
Sherlyana berjalan mendekati bundanya," Abang berangkat ke pulau S Bun, katanya mau jemput kakak ipar gitu," jawabnya Sherlyna.
"Alhamdulillah kalau Abangmu itu secepatnya menjemput istrinya karena bunda juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya," sahut Bundanya.
"Semoga saja mereka bertemu dan secepatnya pulang Bun," terang Sherly yang sangat berharap kakak iparnya dibawah ke Jakarta.
"Amin ya rabbal alamin," sahut Bu Hamidah.
"Amin ya rabbal alamin," sahut Bu Hamidah sembari tersenyum simpul ke arah anak bungsunya itu.
Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon segera berjalan tergesa-gesa ke arah mobil yang sudah dipersiapkan oleh anak buahnya khusus untuk dia pakai selama di Pulau Sumatera.
"Aku datang sayang menjemputmu," gumamnya Sam dengan penuh semangat saat sudah berada di dalam mobilnya.
Samudra segera memutar kunci mobilnya lalu melakukannya menuju ke kabupaten tempat kampung istrinya tinggal. Senyuman selalu terpancar dari wajahnya. Dia tidak bosan dan jenuh menyebut nama istrinya Seana.
"Kenapa uang yang tiap bulan aku kirimkan untuk Sea sama sekali tidak berubah bahkan sedikit dan satupun notifikasi transaksi keuangan tidak ada, dan terakhir itu sekitar empat bulan lalu saja," lirihnya Sam yang heran dengan hal demikian karena tidak mungkin Sea tidak membutuhkan sesuatu untuk dibeli.
Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Karena ia ingin segera sampai di tempat tujuannya dengan secepatnya, "Setelah sampai dan ketemu dengannya baru aku tanyakan hal ini," ujarnya yang masih setia mengemudikan mobilnya.
"Apa pun alasannya kamu harus ikut bersamaku ke Jakarta, Abang tidak bisa hidup tanpamu Seana, aku sangat mencintaimu dan juga merindukan dirimu," cicitnya Samudera.
Dua hari perjalanan yang dibutuhkan oleh Sam melalui jalan darat untuk sampai di kampungnya Sea dari ibu kota provinsi. Dengan hati yang riang gembira dia memantapkan hatinya untuk kembali menemui istrinya yang sekitar kurang lebih enam bulan sudah ditinggalkan seorang diri.
Pagi itu suasana Toko Kelontong milik Seana sangatlah ramai. Banyaknya pembeli setiap harinya berdatangan untuk berbelanja di warungnya. Ada beberapa warga masyarakat yang menyebut toko ada juga yang bilang warung sembako.
Rian Riswan dan Susanti beberapa bulan belakangan ini sangat bersyukur karena semakin hari omset dan keuntungan dari penjualannya semakin bertambah saja.
__ADS_1
"Alhamdulillah yah Abang hari ini tokonya Mbak Seana semakin ramai saja dikunjungi oleh masyarakat," ucap Susanti.
"Syukur Alhamdulillah Abang juga senang karena dari hari ke hari pembeli berdatangan semakin banyak hingga dari luar kabupaten pun sudah mengunjungi toko kita sehingga semakin laris dan diminati oleh banyak orang," timpalnya Rian.
Mesin mobil yang baru saja mati membuat mereka yang kebetulan ada di dalam toko dan sekitarnya spontan mengalihkan pandangannya ke arah mobil yang baru saja terparkir di depan rumahnya Sea.
Banyak yang sudah berbisik-bisik membicarakan dan mempertanyakan siapa pemilik mobil itu hingga dari merek, model dan hingga harganya pun menjadi bahan topik pembicaraan serta perbincangan mereka saat itu.
"Bu Mina apa kenal dengan pemilik mobil cantik dan mahal itu?" Tanyanya Bu Aida yang keheranan dengan penuh tanda tanya dalam pikirannya.
Bu Mina refleks mengalihkan perhatiannya ke arah mobil merah dengan tipe mobil balap dengan logo kuda jingkrak itu, dengan nama merek awal huruf F dengan simbol kuda jingkrak.
Kedatangan mobil tersebut membuat satu kampung gempar dan heboh saking penasarannya melihat mobil yang untuk pertama kalinya datang mengunjungi kampungnya mereka.
"Kalau orang sini itu tidak mungkin karena aku yakin itu mobil dengan harga yang sangat lumayan mahalnya hingga kita menjual beberapa aset lahan kita tak kan mampu membelinya," sahut pak Doni yang kebetulan ada juga di sana untuk berbelanja kebutuhan pokok sehari-harinya.
Desas desus meramaikan suasana dalam toko tersebut. Hingga beberapa anak-anak mendatangi mobil itu dan segera penuh rasa takjub dan terpesona melihat mobil sport itu.
Berita kabar angin itu hingga terdengar sampai ke telinganya Bu Lina dan putrinya Nina dan Putri.
"Ibu apa sudah dengar gosip dari orang-orang katanya ada orang kaya dari Ibu Kota datang ke kampung kita," tutur Putri dengan matanya yang berbinar-binar terang dan sudah berkhayal jika pemilik mobil itu seorang pria tampan, tajir dan kaya melintir.
Pintu samping dekat kemudi mobil itu terbuka lebar ke atas bukan ke samping tapi naik ke atas. Seorang pria dengan memakai pakaian casual dipadukan dengan outfit yang sangat cocok dan pas di tubuhnya.
Pakaian itu membungkus dengan pas di tubuhnya yang berisi, berotot dan kekar itu. Dengan baju kaos putih dan celana jeans biru dongker menutupi kaki jenjangnya. Ditambah dengan sebuah kaca mata hitam sebagai aksesoris pelengkap yang bertengger di atas hidung mancungnya. Jam tangan dengan mereka terkenal melingkar di pergelangan tangan kanannya.
Dia membuka kacamata hitamnya yang membuat semua orang terhipnotis dengan ketampanannya. Dan sebagian orang lagi terkesima dan terkejut dengan apa yang mereka lihat kala itu.
__ADS_1
"Sepertinya dia artis dari ibu kota Jakarta, tampannya membuat pangling," batinnya Nina.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1