
"Kenapa wajahnya mampu mengalihkan duniaku, hanya dalam sekejap mata saja mampu menghapus bayang-bayang Selena dan menggantikan posisinya Selena di dalam hatiku ini," gumam Sam yang tersenyum smirk.
Sam yang terhipnotis oleh mata indah sebening embun pagi hari itu milik Seaa. Sam sudah mampu melupakan semua perkataannya barusan dan prinsipnya di awal mereka menikah, jika dia tidak akan sedikit pun menyentuh tubuhnya Seana sedikit pun hingga Sea sendiri yang memintanya.
"Ya Allah… apa aku salah apabila aku mulai ada rasa dengan kekasih halalku, dan pikiran ini selalu tertuju pada tanggung jawabku sebagai seorang suami yang selalu datang memenuhi rongga jiwaku, jika tubuhku bersentuhan langsung dengan tubuhnya itu," Sam membatin.
Hanya tersisa sedikit pun gerakan yang akan dilakukan oleh Sam hingga mereka akan berciuman, tapi baru saja ia memegang tengkuk istrinya itu, pintu ruangan kamar perawatannya dibuka oleh seseorang dari arah luar yang mengacaukan dan menggangu hubungan yang sudah terjalin diantara mereka.
Sam segera melepaskan pegangan tangannya di tengkuknya leher istrinya, lalu dia berbaring dengan tidak lupa memperbaiki penampilannya serta posisi bantalnya. Apa yang dilakukan oleh Sam tidak berbeda dengan yang terjadi pada Seana.
Seana segera berdiri dan merapikan pakaiannya yang sedikit kusut, hingga rambutnya pun dia perbaiki ikatannya yang hanya asal cepol saja. Anak rambutnya ada yang terurai dan menjuntai mengenai wajahnya.
Sea menundukkan kepalanya karena malu, "Abang, aku bukain pintunya dulu, sepertinya itu mungkin perawat yang bawa obatnya Abang," terangnya Sea dengan wajahnya memerah seperti layaknya buah tomat saja.
Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon hanya menganggukkan kepalanya ke arah Sea yang sudah berjalan meninggalkannya ke arah pintu masuk," pergilah!" Tuturnya Sam.
"Kenapa aku tergoda melihat bibirnya yang merona memerah layaknya buah delima yang ranum itu, hingga aku tidak bisa mengontrol dengan baik tubuhku." Batinnya Sam yang memegang puncak bibirnya itu.
Samuderaa tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Ia kebingungan dengan apa yang barusan dia lakukan, hampir saja mencicipi manisnya bibir seksinya Sea yang membuatnya tergoda dalam sekejap mata.
Walaupun apa yang dia lakukan sah saja dan tidak masalah, tapi hubungan mereka hanya sebatas menikah karena adanya insiden yang memaksa mereka untuk segera menikah.
Pintu itu terbuka lebar, Sea tersenyum ramah ke arah orang yang sedari tadi mengetuk pintu itu. Ibu Lina dan kakak sepupunya itu sama sekali tidak tersenyum membalas senyuman dari Sea.
Mereka langsung nyelonong masuk tanpa aba-aba dan mengucap salam apa pun itu. Seaa hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adik dari Bibinya yang sedikit pun tidak ada sopan santunnya dan etika bertamunya.
"Ada apakah gerangan yang membuat Nyonya Besar Lina datang berkunjung ke ruangan Perawatan suamiku?" Tanya Sea yang sedikit sarkas ke arahnya Ibu Lina.
__ADS_1
"Enak yah hidup loh sekarang, setelah menikah sudah melupakan semua pekerjaanmu selama ini yang hanya jadi kurir ikan," cibir Ibu Lina dengan angkuhnya sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya.
Bu Lina dan Anjani adalah adik kandungnya dan keponakannya Bu Widya istri dari Pak Heru pamannya Sea.
Sedangkan Anjani sedari tadi memandang penuh takjub dan terpikat melihat wajah dan tampangnya Sam "jika dibandingkan dengan Abang Anjas, dia lebih macho, tampan dan cakep tapi, sayangnya dia pria lumpuh dan penyakitan." Tatapan matanya yang memuja genit memandang ke arah Sam.
Sam sama sekali tidak menggubris pandangan matanya Anjani, malahan dia mengalihkan dan membuang muka ke arah tembok. Dia hanya terdiam melihat interaksi mereka tanpa ada niat untuk ikut campur.
Dia hanya menjadi penonton setia saja, kecuali Sea tidak bisa meladeni dan membalas mereka barulah dia turun tangan jika itupun dalam keadaan terdesak dan genting tentunya.
"Oooh jadi hanya alasan ini yang membuat kalian harus repot-repot datang ke rumah Sakit yang bau obat dan kotor ini," sarkasnya Sea yang mengingatkan perkataan mereka sendiri yang mengatakan jika RS adalah tempat yang kotor dan menjijikkan.
Bu Lina tersenyum mencibir, "Kamu ternyata sudah berubah menjadi perempuan yang liar, apakah ini pengaruh dari pria itu?" Tunjuk bu Lina ke arah Sam berada.
Sea segera menurunkan tangannya Anjani yang sudah lancang dan berani menunjuk ke arah Samudera suaminya yang tidak tahu apa-apa.
Sea tersenyum meremehkan, "Kalau hanya seperti ini tujuan kalian untuk datang ke sini sepertinya hanya untuk membuang waktu saja yang tidak berguna sama sekali," ketusnya Sea yang tidak kalah garangnya.
Raut wajah Sea spontan langsung berubah drastis setelah mendengar penjelasan dari bibinya. Sea sangat sedih mendengar kenyataan itu. Pria yang selama ini menjadi kekasih sekaligus tunangannya akan menikah dengan kakak sepupunya sendiri. Sam sedari tadi, diam-diam memperhatikan perubahan mimik wajahnya Sea dari tempatnya.
"Ya Allah... pasti itu tidak mungkin terjadi, Abang Willy aku yakin masih mencintaiku jadi tidak mungkin ia akan menikah dengan wanita lain." Gumam Sea dengan langkahnya sedikit goyah ke arah belakang.
Ibu Lina dan putrinya tersenyum licik dan penuh kemenangan melihat kondisi Sea yang berhasil mereka provokasi dan masuk jebakan kelicikan dan kemunafikan mereka. Padahal kenyataannya Willy dan keluarganya sama sekali tidak tahu dan tidak akan menikahkan anak mereka dengan Anjani.
****************
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
__ADS_1
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
__ADS_1
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…