Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 133


__ADS_3

"Hey!! Putri ingat batasan kamu, kamu sendiri yang menyuruh dulu pria itu melamar adiknya Ridwansyah sehingga kamu hampir menjadi perawan tua," sarkas Bu Lina.


"Ihh Ibu sembarang saja, kita seharusnya cari tahu apa maksud kedatangannya dan cari cara untuk membuat Samudera marah-marah karena kesalahannya Anjas, karena aku yakin mereka akan menutupi rahasia besar yang terjadi antara Seaina dengan Willy gitu deh Bu," jelasnya Bu Lina yang sangat bahagia saat menemukan ide yang sangat bagus untuk memecah belah mereka.


Bu Lina dan putri tersenyum penuh kelicikan karena memiliki cara yang sangat jitu untuk menghancurkan mereka orang-orang yang suka dengan Seana.


"Hey!! Winda ingat batasan kamu, kamu sendiri yang menyuruh dulu pria itu melamar adiknya Rian sehingga kamu hampir menjadi perawan tua," sarkas Bu Lina.


"Ihh Ibu sembarang saja, kita seharusnya cari tahu apa maksud kedatangannya dan cari cara untuk membuat Ocean Samudera Dirgantara Mandala Renon marah-marah karena kesalahannya Anjas, karena aku yakin mereka akan menutupi rahasia besar yang terjadi antara Seana dengan Willi," jelasnya Winda yang sangat bahagia saat menemukan ide yang sangat bagus untuk memecah belah mereka.


Bu Lina dan Winda tersenyum penuh kelicikan karena memiliki cara yang sangat jitu untuk menghancurkan mereka orang-orang yang suka dengan Sea. Ibu Lina adalah adik kandung dari istrinya pak Heru dimana Pak Heru adalah kakak dari Ibunya Seana.


Smudera mengedarkan pandangannya mencari keberadaan dari istrinya tapi


sama sekali tidak ada tanda-tanda keberadaan dari Seana. Dia tidak melihat istrinya di depan rumahnya.


Ibu Mirna yang tidak sengaja melihat kecemasan dari raut wajahnya Sultan segera mulai gelisah dan khawatir. Bu Mina segera menatap ke arah Pak Toni, agar segera mengalihkan perhatiannya Sam agar tidak bertanya tentang dimana Seana sekarang. Anjani yang melihat hal tersebut segera mempercepat langkahnya menuju keberadaan dari Samudra.


"Hey Abang Samudera!" Panggilnya Anjani ke arah Sam yang berdiri yang baru Ingin melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumahnya.


Tetapi, langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang memanggil namanya. Anjani dan ibunya semakin mempercepatnya langkahnya ke arah di mana Samuderaberada.


"Ya Allah… kenapa juga mereka datang diwaktu yang tidak tepat pula kalau mereka sudah ada bersiaplah untuk menghadapi segala sesuatu yang bisa berakibat fatal nantinya dan berujung dengan adu mulut," gumamnya Ibu Mina.

__ADS_1


Bu Erna melihat ke arah Bu Mina mereka saling melempar pandangan satu sama lainnya dengan wajah yang sendu dengan mengerutkan keningnya dan ada rasa khawatir menyelimuti seluruh hati dan perasaannya mereka berdua.


"Ada apa kamu memanggilku apa aku kenal kamu?" Tanyanya yang menatap jengah ke arahnya Winda bersama dengan ibunya.


Sam sangat tahu dengan sangat karakter mereka. Ia sedikit kesal karena langkahnya harus terhenti sesaat karena adanya suara seseorang yang memanggilnya. Karena orang yang paling ingin ia hindari muncul dengan sendirinya di hadapan kedua matanya.


Bu Lina berjalan mendekati Sam, "Apa kamu masih mengingat kami Nak Samudera?" Tanyanya Bu Mina dengan tatapan mata yang seakan-akan ingin dikasihani oleh siapa saja yang melihatnya.


Berputar-putar berbicara dengan sengaja untuk mengulur waktu agar Anjani segera menjalankan siasatnya. Samsama sekali tidak ingin menjawab pertanyaan dari Bu Lina karena menurutnya itu pekerjaan yang sangat sia-sia saja dia lakukan.


"Aku masih ingat dengan sangat kalau Ibu adalah bibi yang sangat kejam dan tidak punya perasaan itu kan yang dengan tega memukuli dan menyiksa keponakannya sendiri walaupun tidak memiliki kesalahan apa pun itu," sarkas Sam dengan tatapan mengejeknya ke arah Bu Lina.


Ibu Lina tersenyum sedikit merasa malu karena berhasil dipermalukan. Orang-orang yang kebetulan masih berada di dalam tokonya Seana tersenyum mengejek ke arah Bu Lina. Mereka saling berpandangan lalu berbisik untuk menggunjing Ibu Lina yang salah tingkah karena perkataan dari Samuderaa yang cukup membuatnya malu.


Samudra hanya tersenyum tipis memperhatikan sedari tadi raut wajahnya Bu Lina. Hingga suara dari Anjani mampu membungkam semua orang yang berada di dalam dan sekitar toko kelontongnya Sea.


"Abang Sam pasti sedang mencari Seana adik sepupuku kan? Aku tahu jawabnya ada dimana dia sekarang, mereka itu tahu jawabannya tapi tidak ada yang berani berbicara sedikit pun," ujarnya yang melihat ke sekeliling dengan tersenyum penuh kelicikan.


Ibu-ibu, emak-emak rempong dan bapak-bapak hanya terdiam dan saling berpandangan satu sama lainnya. Mereka masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri dan ada rasa takut, khawatir dan was-was jika Sam akan marah dan mengamuk dengan kejadian yang menimpa istrinya.


"Ya Allah... kenapa bisa dua benalu itu datang ke sin" gumam Susanti yang sedari tadi hanya sibuk melayani para pelanggan dan pembelinya hari itu.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:

__ADS_1



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..

__ADS_1


__ADS_2