
"Pergi!!! Aku tidak ingin melihatmu ada di sini," pekik Sea lalu menunjuk ke arah Ibu Melani.
Beberapa orang yang kebetulan berada di dalam ruangan tersebut langsung tercengang dengan apa yang dilakukan oleh Sea.
"Jangan dekati aku!!! Aku tidak kenal kalian terutama kamu!!" Teriak Seana lagi sambil menunjuk ke arah Bu Melani berada yang terdiam tak bergeming di tempatnya.
Orang-orang yang kebetulan ada di dalam sana keheranan sekaligus bingung melihat sikap Seana terhadap Ibu Melani. Selama ini, sikap mereka berdua jika diperhatikan dan dilihat dari kesehariannya sepertinya hubungannya bagaikan anak dan ibunya saja.
"Aaahhhh sakit!!" Keluhnya Seana yang memegangi kepalanya.
"Apa yang terjadi padamu nak? Tenanglah ini ibu yang sengaja datang untuk melihat keadaanmu," tutur Ibu Melani.
Ibu Melani kembali mendekati Sea yang berusaha untuk membujuknya. Ibu Widya yang melihat hal tersebut segera bertindak.
"Bu Melani mungkin sebaiknya Ibu jangan dekati Sea dulu Bu, kasihan dengan Sea yang selalu histeris jika Ibu dekati," pungkasnya Bu Mirna.
Ibu Minah ikut menimpali pembicaraan mereka," iya ibu apa yang dikatakan oleh Bu Mirna benar adanya, kita kasihkan melihat kondisi mental Sea jika Ibu terus terusan membujuk atau pun berusaha ibu dekati jadi sebaiknya jaga jarak dulu lah Bu."
"Benar sekali itu Bu, untuk menghindari agar kondisi psikis dan jiwanya Aza yang terguncang hebat akibat ulah putranya Ibu sebaiknya Ibu tinggalkan kami di sini saja bersama Sea," sarkas Ibu Ana sepupu jsuhy dari Ibu kandungnya Sea.
Winda segera merangkul ibunya agar bisa lebih tenang untuk menghadapi perkataan dari beberapa ibu-ibu di dalam ruangan itu.
"Benar sekali semua yang emak-emak katakan Bu Melani, demi kebaikan dan penyembuhan dari Sea sendiri, mungkin jalan terbaik dan sebaiknya ibu untuk sementara waktu jangan mendekat atau bisa jangan ganggu ketenangan dari Aza Bu," sahut Pak Doni yang juga ikut sedih melihat Sea.
Mereka sangat menyayangkan kejadian dan peristiwa tersebut terjadi dan menimpa Sea. Gadis yang baik hati dan ramah itu bernasib sangat malang hanya karena pengaruh dari minuman alkohol.
"Aku tidak kenal kalian, aku mohon pergi dari sini, kamu akan membunuhku iya kan!!" Jeritnya Seana yang berusaha untuk bangun dari baringnya.
Bu Melani dan Winda putri bungsunya meninggalkan ruangan tersebut tanpa pamit sedikit pun. Bu Melani meneteskan air matanya karena kasihan melihat kondisi Sea sendiri tapi, ia terpaksa pergi dari tempat tersebut demi kesehatan dan ketenangan Seana.
__ADS_1
Beliau juga sedih menanggung beban rasa malunya akibat gara-gara perbuatannya anak sulungnya sendiri. Anak yang selalu ia banggakan dan sayangi sepenuh hati diluar kendali dan ekspetasinya itu diluar kendali.
Winda memegang mengapit lengan ibunya lalu berucap," Ibu harus kuat, sabar dan tabah menjalani semuanya, saya yakin akan ada hikmahnya dibalik semua ini."
Ibu Melani hanya menatap sendu anak bungsunya itu. Dia tidak menyangka jika sikap putrinya lebih dewasa dan bijaksana daripada dirinya sendiri yang terlalu sedih dan marah serta tak bisa mengontrol baik emosinya.
"Ya Allah… maafkanlah hambaMu ini, aku sudah terlalu banyak dosa," lirih Bu Melani.
Mereka berdua meninggalkan rumah sakit Kabupaten dan berencana akan menuju ke kantor polisi untuk membesuk anaknya Willy. Orang yang bertanggung jawab dan pelaku utama dibalik musibah yang menimpa dan membuat Seana drepresi ringan setelah kejadian yang dialaminya hingga hilang ingatan.
"Jadi apa aku panggil dokter dan perawat ke sini untuk secepatnya memeriksa kondisi dari Aza?" Tanyanya Pak Antoni suaminya Bu Ana.
"Jangan tunggu lama lagi Pak, cepat panggil dokter tidak baik dibiarkan seperti ini terus," imbuh Bu Mirna lagi.l yang semakin dibuat khawatir melihat kondisinya Seana.
Pak Antoni segera berlari ke arah ruangan praktek dokter yang menangani kesehatan dari Sea. Mereka sudah menganggap Sea sebagai anak mereka. Karena kebaikannya lah yang membuat banyak orang simpatik dan peduli padanya.
Hingga berbondong-bondong masyarakat dan warga kampung berdatangan secara bergantian menjenguk Sea di rumah sakit.
"Begini Pak, pasien atas nama Seana mengamuk gara-gara kedatangan salah satu tetangga hingga dia histeris dan berteriak kencang," jelasnya dengan nafasnya yang ngos-ngosan.
"Baiklah kalau begitu ikut saya, kita akan segera periksa kesehatannya lebih pasien," ujar Pak Dokter yang berjalan mendahului Pak Antoni yang masih berusaha untuk menenangkan nafasnya yang memburu.
Mereka berjalan segera ke arah ruangan perawatan Seana. Sedangkan di dalam ruangan itu, Seana sudah bisa sedikit tenang berkat rumah bujukan dan rayuan dari Bu Mirna.
"Tolong jangan berkerumun di dekatnya pasien, karena dokter akan memeriksa kondisinya Mbak Seana," terang salah satu suster yang berjalan berdiri di sampingnya Pak Dokter yang hanya tersenyum menanggapi perkataan dari bawahannya itu.
Mereka menuruti perkataan dari perawat tersebut. Mereka segera menyingkir dan memberikan kelonggaran kepada dokter dan perawat untuk memeriksa keadaannya Sea. Setelah beberapa saat kemudian, dokter telah selesai memeriksa Sea. Semua orang di sana harap-harap cemas dengan hasilnya.
Bu Mina segera berjalan mendekati Pak Dokter," bagaimana dengan kondisi putri kami Dok?" Tanyanya yang sangat khawatir.
__ADS_1
"Sebaiknya Seana segera di bawah ke ibu kota Jakarta untuk segera mendapatkan perawatan medis yang lebih bagus lagi, karena kami meminta maaf di rumah sakit kita ini fasilitas dan dokter khusus spesialis psikiater di rumah sakit belum ada," terangnya Pak Dokter dengan tersenyum ramah agar mereka tidak terlalu cemas dan takut.
"Ke Ibu Kota Jakarta?" Salsa membeo mendengar penjelasan dari dokter.
Begitu banyak kata andai untuk mengawali setiap penyesalan. Begitu kamu mulai menyesal itu sudah terlambat. Akan selalu ada penyesalan setelah kehilangan sesuatu, yang selama ini kamu sia-siakan.
Penyesalan itu datangnya selalu di akhir agar kita memiliki waktu yang lebih untuk belajar. Adanya penyesalan adalah untuk menyadarkan bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat diulang. Ketakutan itu sementara, penyesalan itu hanya selamanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
I love you all Readers…