
Dia kembali ke dalam kamarnya lalu membaringkan tubuhnya yang sudah ngantuk berat hingga kelopak matanya sulit untuk terbuka lagi.
"Ya Allah… bahagiakan lah anak-anakku dan jauhkanlah mereka dari segala marabahaya, dan selalu sabarkan hati ini," batinnya Bu Hamidah.
Ibu Hamidah menyempatkan dirinya untuk berdoa sebelum tidur dia hanya berharap sebelum dia tertidur pulas. Ia sangat berharap kalau mereka bisa mengerti dan memahami apa yang terjadi di antara sultan dan istrinya.
Bu Hamidah mengistirahatkan tubuhnya karena cukup lelah menunggu putranya yang tidak kunjung tiba di rumahnya. Sedang Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon yang dinanti kedatangannya oleh bundanya, telah berhasil mengambil alih kembali semua aset terpenting dan semua saham tertinggi di perusahaannya yang pernah diakuisisi oleh Marcel Adiguna Sutowo dan Seleina Pranoto Arman.
"Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai dengan rencana," tutur Samudera sambil memutar kursinya menghadap ke arah jendela yang ada di samping kanannya.
"Aku turut bahagia dengan keberhasilanmu Brotha, semoga apa yang kita lakukan akan membawa kebahagiaan dan perubahan di dalam keluarga khususnya dan terutama perusahaanmu," timpal Juanda yang ikut duduk di depan meja kerjanya Sam dengan menyilangkan kakinya.
"Juan! Aku mohon selama aku di kampung tolong awasi perusahaan karena feeling aku masih ada antek-anteknya Marcel yang bekerja di perusahaan kita tapi, aku belum menemukannya tapi aku yakin dengan sangat itu ada," jelasnya Samudra lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambil beberapa berkas penting.
Juanda Anggara memperhatikan kemana langkah kakinya dan apa yang dilakukan oleh Samudera tanpa berkedip.
"Ini beberapa berkas penting yang aku temukan di kediamannya Marcel dan tolong di periksa apa benar ini milik Bunda atau bukan?" Tanyanya Sam sambil mengarahkan berkas tersebut ke arahnya Juan.
"Apa masih ada yang lainnya sebelum aku pergi ke rumahnya Pak Lenon Martapura untuk mengecek kebenarannya?" Tanya Juanda lagi.
"Tidak, semua aset milikku dan milik keluargaku sudah berada di dalam genggamanku," jawabnya Sam dengan mantap
"Oke kalau gitu aku pamit dulu, sudah jam 12 malam soalnya, kamu juga besok subuh akan berangkat jadi pulanglah untuk beristirahat masalah di sini kamu tidak perlu merisaukan, aku yang akan tangani selama kamu belum pulang," terangnya Juanda Anggara sebelum berdiri dari duduknya untuk ke arah luar pintu.
Samudra tersenyum melihat kepergian sahabatnya itu dia pun meraih bingkai figura foto yang ada di atas mejanya. Sebuah foto yang berisi dua orang yang dibalut dengan pakaian pengantin yang sangat cocok di tubuh mereka masing-masing padahal waktu itu mereka menikah secara kilat dan instans tanpa persiapan khusus dan itu dilaksanakan di kampung pelosok jauh dari perkotaan.
"Azizah istriku tunggu Abang sayang, Abang akan segera menjemputmu, semoga kamu bisa bersabar sedikit lagi untuk menunggu kepulanganku," lirihnya Sam sembari mencium fotonya Seana lalu tersenyum penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Keesokan paginya, Sam bergegas menuju Bandara. Dia akan bertolak ke kampungnya Seana. Dari raut wajahnya sudah nampak sangat jelas jika kebahagiaan itu selalu terpancar dari wajahnya jika, mengingat wajahnya Sea yang selalu tersenyum manis ke arahnya.
"Seana Abang akan datang, bersiaplah," cicitnya Samuderan lalu mencari nomor hpnya Seana dia ingin mengabari kepulangannya agar di jemput.
Tapi, tiba-tiba Samudera mengurungkan niatnya dan mematikan kembali tombol layar hpnya, "Sebaiknya aku berikan Seana kejutan saja biar dia terkejut dan bahagia melihat kedatanganku, aku ingin melihatnya berlari kedalam pelukanku," gumamnya lalu berjalan ke dalam kamarnya.
Samudra dia ingin berbaring mengistirahatkan tubuhnya yang baru beberapa jam lamanya dia tertidur, saking bahagianya akan bertemu dengan istrinya yang hampir enam bulan dia tidak temui. Karena kesibukannya mengurus ulah perbuatan tindak kejahatannya Marcell.
Kesehatan bundanya dan juga perusahaannya hingga melupakan untuk menghubungi nomor hp Istrinya. Hanya dalam hitungan menit saja, pesawat pribadi miliknya sudah mendarat dengan selamat di Bandara.
"Syukur Alhamdulillah Seana… Abang pulang!!!" Teriaknya saat menuruni tangga pesawat.
Di wajahnya semakin terpancar raut bahagia dan tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih pujaan hatinya sekaligus wanita halalnya.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di Jakarta, Bu Hamidah sudah melaksanakan shalat subuh. Dia berjalan ke arah kamar putranya sudah saking tidak sabarnya untuk memberitahukan kepada anaknya kalau dia bertemu dengan seorang perempuan cantik yang sangat mirip wajahnya dengan Azalina.
Senyumnya sangat sumringah saking tidak sabarannya ibu Hamidah,"aku yakin Sultan pasti akan terkejut dan tidak menyangka jika dia melihat foto berhasil diam-diam aku ambil itu," lirihnya Bunda Hamidah yang berjalan menaiki undakan tangga menuju kamar anak sulungnya.
"Apa putraku Sam tidak pulang semalam yah?" Guman Bu Hamidah yang wajahnya nampak rasa kecewa untuk kedua kalinya itu.
Sherly yang kebetulan berjalan ke arah luar kamarnya tanpa sengaja melihat ibunya keluar dari dalam kamar kakaknya.
"Bunda cari Abang?" Tanyanya langsung karena dia yakin kalau bundanya mencari keberadaan abangnya itu.
Bu Hamidah melirik terlebih dahulu ke arah anak perempuannya lalu menjawab pertanyaan dari Sherly anak gadisnya," iya Bunda ingin berbicara sesuatu hal yang sangat penting tapi, Abangmu tidak ada di kamarnya padahal baru jam 6 pagi lewat nih."
Sherlyana berjalan mendekati bundanya," Abang berangkat ke pulau S Bun, katanya mau jemput kakak ipar gitu," jawabnya Sherlyna.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau Abangmu itu secepatnya menjemput istrinya karena bunda juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya," sahut Bundanya.
"Semoga saja mereka bertemu dan secepatnya pulang Bun," terang Sherly yang sangat berharap kakak iparnya dibawah ke Jakarta.
"Amin ya rabbal alamin," sahut Bu Hamidah.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
__ADS_1
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..