Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 14


__ADS_3

"Paman selalu tahu apa yang Sea butuhkan, maafkan Saya yah paman, sudah membuat Paman repot-repot harus mengantarkan makanan segala untuk kami," terang Sea dengan wajah sendunya sembari menggandeng tangan pamannya ke arah kursi.


"Sea tolong ambilkan piring beserta sendoknya lalu isi makanan ke atas piring sepertinya Samudera akan minum obat dan harus makan terlebih dahulu," perintah Pak Herman.


Seana melihat ke arah Raja yang sudah terbangun dan hanya terdiam menatap ke arah mereka. Sea segera melaksanakan perintah sesuai dengan arahan pamannya. Dia sama sekali tidak menentang atau pun protes dengan perintah dari pamannya yang baru pulang dari pulau T untuk bekerja melaut.


Dengan telaten Seana, menaruh beberapa makanan yang sesuai dengan yang ada di dalam rantang tersebut. Pak Herman yang melihat anak dari adik perempuannya itu tersenyum melihat wajah Seana yang nampak sangat serius.


"Kalau sudah terisi beberapa makanan kamu sana bawa ke hadapan Samudera tapi, kamu yang harus bantu karena setahu Paman, Sam belum bisa memegang lama sendok," tutur Pak Herman.


"Baik Paman, ini semua Bibi yang buat yah Paman?" Tanya Sea saat meraih sendok makan.


"Ini titipan dari Ibu Mirna katanya dia masak khusus untuk kamu dan Samudera calon manten," jawabnya yang membuat Seana tersedak dengan salivanya sendiri.


Uhuk… uhuk…


"Minum dulu Sea, makanya jangan biasakan cicipi makanan sambil berbicara kan gini jadinya,"ungkap Pamannya lalu menyodorkan segelas air putih ke dalam tangannya keponakan perempuannya it.


Ocean ingin segera bangkit dari tidurnya saat melihat kondisi Sea yang terbaik tapi buru-buru dia segera mengurungkan niatnya itu.


"Sudah kuduga tidak mungkin mak lampir yang buat ini semua, mana mau dia repot-repot dan pasti bakal berpikiran uangnya akan habis!!" Seana tersenyum miris ke arah pamannya yang mengetahui kenyataannya sesuai dengan pikirannya.


"Kamu bantu nak Samudera untuk makan, dan mulai hari ini kamu harus belajar untuk membantu menyiapkan makanan untuk Samuderaa, apalagi kasihan calon suamimu masih sakit," terang Pak Herman lagi.


Seana sedikit grogi dan salah tingkah karena seumur hidupnya belum pernah menyuapi orang yang sakit, tangannya ikut gemetaran.

__ADS_1


"Ya elah… paman kenapa meski aku yang disuruh untuk nyuapin Abang Sam kan jadi seperti ini jadinya," batinnya Sea yang diam-diam curi pandang ke arah Sam.


Sam yang melihat Seana membawa piring ke arahnya segera menggerakkan badannya walaupun sedikit kesulitan dan hanya tangannya yang bisa bergerak di matanya Sea.


"Aku sangat yakin Sam adalah pria yang paling pantas menjadi pendampingmu nak, makanya paman merestui dan tidak banyak pikir saat dia meminang kamu di hadapan paman dan masyarakat lainnya," Pak Herman membatin tatapannya tertuju pada mereka secara bergantian.


Ia secepatnya segera bertindak untuk membantu Samudera untuk bersandar dengan posisi yang baik dengan cara mengatur letak ranjang yang ada di samping bangkar tersebut melalui alat khusus.


"Apa sudah nyaman kalau seperti ini Abang?"tanya Seana dengan lembut saat membantu Sam untuk bersandar.


Ocean menatap wajahnya Seaina yang bersinar terang layaknya mentari di pagi hari itu dan kedua bola matanya sebening embun pagi. Dia mengagumi indahnya ciptaan Tuhan yang Maha Esa.


"Masya Allah cantiknya, kamu gadis pesisir tapi pesonamu mengalahkan banyak perempuan cantik yang pernah aku lihat, apakah ini anugerah untukku?" Batinnya Samudera yang menatap intens ke arah Seana.


"Kenapa semakin aku perhatikan wajahnya semakin membuat aku tergoda dan tergila-gila, apakah ini cinta ataukah hanya rasa kagum semata," Ocean kebingungan dengan perasaan dan apa yang sedang melanda hatinya. 


Dengan tangannya yang sedikit gemetaran. Sam dengan patuh langsung membuka mulutnya lebar-lebar lalu mengunyah makanannya dengan pelan.


"Semoga kalian bahagia dan langgeng sampai kakek nenek, Paman bahagia jika melihat kalian nantinya bersanding di pelaminan dan menurut Paman Raja adalah pria yang baik dan cocok untukmu." Batin Pak Herman yang melihat interaksi mereka.


Samudra bersyukur karena mendapatkan gadis yang perhatian padanya dan baik hati walaupun mereka akan menikah tanpa adanya cinta dan kasih sayang dari keduanya.


"Ya Allah… kalau gadis kecil ini yang akan menjadi pendampingku hingga tutup usiaku maka dekatkanlah dia padaku ya Allah… dan satukanlah kami di dalam hubungan halal yang Engkau ridhoi," Ocean membatin dalam diamnya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2