
"Syukur alhamdulillah, kalau seperti itu, makasih banyak Pak Dokter sudah menolongku untuk menjaga Abang Raja," ucapnya dengan setulus hati.
"Tidak apa-apa, selow saja Mbak, dan pesan saya tolong dijaga dan diperhatikan baik-baik perasaan dari suaminya Mbak agar dadanya tidak sakit lagi," pinta Juan lalu meninggalkan ruangan perawatan tersebut.
"Makasih banyak Dokter Juanda atas segala bantuannya," ucap Seana dengan tulus.
"Sama-sama, aku pamit dulu dan kalau ada apa-apa segera datang saja ke ruanganku," imbuhnya dokter Juan sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.
Juanda menatap intens ke arah Sea, "Tidak apa-apa, selow saja Mbak, dan pesan saya tolong dijaga dan diperhatikan baik-baik perasaan dari suaminya Mbak agar dadanya tidak sakit lagi," pinta Juan lalu meninggalkan ruangan perawatan tersebut.
Sea tersenyum ramah, "Makasih banyak Dok," ucap Seana lagi dengan setulus hatinya.
"Sama-sama, aku pamit dulu dan kalau ada apa-apa segera datang saja ke ruanganku," ujar Juanda sambil berlalu dari hadapan mereka berdua.
Seana mengantar Dokter Juan hingga ke depan pintu. Tatapan matanya Sam tak lepas dari mereka berdua, ia memandang terus ke arah interaksi antara istri dan sahabatnya itu.
"Kenapa dengan perasaanku, seharusnya aku tidak boleh cemburu aku kan tidak mencintainya, lagian Juan adalah kekasihnya adikku," batinnya Samudera.
Ada guratan aneh di raut wajahnya kadang berubah-ubah. Dari rasa cemburu, marah, jengkel dan tidak suka jika, istrinya berdekatan dengan pria lain, apalagi Sea tersenyum manis ke semua pria yang dikenalnya.
"Apa maksud dari perkataan Dokter Juanda yah, katanya perasaan Abang harus dijaga dengan baik, emangnya hatinya Abang sakit bukan ingatan dengan kakinya?" Sea nampak kebingungan dan tidak mengerti dengan maksud dan arti dari pesan dan amanahnya Sea selaku dokter yang menangani kondisi kesehatan dari suaminya.
Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon yang melihat raut wajah kebingungan dari Sea juga ikut penasaran dengan apa yang dipikirkannya tersebut," apa yang terjadi dengannya?"
Sea tersenyum penuh kelembutan, "Abang maaf aku hanya membeli permen ini, aku lupa tadi tanya Abang sukanya permen yang seperti apa dan rasanya juga," ujarnya dengan wajahnya yang sedikit sedih karena menurutnya sudah membuat suaminya kecewa padanya.
Sam yang melihat Sea berdiri di sampingnya segera menepuk ranjang kosong di dekatnya," sini duduk di sampingnya Abang," perintah Sam yang tidak ingin dibantah.
"Makasih banyak Abang," ucapnya sembari mendudukkan bokongnya di atas ranjang.
"Coba perlihatkan permen yang kamu beli itu?" Tanyanya yang menengadahkan tangannya ke arah tangan Sea.
Sea tanpa banyak pikir dan komentar hanya menurut saja sesuai yang diperintahkan oleh Sam tanpa banyak tanya dan drama apa pun.
"Makasih banyak, kamu sudah beliin Abang permen yang sangat Abang sukai," terangnya Sam dengan senyum smirknya.
__ADS_1
Sam yang memuji dan berterima kasih kepada Aza yang sudah rela pergi untuk membeli permen. Padahal itu hanya alibi dan alasannya saja, untuk mengusir Seana dari ruangan tersebut agar dia dan sahabatnya bisa bebas berbicara masalah penting mereka.
Sam segera membuka pembungkus dari permen tersebut lalu mengarahkan ke arah bibirnya Sea. Sedangkan Sea yang diperlakukan seperti itu sontak melihat ke arah Sam yang tidak mengerti dengan maksudnya tersebut.
"Ayo buka mulutmu lalu makanlah," ucap Sam lagi yang mengarahkan sebuah permen rasa strawberry itu ke dalam mulutnya istrinya dengan penuh kasih sayang.
Sea membuka mulutnya lalu segera mengunyah permen tersebut. Wajahnya memerah seketika karena mendapatkan perlakuan yang sangat istimewa dari Sam.
Seana spontan menundukkan kepalanya dan wajahnya bersemu merah seperti buah ceri yang siap untuk dipanen itu.
"Makasih banyak Abang," ujarnya dengan sedikit tersipu malu wajahnya merah merona.
"Sama-sama istriku, Abang suka melihat wajahmu yang seperti sekarang ini," tuturnya Sam dengan menegang ujung dagunya Sea.
Apa yang dilakukan oleh Sam membuat ada getaran aneh yang terjadi di dalam dadanya Sea. Tapi, dia kembali dejavu mengingat kebersamaannya dan kenangan indah bersama mantan kekasihnya Willy dulu.
"Apa yang terjadi padanya, kenapa ia tiba-tiba sedih dan menangis?" Batinnya Sam.
Apa yang dilakukannya sekarang pernah sekali juga dilakukan oleh Willy untuknya. Tiba-tiba air matanya menetes tanpa aba-aba. Sam yang melihat air mata itu, refleks menghapusnya dengan menggunakan jari tangannya.
Sam tidak mengerti dan memahami apa yang terjadi padanya Sea yang tiba-tiba menangis tersedu-sedu di hadapan suaminya yang baru dua hari itu dinikahi.
"Astagfirullah, aku tidak boleh seperti ini, tidak sepantasnya saya memikirkan pria lain saat saya bersama dengan suamiku dan apa lagi saya sudah menikah." Gunam Sea seraya menggelengkan kepalanya.
Sea terus menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk membuang kenangan demi kenangan indah yang datang menghantuinya saat ini.
Sam menarik Sea kedalam pelukannya dan memeluk erat tubuh istrinya. Sam sangat mengerti dengan apa yang terjadi di dalam hatinya Sea. Jika harus menikah dan memutuskan untuk berumah tangga dengan orang lain yang sama sekali tidak dicintai.
"Menangislah,jika itu yang mampu membuatmu lega dan merasa tenang," pintanya Sam.
Samudera senantiasa mengelus rambut panjang bergelombang yang kecoklatan milik istrinya. Ia sangat menyukai kegiatan barunya itu yaitu, mengelus dengan lembut dan perlahan surau milik Sea.
Bukannya tangisannya reda tapi, malahan semakin mengeraskan suara tangisannya di dalam pelukannya Samudera. Dia sangat merasa bersalah dan berdosa dengan apa yang melanda hatinya.
"Maaf Abang," lirihnya Sea.
__ADS_1
Kata maaf saja hanya kata itu yang meluncur dari bibir seksinya Sea.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…