
Wajahnya Willy terbayang-bayang di pelupuk ujung matanya Seana bagaikan kaset CD yang sedang diputar di depan matanya. Dia kembali teringat saat di hadapan pamannya, Willy dengan gagah berani melamarnya dan melingkarkan cincin tunangan di jari manisnya.
"Ya Allah… mungkin ini takdir jalan hidup yang harus aku jalani, ikhlaskan dan sabarkanlah hati ini," batinnya Sea dengan tatapan sendunya.
Tanpa segan air matanya perlahan menetes tanpa aba-aba dia refleks menghapus jejak air matanya diam-diam, ia tidak ingin ada yang melihat kesedihan dan dukanya. Cukup ia saja yang tahu apa yang sedang terjadi dan melanda hati nurani dan perasaannya.
"Maafkan aku Abang, semua ini aku lakukan demi ketenangan masyarakat yang sudah mengira aku gadis yang tidak baik, semoga Abang menerima kenyataan ini dan menghargai keputusanku," Sea membatin.
Bu Mina mengelus punggung tangannya Sea, "Bagaimana Nak Sea, apa kamu bersedia menikah dengan Sam?" Tanyanya Ibu Mina lagi.
"Paman tahu apa yang sedang terjadi padamu Nak, tapi Paman Jung tidak mampu untuk melawan garis tangan yang Allah SWT sudah takdirkan padamu," Gumam Pak Ardiansyah.
Seama tidak mungkin menolak keinginan yang telah masyarakat putuskan. Bersedia atau tidak pernikahan mereka akan tetap berlangsung.
"Aku sangat tahu jika Seana sangat sedih, bimbang, ragu dan kebingungan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri apa lagi ia sudah berjanji akan menikah dengan Willys anaknya kepala desa," cicitnya Bu Salamah yang kebetulan duduk di dekatnya Sea.
Tidak mungkin Sea juga bisa mundur. Dengan membaca basmalah dia memantapkan hatinya untuk menerima pinangan dari pria yang dikenalnya dalam sebuah musibah.
Pak Ardiansyah menatap intens dan seksama kerahnya Sea, "Nak Sea! apa kamu siap menjadi istrinya Ocean Samudera Dirgantara?" tanya Pak Ardi.
Seana mengangkat ke atas dagunya sehingga matanya menatap ke arah Pak Ardiansyah, lalu ia menatap sendu Pak Ardi selaku kepala Desa dan mantan calon mertuanya itu, dia masih berharap ada keajaiban yang membuat mereka gagal menikah sehingga sesekali menatap ke arah pintu.
"Ya Allah… apa yang harus aku lakukan, apa aku harus menikah dengan Raja sedangkan hati ini masih utuh untuk Abang Willy," lirihnya Sea.
Samudra diam-diam mengamati dan memperhatikan raut wajahnya dan gerak-gerik Sea, "sepertinya gadis itu memikirkan sesuatu dan sulit untuk menerima pernikahan yang sudah diputuskan untuk kami berdua."
Semua mata tertuju pada Seana dan menunggu kapan dia akan membuka mulutnya dan setuju mengatakan iya. Semua berharap agar Sea tidak terlalu lama mengambil keputusan.
__ADS_1
"Bagaimana Nak Sea apa sudah ada jawabannya?" Tanya Ibu Mina yang mengerti dengan apa yang terjadi pada anak gadis yang harus menerima konsekuensi dari keputusannya saat memutuskan untuk menolong seorang pria yang habis tenggelam itu.
Mereka sudah mengetahui jika, Seana adalah calon istrinya Willy beberapa bulan lagi, Willy adalah putra dari kepala desa mereka. Dan sejujurnya mereka sempat shock dan tidak percaya, jika Sea berbuat hal yang tidak senonoh dengan pria lain.
Dengan memantapkan hati dan perasaannya, "Sea ber-sedia un-tuk me-ni-kah dengan Mas Sa-mu-dera," ucapnya Sea dengan sedikit tergagap disertai dengan air matanya yang menetes membasahi pipinya tapi buru-buru dia menghapus dan menyekanya.
Pak Ardiansyah tersenyum tipis, "Syukur Alhamdulillah, Sea sudah menerima lamarannya Anak Sam, jadi dua hari kedepan mereka akan menikah di tempat ini juga kebetulan Sam masih butuh perawatan dan penanganan yang intensif dari dokter," jelas Pak Ardi panjang lebar.
Pak Ardiansyah berusaha untuk menutupi apa yang sedang terjadi di dalam benaknya, yang tidak ingin memungkiri jika hatinya juga sangat sedih dan kecewa jika, Sea harus akan menikah dengan pria lain bukan putranya sendiri padahal sudah dia gadang-gadang pernikahannya akan mewah.
"Kamu tidak perlu merisaukan semua persiapannya, kami sudah mengaturnya dan kamu hanya tinggal persiapkan dirimu untuk jadi istrinya Sam," imbuhnya ibu Rita sekaligus tetangganya juga yang melihat ada keraguan dari Sea.
Sea hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan mereka. Dia hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kebaikannya. Sam sedari tadi memperhatikan gerak gerik dari Sea calon istrinya yang terpaut cukup jauh yaitu sekitar delapan tahun dengannya.
Setelah mereka sepakat jam delapan pagi adalah akad nikahnya dan selanjutnya ada acara kecil-kecilan yang akan mereka lakukan nanti jika selesai acaranya. Masyarakat bersatu padu membantu untuk menyukseskan akad nikahnya.
Sea tidak langsung pulang ke rumahnya, dia minta untuk menjaga Sam di rumah sakit. Karena hari ini suster yang sering bertugas untuk menjaganya berhalangan hadir dikarenakan ada sesuatu urusan pribadi yang sangat mendesak.
Seana sedari tadi hanya duduk terdiam dan melamun. Dengan berat hati dan terpaksa ia menerima permintaan tersebut untuk menjaga Sam selama sakit.
Begitulah rezki melangkahlah dengan baik, jangan terlalu kencang mengejar, ngotot memburu nanti kita akan lebih lelah tanpa hasil. Keluarkanlah sedekah, nanti rezky akan datang menghampiri tepat waktu.
That's how sustenance goes well, don't chase too fast, insist on hunting later we will be more tired without success. Take out alms, later rezky will come to you on time.
...****************...
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1