Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 118


__ADS_3

"Sebaiknya pasien segera di bawah ke ibu kota Jakarta untuk segera mendapatkan perawatan medis yang lebih bagus lagi, karena kami meminta maaf di rumah sakit kita ini fasilitas dan dokter khusus spesialis psikiater di rumah sakit belum ada," terangnya Pak Dokter dengan tersenyum ramah agar mereka tidak terlalu cemas dan takut.


"Ke Ibu Kota Jakarta?" Susan membeo mendengar penjelasan dari dokter.


Semua pasang mata memandang ke arah Susan yang tersenyum cengengesan menanggapi tatapan para bapak-bapak dan ibu-ibu.


Begitu banyak kata andai untuk mengawali setiap penyesalan. Begitu kamu mulai menyesal itu sudah terlambat. Akan selalu ada penyesalan setelah kehilangan sesuatu, yang selama ini kamu sia-siakan.


Bu Mina segera berjalan mendekati Pak Dokter," bagaimana dengan kondisi putri kami Dok?" Tanyanya yang sangat khawatir.


"Sebaiknya Azalina segera di bawah ke ibu kota Jakarta untuk segera mendapatkan perawatan medis yang lebih bagus lagi, karena kami meminta maaf di rumah sakit kita ini fasilitas dan dokter khusus spesialis psikiater di rumah sakit belum ada," terangnya Pak Dokter Irsyadi dengan tersenyum ramah agar mereka tidak terlalu cemas dan takut.


"Ke Ibu Kota Jakarta?" Susan membeo mendengar penjelasan dari dokter.


Tangannya Rian refleks segera mencubit mesra lengannya Susan yang kebetulan berada di sampingnya itu.


"Auhhh!! Sakit" keluhnya Susan saat mendapatkan cubitan mesra dari Rian suaminya itu yang sedikit meringis kesakitan saat cubitan mendarat di atas kulitnya.


Susan menatap nyalang ke arah pria yang baru sebulan itu jadi kekasih halalnya. Rian hanya membalas dengan menyimpan jari telunjuknya di depan bibirnya tersebut. Bu Mina dan pak Toni yang melihat hal tersebut hanya tersenyum dengan tingkah anak muda itu.


"Apa tidak ada jalan lain Dokter yang terbaik dari saran dokter tersebut?" Tanya Bu Hana dengan raut wajah yang serius.


"Iya Pak Dokter, kami tidak tahu jika Sea dirawat di Jakarta siapa yang akan menjaganya? Yang kami tahu Jakarta dari sini jaraknya sangat jauh Pak Dokter dan butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit pula," sanggah Pak Antoni.


"Andai saja rumah sakit perlengkapan medisnya serta dokter spesialis jiwa yang paling bagus ada di sini pasti pasien tidak perlu dirujuk ke Jakarta Pak," jelas Pak Dokter Irsyadi.


Mereka saling berpandangan satu sama lain. Dan tidak mengerti bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Mereka sangat ingin mengantar dan menjaga Seana secara bergantian hingga Seana dinyatakan sembuh total dari penyakitnya tapi, mengingat biaya dan ongkos perjalanan dan selama mereka di sana tidak cukup dan mampu untuk melakukannya.


Jika mungkin kalau hanya satu dua hari masih bisa dan mampu untuk melakukannya, tapi jika dilihat dan setelah mendengar penjelasan dari dokter bahwa penyakitnya Sea cukup serius dan harus ditangani dengan baik oleh dokter yang berkompeten di bidangnya.


"Aku dan Abang Rian yang akan menemani Mbak Sea hingga sembuh nantinya di Ibu Kota, itu hanya sekedar usulan kami," tutur Susan yang membuat beberapa orang melongok tidak percaya dengan perkataannya.

__ADS_1


Mereka tidak percaya sekaligus bahagia karena ada orang yang ikhlas dan rela menjaga dan merawat Sea, nantinya jika sudah di Jakarta.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, Ibu sangat bahagia dan kamu tidak perlu khawatir dan mencemaskan kami semua yang ada disini bisa mengantar kalian ke Jakarta tapi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya tidak bisa lebih dari dua hari," terang Ibu Haena.


"Tapi, kalian akan menginap di mana selama di sana?" Tanyanya Bu Mirna dengan wajah sendu.


"Kalau masalah rumah insya Allah, saya ada keluarga yang kebetulan bekerja di sana Bu," timpal Rian.


"Syukur Alhamdulillah kalau seperti itu," balas Bu Aida yang baru ikut bergabung dengan mereka.


"Jadi, kira-kira kapan kami bisa membawa Sea berobat Dokter?" Tanya Pak Toni.


"Secepatnya malah lebih bagus Pak, karena jika ditunda lagi bisa berakibat fatal yang mengakibatkan gangguan jiwa akut dan bisa bertahan untuk selamanya seumur hidup Aza," ungkap dokter.


Penuturan dokter membuat semua orang sedih dan marah sekaligus dalam waktu yang bersamaan.


Mereka tidak ada yang menyangka jika akibat dan dampaknya akan seperti ini jadinya.


Mereka saling bertatapan dan raut wajah mereka berbeda-beda yang tidak bisa tergambarkan. Raut wajah sedih bercampur kecewa dan marah menjadi satu bagian di dalam hati mereka.


Pengumuman!!!!!


Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away..



Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.


Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.


__ADS_1


Syaratnya Wajib:


Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.


Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


__ADS_2