Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 140


__ADS_3

Dokter Wanda Hamidah Hasan setelah menerima teleponnya kakak iparnya segera menuju ruangan UGD. Dia pun ikut khawatir dengan keadaan Zameera setelah mendengar penjelasan dari Pak Farhan.


"Apa ada yang memaksanya untuk mengingat kejadian masa lalunya sehingga hal ini bisa terjadi?" Gumam Dok Wanda yang mempercepat langkah kakinya.


Raut wajahnya tampak sangat serius dan mencemaskan beberapa kemungkinan besar yang bisa terjadi pada kondisi psikis dan fisik dari Zameera putri tunggalnya itu.


Zameera Azzahrah Farhan adalah anaknya Pak Farhan dari istri pertamanya yang ada di kampung. Walaupun bukan lah dia yang melahirkan langsung tapi kasih sayang dan cinta kasihnya Bu Fauziah tidak perlu lagi diragukan.


Apa lagi sejak dulu dia sangat mendambakan kehadiran seorang anak perempuan di dalam keluarganya. Dia mengingat setelah dia melahirkan putra keduanya sekaligus anak bungsunya dari suaminya Farhan dia sudah divonis tidak bisa hamil lagi.


"Aku sangat menyayangi Azahrah ya Allah… tolong sembuhkan lah semua penyakitnya putriku walaupun dengan biaya yang sangat mahal pun aku akan berikan yang penting putriku sembuh," Bu Fauziah membatin.


Dokter Wanda Hamidah Hasan menatap mereka secara bergantian dengan tatapan mata yang sulit diartikan. Bu Fauziah Azizah Hasan dengan suaminya saling berpandangan satu sama lain.


"Mulai detik ini, tolong jangan sekali-kali untuk mengungkit atau pun bertanya tentang apapun yang terjadi di masa lalunya Zameeraa karena hal itu akan berakibat fatal dan akan berakhir seperti yang baru saja terjadi pada Zam," jelasnya Wanda dokter yang beberapa bulan terakhir ini yang selalu membantunya berobat dan terapi.


"Jadi maksudnya biarkan dia saja sendiri yang perlahan mengingat masa lalunya tanpa ada paksaan dari pihak luar agar hal seperti sekarang ini untuk kedepannya tidak terjadi lagi," ungkap Pak Farhan.


"Betul sekali yang Mas katakan, tolong dijaga baik-baik Aza agar tidak terulang lagi hal yang tidak kita inginkan dan kalau itu terjadi kan kasihan juga dengannya yang harus menderita," ujarnya dokter Wanda.


"Kalau boleh tahu apa penyebab dari penyakitnya Aza? Karena setahu kami dia tidak pernah mengalami kecelakaan atau benturan yang sangat keras terjadi di bagian kepalanya," ujarnya Pak Farhan yang ingin mengetahui apa sih sebenarnya yang terjadi pada Azzahrah.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskan beberapa hal kemungkinan besar yang bisa terjadi sehingga Azzahrah bisa mengalami penyakit seperti ini," tutur Wanda yang mulai menjelaskan secara terperinci dan detail apa sebab akibat dari amnesia atau trauma yang dialaminya oleh Aza.


Amnesia disosiatif sangat mungkin terjadi ketika seseorang mengalami kejadian traumatis. Akibatnya dia tidak bisa mengingat apapun dengan baik. Jenis amnesia ini akan memblokir informasi tertentu dari kejadian traumatis tersebut.


Akhirnya orang tersebut, akhirnya orang yang mengalaminya akan merasa "blank" dan sulit menemukan apa yang ingin diingatnya. Gangguan amnesia disosiatif bisa dibilang sebagai level hilang ingatan yang lebih tinggi atau parah. Segala hal yang bersifat traumatis biasanya akan hilang begitu saja dari ingatan.


Penyebabnya bisa karena pengalaman trauma, sehingga menyebabkan si individu tidak bisa mengingat poin-poin penting tertentu yang berhubungan dengan traumanya. Amnesia disosiatif tidak sama dengan amnesia biasa.


Orang dengan penyakit mental ini sebenarnya masih memiliki ingatan. Hanya saja, memory tersebut terkubur sangat dalam di dalam pikirannya. Ada beberapa gejala amnesia disosiatif yang umum terjadi diantaranya, kehilangan memori diperiode tertentu, kejadian, seseorang, dan informasi tertentu.


Perasaan terpisah seperti dari diri sendiri dan emosi. Tidak yakin dengan identitas sendiri. Ibu Fauziyah menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan kondisi kesehatan putrinya.


"Ini semua kesalahanku yang terlalu takut muncul di hadapan mereka sehingga tidak ada yang melindungi putriku, tapi siapa yang tega melakukan hal ini padanya, gadis yang tidak berdosa dan tidak punya salah apa-apa harus mengalami kejadian yang sangat besar yang merongrong jiwanya," batinnya Pak Farhan yang penuh dengan penyesalan.


"Jangan terus hidup dalam penyesalan Mbak, Mas juga jangan sampai seperti itu terus harus larut dalam kubangan penyesalan, yang seharusnya kita lakukan adalah membantunya Aza agar segera terbebas, keluar dan sembuh total dari penyakitnya ini," jelas Wanda dengan panjang lebar.


Bu Fauziah memegang tangannya Pak Farhan. Mereka saling menguatkan satu sama lainnya. Mereka sama-sama sedih dan tidak menduga gadis cantik,lugu dan polos itu harus mengidap penyakit yang lumayan parah.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:


__ADS_1


Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


__ADS_2