Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 22


__ADS_3

Penglihatannya dia arahkan ke segala penjuru area daerah tempat yang dilaluinya tersebut. Seana menajamkan pendengarannya dengan secara seksama.


"Sepertinya tadi ada yang meminta tolong? Tapi di mana, tidak mungkin!! Ini di sekitar sini kan enggak ada rumah atau pemukiman warga masyarakat," gumamnya Seana yang berniat melajukan dengan mengayuh sepeda kesayangannya itu yang berwarna putih.


Sekali lagi Sea kembali memperhatikan sekitarnya dengan hanya mengayuh sepedanya dengan sangat pelan dan hati-hati. Ia masih penasaran dengan suara yang sempat tadi ditangkap oleh panca inderanya.


"Apa mungkin hanya sekedar suara yang terbawa angin saja, mungkinkah suara gesekan dari dahan, daun dan ranting pohon bakau saja yah, " cicitnya Sea.


Seana mulai kembali menaiki sepedanya kemudian memutuskan untuk meninggalkan tempat pesisir pantai. Tetapi, baru beberapa detik mengayuh sepedanya, telinganya kembali mendengar suara teriakan seseorang dan kali ini lebih keras dan jelas dari sebelumnya.


"Kok tiba-tiba bulu kudukku meremang, apa jangan-jangan itu bukan suara orang yah tapi, Han… tu…? Tapi ini kan sudah subuh hantu sudah tidak berkeliaran kalau sudah subuh juga," cicitnya Seana.


Dia bukannya bertambah takut malahan tertawa cengengesan menertawai dirinya sendiri. Seana menggelengkan kepalanya dengan tawanya masih terdengar. Entah kenapa saat itu dia sempat ketakutan padahal biasanya dia itu paling berani di antara semua anak gadis yang tinggal di pesisir Pantai.


"Tolooooooonnnggg saya!!!' teriak seseorang yang meminta tolong.


Sea kembali mendengar suara untuk ketiga kalinya. Dia menajamkan pendengarannya, kemudian menyimpan sepedanya di pinggir jalan. Seanaa lalu berjalan ke sekitar area sumber suara tadi.


Langkahnya semakin dipercepat saat melihat ada benda yang bergerak seperti tenda yang tertiup angin. Sea berlari kecil hingga ke tempat benda itu berada. Dia mengangkat parasut itu hingga ujung matanya melihat ada seseorang di bawah parasut itu.


" Astaugfirullahaladzim!!?" teriaknya Sea.


Seana kemudian mempercepat langkahnya menuju orang yang sudah tergeletak lemah di atas pasir putih yang terkena perlahan deburan air ombak.


"Ya Allah… ternyata seorang pria yang tadinya aku pikir adalah makhluk halus gitu," cercanya Seana sambil berjalan ke arah tubuh orang itu.


Dia memeriksa keadaan orang itu yang sudah tidak sadarkan diri dalam kondisi yang hanya tersisa memakai pakaian dalaman saja. Sedangkan bagian atas tubuhnya sudah tidak terbungkus sedikit pun benang atau kain.

__ADS_1


"Aaaaaaaaahhhhhhh!!!" Pekik Seana saat menyadari jika pria itu hanya memakai underwear saja.


Teriaknya saat tanpa sengaja melihat milik pria itu. Tubuhnya terdorong ke belakang saking terkejutnya. Dia memang biasa melihat yang gituan hampir setiap hari malah, tapi dengan ukuran yang berbeda. Yaitu anak kecil yang selalu mandi dan berenang di jembatan setiap sore hari.


"Ya Allah kenapa juga Aku harus melihat benda seperti itu, walaupun masih tertutup tapi masih sedikit nampak kelihatan," kesalnya Seana dengan menutup kedua matanya.


Dia mengesampingkan benda itu, lalu segera memeriksa nadinya, bagian leher kemudian dia menempelkan wajahnya di sekitar dada pria itu. Untungnya selama ini dia pernah belajar bagaimana tindakan jika menemukan orang yang dalam kondisi habis tenggelam kedalam laut. Beberapa saat kemudian, usahanya berhasil.


Sea tersenyum bahagia karena upayanya membuahkan hasil, "Alhamdulillah dia masih hidup, sebaiknya aku segera memberikan nafas buatan agar bisa bernafas normal."


Tanpa pikir panjang,dia memberikan nafas buatan tapi, percobaan pertama gagal hingga berulang kali dia lakukan. Dan percobaan yang terakhir akhirnya membuahkan hasil yang maksimal. Pria itu terbatuk-batuk dan mengeluarkan banyak air dari dalam mulutnya.


"Uuhuukkkk," laki-laki itu berhasil batuk dan mengeluarkan banyak air dari dalam mulutnya.


"Alhamdulillah berhasil juga," wajahnya bahagia lalu tersenyum ke arah Pria itu.


Beberapa orang berjalan ke arah mereka berdua. Seana saking bahagianya karena berhasil membuat pria itu tersadar, ia tidak menyadari bahwa ia akan kedapatan dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.


"Sepertinya ada suara dari balik pohon bakau itu Pak," terangnya.


"Ayok kita periksa, jangan-jangan itu maling yang mau mencuri rumput laut warga yang sedang di jemur itu," timpalnya.


Mereka berlima segera berjalan perlahan ke arah tujuannya. Hingga mata mereka membelalak melebar sempurna dan mulutnya membulat saking tidak percayanya melihat seorang pria yang tidak memakai pakaian dipangku oleh seseorang perempuan.


"Hey siapa di sana?" Teriak Bapak Andi dengan mengarahkan senternya ke sumber suara di balik semak pohon bakau.


"Woi apa yang kalian lakukan?" Teriak mereka kembali saat tanpa sengaja melihat Sea memangku pria yang setengah memakai pakaian bagian bawahnya saja yang tertutupi.

__ADS_1


Rombongan masyarakat itu berteriak ke arah Sea. Sedangkan Seana hanya terdiam dan terpaku melihat kedatangan beberapa orang. Ia juga ikut tersentak terkejut melihat kedatangan beberapa warga masyarakat.


......................


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2