Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 116


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, keduanya pun pamit kepada Seana setelah pintu Toko ditutup rapat dengan baik. Sea tersenyum melihat dan melepas kepergian mereka untuk pulang ke rumah.


"Kalian sangat baik dan aku bersyukur mempekerjakan kalian di tempatku," pungkas Sea lalu membuka pintu rumahnya.


Tetapi belum sempat dia menutup rapat pintu itu. Pintu tersebut terdorong dengan kuat dari luar hingga tubuhnya Sea sedikit terhuyung ke belakang. Matanya terbelalak melihat siapa orang yang tega melakukan hal itu. Sea tidak menyangka jika orang itu datang bertamu ke rumahnya dengan cara yang kasar.


Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar. Adanya penyesalan adalah untuk menyadarkan bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang. Ketakutan itu sementara, penyesalan itu hanya selamanya.


Ibu Melani segera mendudukkan tubuhnya di atas ranjang tempat Seana berada. Dia mengelus punggung dari Sea penuh dengan kasih sayang dan kehangatan.


Tapi, apa yang dilakukannya ternyata membuat Seana bereaksi dengan mendorong tubuhnya Ibu Melati lalu beringsut menjauh hingga tubuhnya bersandar ke sandaran bangkar rumah sakit.


"Pergi!!! Aku tidak ingin melihatmu ada di sini," pekik Sea lalu menunjuk ke arah Ibu Melani dengan raut wajahnya langsung berubah penuh amarah sedangkan bola matanya memerah menahan amarahnya.


Seana mendorong kuat tubuhnya Bu Meilani," Pergi!! Tolong pergi dari sini, Jangan dekati aku!!!" Teriak Seana lagi yang sudah mirip seperti orang yang kesurupan saja.


Orang-orang yang kebetulan ada di dalam sana keheranan sekaligus bingung melihat sikap Sea terhadap Ibu Meilani. Selama ini, sikap mereka berdua jika diperhatikan dan dilihat dari kesehariannya sepertinya hubungannya bagaikan anak dan ibunya saja.


"Apa yang terjadi padamu nak? Tenanglah ini ibu yang sengaja datang untuk melihat keadaanmu," tutur Ibu Meilani.


Ibu Meilani kembali mendekati Seana yang berusaha untuk membujuknya. Ibu Mirna yang melihat hal tersebut segera bertindak.


"Bu Meilani, mungkin sebaiknya Ibu jangan dekati Seana dulu Bu, kasihan dengannya Sea yang selalu histeris jika Ibu dekati, jadi jalan yang terbaik kita semua cari amannya," pungkasnya Bu Mirna.


Ibu Azizah ikut menimpali pembicaraan mereka," iya ibu apa yang dikatakan oleh Bu Mina benar adanya, kita kasihkan melihat kondisi mental Sea jika Ibu terus terusan membujuk atau pun berusaha ibu dekati jadi sebaiknya jaga jarak dulu lah Bu." Usulnya ibu Azizah.


"Benar sekali itu Bu, untuk menghindari agar kondisi psikis dan jiwanya Sea yang terguncang hebat akibat ulah putranya Ibu sebaiknya Ibu tinggalkan kami di sini saja bersama Sea," sarkas Ibu Hana sepupu dari Ibunya Aza.

__ADS_1


Winda segera merangkul ibunya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi perkataan dari beberapa ibu-ibu di dalam ruangan itu.


"Ibu sebaiknya kita pergi dari sini, apa yang mereka katakan benar adanya, kasihan juga dengan Mbak Seana,"bujuk Winda sambil mengelus punggung mamanya Bu Meilani agar lebih bersabar.


"Benar sekali semua yang emak-emak katakan Bu Meilani, kami tahu ibu menyayangi Seana, tapi demi kebaikan dan penyembuhan dari Seana sendiri, mungkin jalan terbaik dan sebaiknya ibu untuk sementara waktu jangan mendekat atau bisa jangan ganggu ketenangan dari Sea Bu," sahut Pak Doni yang ikut sedih melihat Seana.


Mereka sangat menyenangkan kejadian dan peristiwa tersebut terjadi dan menimpa Seana. Gadis yang baik hati dan ramah itu bernasib sangat malang. Bu Melati dan putrinya meninggalkan ruangan tersebut tanpa pamit sedikit pun. Bu Melati meneteskan air matanya karena kasihan melihat kondisi Sea sendiri.


"Maafkan Willy nak, ibu juga merasa marah dengan perbuatannya Willy, walaupun ia adalah putraku," batinnya Bu Meilani.


Beliau juga sedih menanggung beban rasa malunya akibat gara-gara perbuatannya anak sulungnya sendiri.


Winda memegang mengapit lengan ibunya lalu berucap," Ibu harus kuat, sabar dan tabah menjalani semuanya, ia yakin akan ada hikmahnya dibalik semua ini."


Ibu Meilani hanya menatap sendu anak bungsunya itu. Dia tidak menyangka jika sikap putrinya lebih dewasa dan bijaksana daripada dirinya sendiri.


"Ya Allah… maafkanlah hambaMu ini, aku sudah terlalu banyak dosa, hingga musibah ini menimpa keluargaku," lirih Bu Meilani.



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO

__ADS_1


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away..



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.



Syaratnya Wajib:

__ADS_1


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


__ADS_2