
Cinta adalah penghormatan, maka jika dia tidak menghormati kamu, dia tidak mencintai kamu apa pun penjelasannya.
Dia memutar kunci lalu menarik gagang pintu rumahnya, hingga terbuka lah sebagian pintu itu. Betapa terkejutnya saat melihat siapa sosok orang yang berdiri di hadapannya.
Tak segan-segan dia spontan memeluk tubuh pria yang berdiri tegak di hadapannya. Tanpa memperdulikan sekelilingnya.
"Aku tidak akan membiarkan Sherina pergi dan menjauh lagi dari hidupku lagi untuk kedua kalinya, apapun akan aku lakukan untuk menemukannya dan membawanya pulang ke Jakarta," lirih Juan Anggara dengan matanya yang berbinar bahagia.
Kedua mobil itu melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi, kebetulan jalan malam itu cukup sepi sehingga rombongan mereka bisa bebas untuk menambah kecepatan mobilnya.
"Ya Allah… bantulah kami untuk menemukan mama dan adikku, lancarkan lah semuanya dan aku mohon bukanlah pintu hatinya Marcel untuk segera menyadari semua kesalahannya dan segera bertaubat," batinnya Sam.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai ditujuan sesuai dengan alamat rumah yang mereka dapatkan. Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon dan Juanda Anggara segera mematikan mesin mobilnya lalu bergegas turun dari mobilnya.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah yang bercat biru muda itu yang tanpa memiliki pagar apapun. Rumah yang sangat cukup sederhana bahkan bisa dikatakan tidak layak huni untuk bundanya dan adiknya yang sama sekali sejak mereka dilahirkan tidak pernah susah.
Samudera meneteskan air matanya melihat betapa mirisnya dan memprihatinkan kondisi rumah itu," aku tidak menyangka jika Mama dan Sherina hidup dan tinggal di rumah seperti ini, apalagi mengingat adikku satu-satunya itu tidak bisa tidur jika tidak memakai pendingin ruangan ac, rumah yang lebih layak dijadikan kandang hewan." K
Sarkasnya Sam.
"Apa lagi yang kalian tunggu, ayo kita segera masuk sebelum pasukan Martin datang lagi mengacau keadaan," perintah dari Juan dengan miris melihat kondisi dari penampakan rumah itu.
Anak buahnya ingin maju mendahului mereka, tapi langsung dicegah oleh Anggara, "jangan lakukan itu, aku saja yang mengetuk pintu itu, kalian cukup berjaga di sekitar area rumah ini hingga semua celah tertutup rapat agar satupun dari anak buahnya Martin tidak bisa mengambil kesempatan."
"Baik Tuan!!" Jawab mereka serentak.
Sam yang seharusnya yang bertugas untuk mengetuk pintu rumah itu, tapi dia diam-diam mengetahui jika Sherlina adiknya memiliki hubungan yang spesial tapi, mereka tidak pernah mengumbar ataupun mengumumkannya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ketukan pintu itu cukup nyaring bunyinya, sehingga sang pemilik rumah seger terbangun dari tidurnya. Pemilik rumah secepatnya membuka pintu rumahnya.
"Siapakah yang mengetuk pintu tengah malam begini?" Tanyanya sambil melirik ke arah tempatnya jam dinding berada.
Dia semakin mempercepat langkahnya dan berjalan tergesa-gesa, karena orang yang berada di depan pintu seperti seseorang yang tidak bisa sabaran.
__ADS_1
Sesekali dia menguap saking ngantuknya dan mengucek kedua matanya,agar bisa melihat dengan jelas saat berjalan.
"Kalau Pak Edo dan istrinya Bu Ria yang datang lagi, aku pasti akan omelin," kesalnya Sherlina yang tidurnya terganggu gara-gara ketukan pintu yang sedari tadi tidak berhenti juga.
Dia memutar kunci lalu menarik gagang pintu rumahnya, hingga terbuka lah sebagian pintu itu. Betapa terkejutnya saat melihat siapa sosok orang yang berdiri di hadapannya.
Tak segan-segan dia spontan memeluk tubuh pria yang berdiri tegak di hadapannya. Tanpa memperdulikan sekelilingnya.
"Abang Juanda!!" Pekiknya dengan kegirangan yang langsung memeluk tubuh dokter Anggara kekasihnya yang sudah hampir lima tahun dia menjalin hubungan backstreet.
"Sherly juga Abang, kenapa baru sekarang Abang datang menemui Sherly Abang?? Setiap hari kami hidup dalam ketakutan dan kecemasan yang sangat besar," tuturnya yang sudah menangis dalam pelukan eratnya Anggara.
"Maafkan Abang sayang, Abang tidak berdaya dan tidak mampu menemukan keberadaanmu dan barulah hari ini apa yang Abang lakukan berhasil juga," paparnya yang semakin memeluk erat tubuh tinggi semampai bak model Korea Selatan.
Cinta dan kerinduan yang beberapa bulan ini terpendam membuat mereka sama sekali tidak menghiraukan orang yang sedari tadi mematung dan terdiam di tempatnya,hanya kedua bola matanya yang berbinar terang penuh kebahagiaan.
"Dasar dua bocah ini mentang-mentang sudah bertemu kembali yang pernah terpisah jadinya melupakan kami yang dianggapnya patung saja," kelakar Sam yang menatap mereka secara intens.
Sherina yang sangat hafal dengan pemilik suara itu segera menolehkan kepalanya ke arah Sultan berdiri. Dia semakin bahagia karena kakaknya juga datang menjemputnya untuk pulang.
"Abang, kenapa gak ngomong kalau Abang Sam juga datang kemari," cibirnya Sherlina kearah Anggara dengan memonyongkan bibirnya.
Anggara hanya tersenyum sambil menaikkan kedua bahunya.
"Kakak!!! Teriaknya Sherly yang langsung melompat ke dalam pelukan kakaknya yang sudah dianggap meninggal dunia itu dalam kecelakaan maut. Bahkan semua media elektronik dan media massa sudah mengabarkan bahwa Sultan sudah meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat pribadinya menuju Kalimantan Timur.
"Sherly sangat merindukan Kakak, Sherly dan Bunda setiap hari memikirkan keselamatan Abang, kami mengirimkan doa yang tak pernah putus untuk Kakak, kami pikir Abang sudah meninggal dunia dan meninggalkan kami untuk selamanya," jelasnya Sherly dengan tangisannya yang sudah tersedu-sedu.
Sultan pun ikut hanyut dalam kesedihan sekaligus bahagia dalam waktu yang bersamaan karena jika dipikir-pikir dengan akal logika, saat itu dia tidak mungkin bisa hidup dan selamat dari kecelakaan maut itu. Tenggelam dan terombang ambing di lautan selama tiga hari. Dan suatu hari dia ditemukan oleh seorang gadis remaja yang berhasil menyelamatkan nyawanya.
Keadaan yang tidak memungkinkan saat itu yang membuatnya harus terjebak dalam pernikahan yang membuatnya menemukan kebahagiaan.
Bunda di mana Sher?" Tanyanya yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah rumah minimalis yang sangat kecil itu.
Wajah Sherly sendu, dia tidak tahu harus berbicara seperti apa terhadap kakaknya. Lidahnya tiba-tiba keluh seketika. Dia terdiam mematung dengan terdiam tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari kakeknya itu.
__ADS_1
Samudra yang melihat ada yang tidak beres dengan keadaan tersebut, sudah tahu jika ada yang tidak beres dan aneh dengan bundanya.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…
__ADS_1