Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 16


__ADS_3

Sea yang mendengar seruan namanya dipanggil segera menolehkan kepalanya ke arah orang tersebut. Seana masih tidak bergeming ditempanya sedikit pun hanya sekedar melirik sekilas ke orang itu.


"Ka Sea dipanggil sama Ibu Mina," ucapnya sambil membungkukkan tubuhnya lalu memegang kedua lututnya dengan nafasnya ngos-ngosan saking lelahnya berlarian.


"Ada apa Zul? Sehingga kamu mesti berlarian sambil berteriak apa sudah tidak bisa tenang dan istirahat dulu baru bicara," kesalnya dengan menatap jengah kearahnya Zul.


"Maaf Kak," jawabnya dengan cengengesan sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah bertemu dengan Zulkifli putranya Bu Mirna, Seana segera pulang dan meninggalkan pantai tersebut.


Di dalam rumahnya sudah banyak orang dan masyarakat baik itu tetangga, kerabat atau keluarga jauhnya sudah berdatangan memenuhi seisi rumahnya.


Di dalam rumahnya tergantung, dua lembar gaun pengantin satu warna gold dan satunya lagi warna putih gading. Ibu Hana menaruh pakaian itu ke atas meja.


"Bagaimana kalau kamu coba satu persatu dulu dari duanya baru kita bantu kamu untuk memilihnya yang paling bagus untukmu," ujar ibu Hanah.


Sea hanya menganggukkan kepalanya dan tidak ingin membantah penjelasan dari Ibu Hana karena, menurut Sea pasti apa yang sudah diputuskan dan dipilihkan untukku adalah yang terbaik.


Seana hanya terdiam dan mematung serta mengikuti semua yang diperintahkan oleh mereka kepadanya. Sea segera masuk ke dalam kamar untuk mencoba satu persatu dari gaun pengantin tersebut.


"Ya elah, gimana caranya memakai pakaian ini?" Lirihnya dengan raut wajah yang kebingungan sendiri.


Seana ingin meminta tolong tapi cukup malu, tidak bertanya takut juga untuk merusaknya. Sea sudah membolak-balik gaun warna putih itu di tangannya tapi, masih saja belum menemukan caranya untuk memasukkan ke dalam tubuhnya.


"Kancing resletingnya ada di mana yah? Apa ini?" Cicitnya Sea lalu ia segera membuka sedikit kain tipis yang berada di dalam renda itu dan ternyata apa yang dilakukannya berhasil juga.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah, ternyata disini tempat resletingnya toh," ucapnya lalu segera mulai membukanya.


Dengan penuh kehati-hatian dan sangat pelan, dia memakai gaun pengantin itu. Sea segera berjalan ke arah lemari yang kebetulan ada cermin besarnya yang melekat di balik pintunya.


Gaun itu membungkus tubuhnya dengan sempurna, bahkan ukurannya seperti dia lah yang khusus diberikan oleh desainernya. Padahal mereka sama sekali tidak mengetahui ukuran tubuhnya Sea.


"Apa ini aku? mungkin cermin ini salah kasih gambar bayangan yah, aku tidak mungkin secantik ini lagian ini hanya baru kali ini aku memakainya," terangnya dengan memutar bolak balik tubuhnya dan berputar-putar hingga gaun itu mengembang dengan sempurna.


Seana berjalan ke arah luar dengan langkah yang sangat lambat tapi sedikit kesusahan. Karena ujung gaun pengantin itu cukup panjang dan menjuntai ke belakang.


"Ya kenapa juga bentuknya panjang begini, bikin susah saja,apa penjahitnya itu sengaja buat pakaian yang buat orang kesusahan," ucapnya dengan sedikit kesal sambil mengangkat ujung gaunnya tersebut.


Perhatian semua orang tertuju pada Seana yang mengangkat gaunnya. Mereka pangling melihat penampilan Sea yang sudah berbalut gaun pengantin walaupun tanpa polesan make up.


Ibu Mirna segera mendekati Sea sembari mengelus rambutnya yang panjang itu lalu berkata, "Nak kamu sangat cantik, wajahmu sangat mirip dengan almarhumah mendiang ibumu," tuturnya dengan air matanya yang sudah menetes membasahi pipinya.


"Serius Bu, kalau saya cantik memakai pakaian ini? Atau jangan-jangan Ibu Mina hanya menghibur saya saja," ucapnya dengan tidak percaya.


"Seana kamu itu sedari dulu sudah cantik tanpa memakai make up dan pakaian mahal pun sudah cantik nak, Ibumu cantik jadi pasti anaknya juga cantik, iya kan ibu-ibu?" Timpal Ibu Lira yang meminta persetujuan dari yang lainnya sesuai dengan kenyataannya.


"Memang betul apa yang dikatakan oleh ibu Lira, saya saja yang baru lihat kamu sudah sangat yakin jika kelak nanti suamimu tidak akan berpaling darimu apapun yang terjadi hingga kalian kakek nenek," terang ibu Hana dengan senyuman ramahnya.


"Amin ya rabbal alamin," semua ibu-ibu mengaminkan perkataan dari ibu Hana.


ΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2