Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 19


__ADS_3

Seana mengulurkan jari manisnya ke hadapan Pamannya tapi langsung dicegah oleh Pak Heru,"jangan jari yang itu Nak, karena itu khusus untuk calon suamimu nantinya jika kalian sudah menikah."


Seana sangat bersyukur dengan pemberian amanah dari ibunya yang disampaikan oleh pamannya sendiri.


"Suatu saat nanti, Bapakmu pasti akan datang mencarimu," Pak Aksa membatin.


Tanpa ragu dan banyak pikir Seana segera menaikkan tangan kanannya karena tadi dilarang oleh Pak Aksa pamannya kakak dari mendiang ibunya..


"Ini baru cocok Nak, dan Paman harap apapun yang terjadi tolong cincin ini dijaga dengan baik," ucapnya.


Seana terus memandangi jarinya yang tersematkan sebuah cincin yang sangat cantik.


"Cincinnya sangat cantik seolah-olah ini dibuat khusus untukku," batinnya Sea.


Pak Aksa membatin dan menatap iba ke arah keponakan satu-satunya yang dia miliki "Maafkan Paman Nak, paman belum bisa jujur tentang bapakmu karena Paman belum yakin dengan apa yang Paman lihat beberapa hari yang lalu saat berada di kota, tapi paman janji akan mencari tahu siapa pria yang mirip dengan Bapakmu itu."


"Cantik yah Paman cincinnya,"puji Seana lalu memperhatikan dengan seksama cincin itu yang tidak bosan dan jemu memandang cincin peninggalan ibunya.


"Sudah nanti saja kamu pandangi dan puji terus cincinmu, sudah hampir jam 8 pagi, sana mandi dan jangan terlalu lama, orangnya Ibu Jannah sudah datang di rumahnya Bu Mirna menunggu kedatanganmu untuk di make up," perintahnya dan mulai beranjak dari tempat duduknya semula.


"Baik Paman, perintah segera dilaksanakan," kelakar Seana dengan tersenyum cengengesan.


Pak Aksa terdiam sejenak, "Paman akan kembali ke kota dan menyelidiki semuanya sesuai dengan apa yang Paman lihat, kalau itu benar Fahri berarti dia belum meninggal saat kecelakaan maut itu."


Pak Aksa menerawang jauh saat terakhir melihat adik iparnya saat kapal yang mereka pakai mencari ikan tenggelam dan tubuhnya Fahri ikut hanyut di dalam laut dan mayatnya hingga detik ini tidak ditemukan.

__ADS_1


Seana bangkit lalu bergegas ke kamar mandi dan segera membersihkan seluruh tubuhnya dengan perlengkapan mandi yang kemarin diberikan khusus oleh Ibu Jannah sebagai kado pernikahannya.


"Shamponya wangi banget yah, lembut saat diusapkan diatas kepalanya hingga menyeluruh ke ujung rambut," ujarnya yang memuji shampo tersebut.


Seana tak henti-hentinya memuji pemberian ibu Hanah untuknya. Dia sangat bahagia karena mendapatkan sesuatu yang sangat berguna dalam hidupnya itu dengan cuma-cuma.


"Bismillahirrahmanirrahim, mungkin ini yang terbaik untuk kami bertiga," batin Seana.


Beberapa saat kemudian, Sea sudah berada di depan orang yang telah siap dan menunggunya sedari tadi untuk memoles dan mempercantik penampilan dan wajahnya.


"Selamat tinggal Abang Willy, selamat datang Abang Samudera," lirihnya Sea.


Beberapa saat kemudian, Seana sudah didandani dan memakai gaun pengantin warna gold. Gaun itu terpasang dengan cantik di tubuhnya dengan begitu pasnya.


Hingga lekukan tubuhnya begitu terpampang jelas hingga membuatnya semakin cantik dan seksi. Semua orang memuji kecantikan dari Seaina yang sudah tampil berbeda dari biasanya dan sangat cantik itu.


Bu Hana sedikit memutar tubuhnya Sea lalu berkata, "Seana sangat cantik bahkan kecantikannya mengalahkan princess Syahrini loh saat dia menikah," ucap Ibu Hana yang sangat pangling melihat penampilan Seana.


"iya benar apa yang ibu katakan, Sea sangat cantik dan bagaikan mutiara yang berada di laut terdalam yang tersembunyi dan tidak tersentuh oleh siapa pun dan apa pun itu," timpal ibu Norma yang kebetulan juga hadir ingin menyaksikan pernikahan mereka.


"Aku sangat setuju dan sepaham dengan pujian kalian, karena memang kenyataannya Sea itu gadis kampung tapi sangat cantik bahkan banyak artis ibu kota yang dikalahkannya," puji Bu Linda yang tersenyum bahagia melihat Sea yang tersipu malu mendapatkan berbagai pujian untuknya.


"Sudah-sudah memujinya,apa pakaian yang akan dipakai oleh nak Sam sudah dikirim ke rumah sakit?" Tanya Ibu Hanah yang memotong pembicaraan para ibu-ibu dan emak-emak rempong yang baik hati.


"Alhamdulillah semua persiapan di rumah sakit sudah selesai dan hanya menunggu rombongan dari sini," sahut Ibu Mirna lagi.

__ADS_1


Seana yang mendengar perkataan dan berbagai pujian yang dilayangkan kepadanya membuatnya tersipu malu dan wajahnya memerah menahan rasa malunya tersebut.


ΩΩΩΩΩΩΩΩ


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…


__ADS_2