
Seana selama hilang ingatan diberikan nama Zameera Azzahrah untuk memudahkannya menyapa Seana, "Ya Allah... kenapa ada rasa rindu yang sangat saat menatap ke dalam kedua bola matanya," Zameera Azzahrah membatin sambil mengaduk makanannya yang sama sekali belum menyentuh sedikit pun juga.
Arlando yang melirik ke gadis yang selama ini dia diam-diam suka terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu membuatnya sedikit kesal dan cemburu, "Kenapa aku merasa Zameera tertarik pada pria yang menolongnya tadi? tapi, moga saja itu hanya feeling dan perasaan aku semata tidak bakal jadi kenyataan," Arlando ikut membatin seketika itu.
Lima hari kemudian Bu Fauziah dan Pak Farhan sudah kembali dari desa dimana Seana berasal. Mereka sudah mengantongi beberapa bukti jika Seana adalah anak kandungnya sendiri Pak Farhan Hamid Karzai. Keduanya pun mengetahui apa alasannya Seana kehilangan ingatannya karena trauma akut dan benturan keras dibagian kepalanya waktu itu.
"Alhamdulillah akhirnya aku mengetahui jika putriku masih hidup Bu, saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk memperbaiki semuanya," ujarnya Pak Farhan sambil menyesap kopi yang masih mengepul asapnya itu.
__ADS_1
"Iya benar sekali, papa harus menjaga dan melindungi Seana dengan baik, aku juga bersyukur karena Seana adalah putri kandungnya Papa sehingga aku semakin sayang padanya," tukasnya Bu Fauzi.
Mereka sore itu berbincang-bincang santai sambil menikmati beberapa makanan dan minuman buatan asisten rumah tangganya. Tapi, mereka tidak mengetahui jika Seana menguping pembicaraan mereka.
Seana memegang mulutnya agar suaranya tidak kedengaran oleh kedua orang tuanya itu, "Ya Allah… ternyata Papa yang aku anggap ayah angkat saja ternyata papa kandungku sendiri, Alhamdulillah aku sangat bahagia, berarti Mas Ocean adalah suamiku sendiri yang sering kali akhir-akhir ini hadir di dalam mimpiku," gumamnya Seana.
Seana segera meninggalkan rumahnya dan menuju ke perusahaan Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon. Perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan itu cukup maju setiap tahunnya.
__ADS_1
Perlahan-lahan kenangan itu muncul membayangi hidupnya selama dalam perjalanan. Seana berusaha untuk mengingatnya dan juga menahan rasa sakit yang menderanya itu.
"Saya semakin yakin jika Abang Sam adalah suamiku, tapi kenapa Abang tidak jujur saja padaku selama ini agar aku tidak salah paham dan tak kuasa keliru dengan semua ini," cicitnya Seana yang sudah sampai di lobi perusahaan suaminya untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di sana perusahaan Mandala Jauhari atau MJ Tbk.
Seana terus melangkahkan kakinya menuju lift tanpa bertanya kepada resepsionis perusaahan itu. Ai semakin yakin dengan kenyataan tersebut dan tidak akan merubah keputusannya apapun yang terjadi.
"Semoga saja Abang Ocean mengerti dan paham dengan apa yang akan aku sampaikan semoga Abang percaya dan yakin dengan semua perkataan ku ini," lirih Seana sembari menekan tombol lift lantai delapan. Seana bukan hanya seorang diri di dalam lift hingga beberapa orang yang berada di dalam sana diam-diam memperhatikan gerak geriknya Seana dengan tatapan menyelidikinya itu.
__ADS_1
"Siapa perempuan cantik ini, kenapa sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana?" Gumamnya salah satu officer girl yang kebetulan bersamaan dengan Seana masuk ke dalam lift tersebut.
Perempuan itu menutup mulutnya ketika mengingat kembali dimana dia melihat Seana," ya Allah… diakan istrinya CEO kita pak Ocean Samudera Dirgantara Mandala, pantesan aku pernah melihatnya, Ternyata ohh ternyata pantesan sangat cantik dan ayu," Og itu terus mengamati Seana diam-diam.