
Sam sama sekali tidak ingin menimpali perkataan dari Wina, ia ingin melihat sejauh mana Wina menjelekkan dan merendahkan Istrinya. Sedangkan orang yang menjadi topik pembicaraan mereka sedang asyik menikmati acara bersepedanya siang hari yang terik itu. Ia sama sekali tidak terbebani dengan kehadiran Wina di tengah-tengah mereka.
"Abang, apa dijodohkan dengan gadis kampungan itu? Karena menurut Wina Abang sama sekali tidak mencintainya," ucapnya yang sekedar berbasa-basi sambil melajukan kembali mobilnya ke arah jalan menuju arah jalan rumahnya Sea.
"Abang Ocean terdiam berarti apa yang aku katakan barusan adalah benar adanya, aku harus tambah memanasi keadaan agar Sam membenci istrinya hingga mereka bercerai." Tatapan matanya Wina tajam dengan seringai licik muncul di wajah cantiknya.
Sam hanya menyunggingkan senyuman smirknya melihat reaksi dari Wina yang berubah-ubah.
"Aku yakin aku bisa menyingkirkan Istrinya yang kampungan itu, secara jika dibandingkan dengan diriku, jauh banget lah bedanya." Batinnya Wina dengan penuh keyakinannya.
Dia tersenyum meremehkan saat melihat kondisi rumahnya Seana. Wina menoleh ke arah belakang dan menatap ke arah tepatnya ke Sam,"Bang apa benar ini rumahnya Sea! Istrinya Abang?" tanyanya yang tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya itu.
Sam sudah tahu jika Wina ingin mulai menghina keadaan dan kondisinya Seana istrinya.
"Kalau dilihat keadaan dan kondisinya Seana, langkahku semakin mudah untuk mendapatkan Sam pasti dia lama-lama tidak tahan dan betah hidup menderita bersama dengan istrinya yang cewek kampung, dekil, norak, penampilannya juga jelek, dan miskin gitu, aku punya banyak kesempatan dan peluang nih," batinnya Wina.
Tetapi, lamunannya buyar seketika saat Sam tiba-tiba menjawab pertanyaannya Wina yang dia ucapkan sedari tadi.
Sam tersenyum ramah, "Iya, karena istriku memarkirkan sepedanya di depan sana," jawabnya sembari mengarahkan jari telunjuknya ke arah Sea yang memarkirkan sepedanya.
Wina menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang ada di depan matanya itu,"serius bang ini rumahnya Sea? Kok jelek amat yah rumahnya istri Abang, sumpah aku sangat terkejut!" sarkas Wina yang sengaja berbicara hiperbola di depannya Sam agar hasutannya berhasil dimakan oleh Sam.
__ADS_1
Seana segera berjalan ke arah mereka dan tersenyum ramah ke arah Wina, "Makasih banyak atas bantuanya Mbak," tuturnya Seana setulus hatinya saat Sam sudah berada di dalam rumahnya.
Wina sama sekali tidak berniat ingin membalas perkataan dari Sea awalnya, tapi karena ingin mendapatkan perhatian khusus dari Sam sehingga dia harus kembali berakting menjadi perempuan yang baik dan sopan agar Sam tersentuh hatinya dan jalannya semakin mulus dan lancar untuk mendapatkan Sam yang sudah jelas-jelas punya istri itu.
Wina menatap jengah ke arah Sea, "Sama-sama, kamu santai saja, lagian ini adalah kewajiban aku untuk membantu kalian," jawabnya dengan senyuman palsunya.
"Mbak mampir lah dulu, kasihan Mbak sudah nyetir mobil yang lumayan jauh kalau gak istirahat sejenak nanti kelelahan di jalan," usulnya Seana.
"Iiihhh, amit-amit lah kalau aku harus masuk ke dalam, pasti di dalam itu bau, pengap dan banyak debu sama hewan kecilnya yang berkeliaran," gumamnya Wina yang sudah merinding memikirkan kondisi dari rumahnya Seana yang nampak seperti gubuk reok saja.
Seana melirik sekilas ke arah Wina, "Aahhh, Mbak ngomong apa? Maaf aku kurang jelas dengernya," jelasnya Seana.
****************
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
__ADS_1
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
__ADS_1
I love you all Readers…