Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 72


__ADS_3

Sea langsung sigap berdiri untuk menjalankan perintah pertama dari suaminya untuk membuka jendela rumahnya yang langsung berhadapan dengan laut.


"Aaaahhhhh!!!!" Teriak Seana dengan suara cemprengnya.


Tapi, karena kurang hati-hati saat berjalan kakinya tersandung dengan ujung meja sehingga dia terjatuh ke atas tubuhnya Sam dengan posisi tengkurap dan kepalanya Sea pas mengenai di atas bagian sensitifnya suaminya itu.


Seana kembali dibuat tercengang, "Ini apa!!!" Jeritnya Sea sembari menunjuk ke arah bagian sensitif itu.


Sam yang tiba-tiba mendapatkan ciuman di bagian sensitifnya hanya terdiam dan terpaku, tidak tahu harus berbuat apa. Wajahnya memerah menahan rasa malunya serta sesuatu yang memberontak dibawah tepat di atas pusat intinya.


"Kenapa juga ini anak jatuhnya tepat di atas milikku, kalau seperti ini pasti ada yang meronta ingin melepaskan diri," gumam Sam yang terus berusaha menekan sesuatu yang muncul ke atas permukaan.


Sedangkan pelaku utamanya yaitu istrinya sendiri, Sea yang merasakan ada yang tiba-tiba mengeras langsung bangkit dari posisinya. Wajahnya memerah menahan rasa malunya sendiri.


"Ya Allah… itu apa yah awalnya biasa saja tapi, kenapa lama-lama ada yang berubah ukuran dan bentuknya, apa jangan-jangan itu? Aaahhhhh!!!" Jeritnya Seana.


Dia langsung ngacir ke arah jendela untuk segera membukanya lalu berjalan tergesa-gesa ke dalam kamarnya.


Sam tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh Seana. Dia tidak menyangka jika miliknya akan terbangun disaat yang tidak tepat. Andai saja dia tidak dalam kondisi yang sakit, pasti juga ikut bersembunyi seperti yang dilakukan oleh Sea yang sudah ngacir dan menghilang entah kemana.


"Ya Allah… kenapa disaat aku yang tidak berdaya, ia harus bangkit dari pertapaannya!" umpatnya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon.


Beberapa jam kemudian, sudah masuk waktu magrib, barulah Seana keluar dari kamarnya, sedangkan Samudra sedari tadi hanya terduduk di atas kursi rodanya.


Awalnya dia duduk di atas kursi milik Seana, tapi karena lama-lama bokongnya kesakitan hingga memutuskan untuk berpindah tempat ke atas kursi roda yang lebih empuk dan nyaman diduduki.


"Apa yang terjadi dengan gadis itu! Kok sampai sekarang gak muncul juga yah?" Batinnya Sam.


Sea berjalan ke arah Sam yang masih menatap indahnya senja hari itu. Dia tidak bosan-bosannya mengagumi keindahan sunset sore itu. Warnanya yang jingga masuk ke dalam rumahnya melalui celah-celah rumahnya yang sudah berlobang.

__ADS_1


"Abang mau shalat magrib bareng Aza gak?" Tanyanya saat sudah duduk di hadapan suaminya.


Samudera yang mendengar seruan dari Sea segera mengalihkan perhatiannya ke arah istrinya itu.


"Iya, tapi seperti biasa saja yang sering kamu lakukan sewaktu di rumah sakit, kamu akan membantu Abang untuk ambil wudhu kan?" ucapnya yang lebih mirip permintaan.


Sea tersenyum tulus dan manis sebelum menjawab perkataan dari Sam, "itu sudah pasti lah Abang, siapa lagi yang akan lakukan itu kalau bukan Sea Istrinya Abang, emangnya ada istri lainnya Abang?" Tanyanya yang tidak menyadari apa yang telah diucapkannya yang dianggapnya hanya gurauan semata tapi bagi Sam itu perkataan yang membuat sesuatu yang terjadi di dalam hatinya, perasaannya tiba-tiba menghangat seketika.


"Kenapa dengan hati dan perasaanku, hanya perkataan biasa saja yang dia ucapkan sudah mampu membuatku bahagia dan ingin terbang melayang," batinnya Sam dengan seulas senyumannya.


Sea segera membantu Sam untuk mengambil wudhu. Dengan penuh perhatian dan telaten, ia berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Sea kembali mendorong kursi roda itu ke dalam kamarnya yang cukuplah untuk mereka tempati berdua.


"Maaf yah bang, kamarnya sempit, mungkin tidak seperti kamar Abang yang ada di Kota," ujarnya merendah sembari mengambil sarung, kopiah dan sajadah di dalam lemarinya.


Seana tanpa menunggu lama lagi, ia segera merentangkan dua lembar sejadah ke atas lantai yang sudah dilapisi tikar alasannya yang bagian bawahnya. Sam melaksanakan shalat diatas kursi rodanya dan menjadi imam shalat magrib Seana.


Sedangkan Sea berada di belakangnya,mereka melaksanakan shalat maghrib dengan penuh khusyuk. Mereka larut dalam shalatnya masing-masing dan melakukannya dengan penuh penghayatan.


Beberapa saat kemudian, mereka segera menyelesaikan shalatnya. Seana kembali merapikan kembali perlengkapan shalatnya ke dalam lemari.


"Abang kalau mau nyalain tv silahkan, saya mau ke dapur dulu untuk masak makanan," ucapnya yang meminta izin kepada suaminya.


Sam hanya tersenyum tipis seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Ya Allah… jadikanlah pernikahanku ini sebagai ladang pahala untukku kelak dikemudian hari," Sam membatin.


****************


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:

__ADS_1



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.

__ADS_1


I love you all Readers…


__ADS_2