puncak kepala istrinya sebelum meninggalkannya di dalam dapur.


"Siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini?" Keluhnya Seana yang sedikit marah karena ketukan orang itu sangat mengganggu.


"Abang saja yang buka pintunya, kamu bereskan saja piringnya," perintah Sam yang mengusulkan agar Sea berdiam diri di dalam dapur.


Sam berjalan ke arah pintu depan, sambil terus ngedumel tidak jelas. Sea yang mendengar keluh suaminya hanya bisa tersenyum malu-malu. Sea mengelus punggung suaminya agar Sam tenang.


"Kalau orang yang iseng aku akan menghajar nya sampai ia tidak akan muncul di depan aku lagi!!" Makinya Samudera.


Sam memutar knop pintu lalu memutar kunci yang tergantung di pintu itu. Pintu itu terbuka hanya sebagian saja, karena sudah malam. Ia menatap dingin kepada siapa orang yang bertamu malam itu tanpa ada niat untuk menegur atau menyapa pria yang sama sekali tidak diharapkan kedatangannya.


Sam terdiam dan memperhatikan orang itu dari ujung rambut hingga ujung kaki,"Pria ini siapa? Aku baru melihatnya, dan jika dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang di sini?" Sam membatin dan terus menelisik pria muda yang berdiri tegak di depannya.

__ADS_1


Willi tersenyum ramah, "Assalamualaikum, maaf Abang! apa Sea ada?"tanyanya sembari mengedarkan pandangannya ke arah dalam rumahnya.


"Maaf Anda siapa dan ada urusan apa mencari Seana?" Ketusnya Sam yang tidak mengerti dan tidak mengetahui siapa pria muda ini walaupun sudah ada sedikit bayangan tentang siapa dia.


Pria itu baru ingin menjawab pertanyaan dari Sam, sudut ekor ujung matanya melihat Sea yang berjalan ke arah mereka. Senyuman pria itu langsung mengembang dikala pujaan hatinya telah muncul di hadapannya.


"Abang Willy," cicitnya Sea yang bahagia melihat kedatangan mantan kekasih sekaligus tunangannya itu di rumahnya.


Willi tanpa permisi langsung berjalan ke arah dalam tanpa basa-basi pada Sam yang berdiri di ambang pintu. Bahkan Willy menyenggol sedikit lengannya Samudra tanpa ada niat untuk berbasa-basi menyapa dan meminta maaf padanya. Samudraa hanya terdiam tanpa kata melihat reaksi keduanya.


Willy segera memeluk tubuhnya Azalina dengan erat," Seana sayang, Abang sangat merindukan dirimu, Abang pulang ke kampung hanya untuk melihatmu, bahkan Abang langsung ke sini dari Ibu Kota tanpa pulang ke rumah lebih dulu karena aku sangat merindukan dirimu," tuturnya dengan pelukannya yang erat di tubuhnya Seana.


Seana tanpa sadar membalas pelukan dari Willy seperti yang dilakukan oleh Anjas padanya. Wajahnya sumringah bahagia karena pria yang sudah satu tahun lebih itu tidak dilihatnya.


Sea sama sekali melupakan keberadaan suaminya yang berada juga di dalam rumah itu saking bahagianya bisa melihat kekasihnya yang dari kota karena hampir setahun tidak bertemu.


"Sayangku, Abang sangat merindukanmu, Abang tidak tenang di Kota jika tidak mendengar kabar darimu, demi cita-cita dan masa depan kita, Abang rela kuliah dan tinggal jauh darimu," ucapnya Willy yang sudah meneteskan air matanya.


Jederr… keder… duaaarr…


Tubuhnya Sam sedikit terhuyung ke belakang saat mendengar perkataan dari istrinya sendiri membuatnya menatap ke arah Sea. Istrinya sama sekali tidak mengingat dan peduli padanya jika dia ada di dalam rumah itu, ia bagaikan seonggok pakaian yang siap dicuci.


Raut wajahnya Sam berubah masam, tangannya tiba-tiba mengepal kuat hingga matanya sudah memerah. Jakungnya naik turun dan bola matanya memerah menahan amarahnya yang sudah ke ubun-ubun dan menggebu-gebu.


"Dia pria yang selama ini disayanginya, pria yang selalu membuatnya melamun dan meneteskan air matanya, mungkin kehadiranku di antara mereka tidak pantas dan menjadi orang ketiga diantara mereka, apa lah artinya aku di dalam hidupnya sedangkan pria itu adalah kekasih sekaligus tunangannya," lirih Sam yang masih tak bergeming di tempatnya berdiri.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:

__ADS_1



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2