Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 89


__ADS_3

"Ada yang ingin aku tanyakan padamu, tapi sedikit agak pribadi," ucapnya Anggara yang menimbang apa yang akan disampaikannya di depan Sam.


"Katakan saja, tidak perlu ragu atau pun sungkan, kamu seperti orang yang baru kenal aku saja," balasnya dengan melihat Anggara yang seperti seseorang yang ragu saja dan sepertinya hal yang ingin disampaikannya adalah hal yang sangat berat.


"Apa yang terjadi kamu de….," Perkataan Anggara terpaksa terpotong karena dering hpnya yang tiba-tiba membuatnya terpaksa menghentikan percakapannya.


"Iya, oke kami akan segera menuju ke situ, ingat atur dengan baik tanpa cacat dan kekurangan sedikit pun juga, jika semua rencana Kita sukses, kamu dan yang lainnya akan dapat bonus yang besar dari Tuan Muda Samudera," terangnya Anggara.


Sambungan telpon pun terputus, Juanda Anggara tersenyum sumringah dan kegirangan, karena semua orang yang dia turunkan untuk menjalankan rencana mereka cukup bisa diandalkan dengan baik.


"Syukur Alhamdulillah, aku patut bersyukur kepada mereka yang sudah membantu kita menjalankan rencana ini hingga berhasil," batinnya Juanda Anggara Prasetiya.


Sam melihat ke arah Pak Supir, "Pak Supir tambah kecepatannya!!" teriaknya ke arah kursi bagian depan di mana sekretaris baru dan supirnya berada.


"Untuk kalian berdua jika ingin hidup bahagia dan sejahtera selama bekerja dengan Tuan Muda Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon, maka sebaiknya kalian jangan sedikit pun berfikiran untuk melakukan hal-hal yang nantinya kalian sesali seumur hidup kalian, begitu pun sebaliknya dan jika kalian bekerja dengan memberikan dedikasi kalian yang terbaik maka bersiaplah menunggu bonus yang cukup besar," sarkas Juan Anggara.


Sam melirik sepintas ke arah Juan sahabatnya itu, "Aku tahu tadi yang ingin kamu tanyakan kepadaku, dan bukan waktunya sekarang kamu tahu bro." Batin Ocean yang menatap ke arah Anggara dengan penuh selidik.


Pak supir dan sekretaris pria itu saling bertatapan dan tersenyum puas dan merasa tidak salah melamar bekerja dengan mereka.


"Alhamdulillah kami juga bahagia dan senang bekerja dengan Tuan Muda Ocean, Pak Juan!' timpal supir pribadinya.


"Iya, benar sekali yang dikatakan oleh Pak Jono, saya juga sangat bersyukur karena masih dipercaya dan hasil kerja saya disukai oleh Tuan Muda Ocean, Pak Juan!" Sahutnya Pak Joni sekretarisnya.


Sedangkan di tempat yang sangat jauh dari Ibu Kota Jakarta, seorang perempuan yang baru saja menutup warung sembakonya, dia berjalan ke arah belakang rumahnya yang terdapat sebuah balai-balai.


Balai-balai itu adalah tempat biasa dia tempati bersama dengan suaminya saat bersantai dan berbagi cerita kisah hidup mereka. Perempuan itu tidak lain adalah Sea yang sedari tadi, tidak bosan-bosannya melihat ke arah layar hpnya.


Dia menantikan pesan chat dari suaminya yang mengabarkan bahwa dirinya sudah sampai dengan selamat di Jakarta. Dia menekuk lututnya dan tidak terasa tubuhnya bergetar menahan air matanya yang menetes membasahi pipinya.


"Ya Allah… kenapa hati ini tidak tenang dan serasa kepergiannya Abang Sam seakan adalah untuk selamanya dari sisiku," batinnya Sea.

__ADS_1


Sea setiap waktu setiap detik menit jam hari ia selalu dengan setia menantikan pesan chat ataupun telpon dari suaminya yang mengabarkan bahwa dirinya sudah sampai dengan selamat di Jakarta. Tetapi, hingga detik itu juga tak ada sedikitpun info apa pun yang ia dapatkan.


Dia menekuk lututnya dan tidak terasa tubuhnya bergetar menahan air matanya yang menetes membasahi pipinya, "Ya Allah… kenapa hati ini tidak tenang dan serasa kepergiannya suamiku adalah untuk selamanya."


Tak bosan-bosannya dia terus memandangi layar hpnya, tapi hingga adzan magrib berkumandang dari toa Masjid pun, hpnya masih seperti sebelumnya.


"Sudahlah, mungkin Abang Samudraa sibuk dengan pekerjaannya," lirihnya dengan pasrah.


Sea segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah dalam rumahnya. Tapi, baru ingin mengunci rapat kenop pintu belakang rumahnya, hpnya bergetar disertai dengan dering kecil. Dia yang penasaran dan antusias serta sangat berharap agar pesan itu dari suaminya.


Senyumannya memudar, wajahnya sendu, keningnya mengerut dan alisnya saling bertautan keheranan setelah membaca isi pesan yang ternyata notif Bank swasta yang kemarin dia datangi.


Di dalam pesan itu bertuliskan nominal sejumlah uang yang cukup besar membuatnya melototkan matanya saking tidak percayanya dengan sejumlah uang yang masuk ke dalam rekeningnya.


"100 juta!!! Siapa yang mengirim uang yang sangat banyak ke dalam rekeningku?" Cicitnya Sea yang kebingungan dengan nominal jumlah uang yang sangat besar jumlahnya untuk dirinya dan itu hal pertama kali ia melihat uang sebanyak itu.


"Apa mungkin ini kiriman dari Abang sebagai modal usaha warungku yah?" Gumamnya lagi yang mengira uang itu dikirim oleh Sam sebagai modal usahanya.


"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak Abang," ucapnya dengan penuh syukur karena sudah dikirimkan uang yang cukup banyak bahkan sangat banyak bagi Azalina selama hidupnya.


Seana segera menyalakan semua lampu di dalam rumahnya lalu bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajibannya. Mimik wajahnya menyiratkan betapa bahagianya mendapatkan kiriman uang yang dalam jumlah yang sangat banyak.


Wajahnya terus menerus berseri-seri dengan apa yang telah dilakukan oleh suaminya untuknya. Sam yang sore itu langsung menuju ke perusahaannya membuat semua mata melongo tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Mereka tidak menduga jika, pemimpin mereka yang selama ini dirumorkan menghilang dalam kecelakaan maut, tiba-tiba datang tanpa ada kabar apapun sebelumnya.


Mereka ingin berbisik-bisik dan bergibah tetapi itu tidak mungkin mereka lakukan, jika berani masa depan mereka menjadi taruhannya. Sehingga mereka hanya mampu hanya saling berpandangan dan keheranan dengan suasana yang tercipta di dalam perusahaan tersebut.


Kedatangannya disambut dengan suka cita oleh sebagian besar anak buah kepercayaannya yang selalu setia berada di bawah naungannya.


Samudra menatap ke arah Juan dengan tatapan mata yang cukup tajam, "Juanda Anggaraa Prasetya! pecat karyawan yang tidak memiliki etos kerja dan dedikasi yang tinggi pada Perusahaanku," ucapnya dengan tegas dan tidak ingin terbantahkan.

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2