
"Kasihan Seana sejak kecil sudah menderita selama bapak dan ibunya meninggal dunia hingga perlakuan kasar dan kekerasan yang sering kali dia dapatkan dari bibinya sendiri, oercobaan penganiyaan yang berakibat trauma hingga sekarang menghilang entah kemana perginya," timpal Bu Mina.
"Iya benar sekali apa yang Ibu katakan, anak yang tidak bersalah sedikit pun dan baik hati harus hidup dengan penuh perjuangan di usianya yang masih sangat muda 19 tahun," sahut Pak Anton.
Mereka sangat sedih dan terpuruk hingga berputus asa, karena pencarian mereka tidak berhasil juga hingga membuat mereka menyerah.
Seana menderita gangguan jiwa akibat dari benturan keras dikepalanya dan juga karena perbuatan keji dan bejaknya Willy Widianto Ardiansyah anak sulung dari kepala desa setempat. Untungnya malam kejadian naas itu, Rian dan Susanti melihatnya dan menjadi saksi kunci insiden tersebut.
Seana segera dilarikan ke rumah sakit dan mengalami luka yang cukup serius karena harus dioperasi dibagian kepalanya. Akibatnya Sea cukup dibuat menderita dengan ia trauma dan sering berteriak kencang dan histeris.
Dokter telah memeriksa kondisi kesehatan Seana dan memutuskan untuk segera dibawa ke rumah sakit yang ada di ibu kota Jakarta. Tapi, apa yang mereka rencanakan dan lakukan demi kesembuhan dari Seana menjadi mala petaka untuk Seana sendiri. Ia berhasil lari dan kabur dari rombongan ibu-ibu dan bapak-bapak yang dengan suka rela dan ikhlas mengantarnya.
Wajah mereka yang awalnya antusias berharap mereka mendapatkan kabar yang baik tapi, ternyata semua usaha yang mereka lakukan sama tidak menghasilkan apa-apa.
"Kalau emang seperti ini hasilnya tidak apa-apa, yang penting kita sudah melakukan dan mengupayakan yang terbaik untuk melakukan pencarian tapi kehendak Allah SWT seperti ini, jadi Bapak harap kepada bapak-bapak dan ibu-ibu untuk bersabar dan tidak perbanyak berdoa agar Seana selalu dalam lindungan Allah SWT," terangnya Pak Ardi dengan panjang lebar sebelum mereka bertolak kembali ke kampung halamannya dengan berbagai macam perasaan yang berbeda-beda.
Susanti dan Rian sangat sedih menyesali keteledorannya karena gara-gara dia terlelap dalam tidurnya sehingga Sea menghilang dari pandangannya.
"Ya Allah… jaga dan lindungilah Mbak Seana dimanapun dia berada, ini semua terjadi karena kesalahanku ya Allah, mataku yang terlalu ngantuk sehingga aku lalai saat menjaga Mbak Sea," gumamnya Susanti.
Pak Ardiansyah Bakrie sesekali mengusap air matanya yang berhasil lolos dari pelupuk matanya. Dia tidak menyangka gadis yang selalu ceria, baik hati bernasib seperti ini.
"Maafkan Bapak Nak yang tidak bisa menemukan kamu, bapak sudah berusaha yang terbaik tetapi apa boleh buat Allah SWT belum menjodohkan kita untuk bertemu kembali," lirihnya yang mengalihkan pandangannya ke arah jendela mobilnya.
Bu Meylani yang menyadari hal tersebut segera memegang genggaman tangan suaminya, "Insya Allah Sea akan pulang dan berkumpul bersama kita seperti dulu lagi, Ibu mohon bersabarlah dan perbanyak berdoa jangan selalu menyalahkan diri bapak karena semua ini pasti sudah kehendak Allah SWT," jelas Bu Meylani.
Toko kelontong sembako milik Seana sudah diputuskan oleh mereka jika, sepulang dari Ibu Kota Jakarta, Rian dan Susanti lah saja yang sangat pantas untuk mengurusnya dan mengelolanya. Karena menurut kesepakatan mereka lah yang sangat layak untuk melakukan hal itu dan mengemban amanah dari Seana tersebut.
__ADS_1
Satu bulan kemudian…
"Bunda…!!" Teriaknya Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon yang mencari keberadaan bundanya yang sudah mencarinya kemanapun tapi Sam belum melihat keberadaan dari Bu Hamidah.
Sherlyana yang mendengar teriakan dari abangnya segera berjalan ke arah kakak sulungnya itu.
"Bunda tadi pagi ke rumah sakit Abang, katanya ada obat yang beliau ambil," jelasnya Sherly sembari mengambil remote TV yang tergeletak di atas meja sampingnya TV.
Sam menatap ke arah adik bungsunya itu sambil berucap," kok kamu gak ikut bersama bunda ke rumah sakit ?" Tanyanya yang ikut duduk di sampingnya Sherly sambil menikmati kacang polong sebagai cemilan mereka.
"Aku sangat Ingin menemani Bunda, tapi bunda menolak dan tidak ingin ditemani aku ngotot ingin ikut bersamanya tetapi, bunda selalu menolak dengan berbagai macam alasan juga," kesalnya Sherly yang merebut toples plastik dari tangan saudara satu-satunya itu.
Mereka berdua malah sibuk nonton TV dan berebut kerupuk sebagai cemilan mereka yang hanya tersedia satu toples saja.
Sherlina menatap jengah ke arah kakaknya, "Kalau Abang jam segini kok masih di rumah saja, apa gak ada kerjaan di kantor gitu?" Tanyanya Sherly yang seolah-olah ingin mengusir Abangnya sendiri.
Sherlina mendelikkan bola matanya ke arah kakaknya itu, "Iiihh sebel deh mentang-mentang Abang bosnya jadi seenaknya menyiksa orang gitu," umpat Sherly yang jengah melihat sikap abangnya yang otoriter itu.
Mulai besok hingga tanggal 4 aku akan adakan give away.. 1. Dukungan Nomor Rank 1 dan 2 pulsa 50k Untuk dua orang.
Dukungan posisi rank ke 3-4 masing-masing 25k untuk 4 orang.
Syaratnya Wajib: Like, Baca dari bab 1 hingga update bab sampai tgl 4 Desember 2022 Khusus Novel Fania yang berjudul "MEREBUT HATI MANTAN ISTRI". Perhitungannya mulai hari Senin tanggal 14 November.
__ADS_1
Harus dan Wajib Follow akun Fania Mikaila Azzahrah yah!!
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1