
Kemudian berjalan ke arah Bu Fauziah lalu memeluk tubuh Mamanya dari samping," thanks Mamaku yang paling cantik dan paling baik sedunia."
Bu Fauziah senang diperlakukan seperti itu oleh anak sambungnya.
"Ya Allah… semoga saja kelak jika dia sembuh total perasaan dan kasih sayangnya padaku tidak akan berubah dan menganggap aku adalah Mamanya dan tidak pernah berubah hingga kelak," gumamnya Bu Fauziah.
"Syukur Alhamdulillah makasih banyak Papa," ucapnya Zameera Azzahrah lalu mencium pipi papanya.
Zameera Azzahrah sering dipanggil dengan nama panggilan Aza. Ia kemudian berjalan ke arah Bu Fauziah lalu memeluk tubuh Mamanya dari samping," thanks Mamaku yang paling cantik dan paling baik sedunia." Pujinya Zameera yang tersenyum tipis.
Bu Fauziah senang diperlakukan seperti itu oleh Zameera anak sambungnya, "Ya Allah… semoga saja kelak jika dia sembuh total perasaan dan kasih sayangnya padaku tidak akan berubah dan menganggap aku adalah Mamanya dan tidak berubah hingga kelak," gumamnya Bu Fauziah.
Zameera Azzahrah Farhan sangat bahagia karena apa pun yang dia pilih dan lakukan kedua orang tuanya selalu mendukungnya dan memberikan wejangan serta nasehat dengan jalan yang dipilihnya.
Bu Fauzia menatap intens ke arah putra bungsunya itu, "Adek anterin kakakmu ke kampusnya, kamu bisa kan sayang?" Bu Fauziah segera menyelesaikan makannya lalu menatap ke arah putra bungsunya itu.
Davin tersenyum penuh arti, "Siap, kalau untuk kakak aku yang paling cantik apa sih yang tidak mungkin," jawabnya Dafindra dengan kerlingan matanya ke arah kakaknya.
"Iiih genit, stop mulai sekarang jangan panggil aku kakak kita hanya beda setahun, berasa aku tuaan amat kalau dipanggil kakak," jelas Aza yang sedari dulu tidak suka kalau dipanggil kakak oleh Dafindra walaupun kenyataannya emang dia anak kedua.
Semua orang tersenyum melihat interaksi keduanya yang selalu bagaikan kucing dan tikus jika bertemu. Dafindra lebih muda dari usianya Aza, akan tetapi dia lebih duluan lulus dari perguruan tinggi dan mulai bekerja membantu papanya di perusahaannya.
Sedang Aza butuh waktu yang cukup lama untuk menyesuaikan dan Pak Farhan butuh pendekatan khusus karena ijazah yang dimiliki oleh Aza tidak seperti dengan ijazah mahasiswi lainnya.
Aza mendapatkan ijazah smp dan sma melalui program paket B dan C untuk meloloskan langkah dan niatnya Pak Farhan untuk bisa mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi.
"Ma! Aza pamit dulu yah," pamitnya Aza lalu mencium punggung tangan Mamanya.
"Hati-hati! ingat botol obatnya harus di bawah ke mana pun kamu pergi," nasihat Ibu Fauziah lalu menciumi kening putrinya itu.
"Oke," jawabnya singkat lalu berjalan ke arah papanya lagi.
__ADS_1
"Belajar yang baik sayang, jangan nakal," ucap Pak Farhan lalu mengulurkan tangannya ke arah Aza untuk segera dia cium dengan penuh takzim.
"Beres bosku, assalamu alaikum," Aza kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya lalu bergegas berjalan ke arah pintu depan karena Dafindra sedari tadi membunyikan klakson mobilnya.
Beberapa saat kemudian mobil mereka sudah melaju dengan kecepatan yang cukup rendah karena kondisi jalan hari ini cukup padat sehingga kecepatan mobil yang dikendarai oleh Dafin terpaksa sedang saja.
"Kapan yah Ibu Kota Jakarta terbebas dari macet? Bahkan setiap hari volume mobil yang memadati hampir seluruh ruas jalan yang ada di kota tidak terlepas dari kata macet," umpat Dafin yang mobil dikendarainya harus terjebak macetnya jalan ibu kota.
Aza yang mendengar adiknya mengomel seperti emak-emak yang belum mendapatkan uang bulanan saja dari suaminya.
Untungnya hari itu dosen yang mengajar di kelasnya terlambat datang sehingga dia terbebas dari omelan. Jadi dia sedikit terbantu terbebas dari hukuman.
Semua teman kelasnya menyambut kedatangan kembali Aza dengan tangan terbuka bahkan tak sedikit dari mereka yang berempati dan bersyukur atas ujian dan cobaan hidup yang dialami oleh Aza.
"Aza, kamu mau ikut kami gak ke kantin? Tanya Windarti teman satu kelasnya.
Zameera Azzahrah yang membereskan perlengkapan kuliahnya kembali ke dalam tasnya menoleh sekilas ke arah para gadis yang sudah duduk mengelilinginya.
"Kalau gitu kita langsung ke kantin saja," timpal Aini sahabatnya yang sudah kelaparan dan tidak sabar ingin menikmati menu makanan khas yang ada di kantin kampusnya.
Mereka berjalan ke kantin sambil sesekali berbincang-bincang dan bercanda. Banyak hal yang mereka bicarakan hingga Aza yang terlalu antusias berjalan sambil berbicara tidak memperhatikan langkahnya. Pas depan belokan arah kantin dia menabrak seseorang.
"Aaaahhhh!!" Pekiknya Aza
Temannya yang tiga orang itu serta beberapa mahasiswa yang melihat kejadian itu hanya terperangah dan menjadi penonton saja.
Untung saja pria itu cepat tanggap menarik tangannya Aza sehingga terbebas dari tersungkur ke atas lantai. Pria itu menatap lekat ke arah wajahnya Aza dengan pandangan mata yang sulit diartikan. Sedangkan Sea pun yang terkesima melihat wajah pria yang menolongnya sekaligus yang menabraknya itu tanpa berkedip sedikit pun.
Apa yang mereka lakukan berdua menjadi pusat tontonan dari beberapa mahasiswa yang kebetulan melewati jalan itu dan berada di sana. Tangan kanannya memegang pinggangnya Aza sedangkan tangannya Aza menggantung bebas di udara.
Pandangan mata keduanya saling beradu. Hembusan nafas keduanya saling tabrakan. Jarak keduanya cukup dekat karena pria itu sedari tadi semakin mengeratkan pelukannya ke tubuhnya Aza.
__ADS_1
"Seana!!" Gumamnya orang itu.
Saat kita menanam padi, akan selalu ada rumput yang ikut tumbuh apalagi jika yang kita tanam adalah rumput, tidak akan ada padi yang ikut tumbuh.
Begitulah hidup kebaikan yang kita tanam tak selalu tumbuh kebaikan pula, bagaimana jika yang kita tanam adalah keburukan, tak akan ada kebaikan yang tumbuh. Tapi dunia ini dipenuhi orang-orang baik, jika kita tak bisa menemukannya maka jadilah salah satunya.
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Tetanggaku Idola Suamiku
Cinta pertama
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
__ADS_1