Love Story Ocean Seana

Love Story Ocean Seana
Bab. 94


__ADS_3

"Tidak apa-apa kok Abang itu sudah biasa terjadi apalagi, lampu di sini agak remang-remang," terangnya dengan penuh penyesalan sepenuh hatinya.


Willy menatap wajah Sea mendamba, "Alhamdulillah, jika kamu menerima permintaan maafku," sahut Willy lalu mengarahkan pandangannya di sekitar kakinya.


Willy segera jongkok di hadapan Sea yang sudah duduk di bangku depan teras rumahnya. Ia yang melihat apa yang akan dilakukan oleh Willy secepatnya ia segera menghalanginya agar hal itu tidak terjadi dan berhasil dilakukan oleh Willy.


"Aku harus berpura-pura masih peduli padanya dan berusaha untuk menyembunyikan rasa benci, dendam, amarahku sepintar mungkin," batinnya Willy seulas senyuman penuh maksudnya.


Willy segera jongkok di hadapannya Sea yang sudah duduk di kursi plastik yang ada di depan teras rumahnya. Seana yang melihat apa yang akan dilakukan oleh Willy segera menghalangi dan mencegah secepatnya apa yang nantinya akan dilakukan oleh Willy.


"Apa yang akan Abang lakukan? Tidak perlu Abang, ini tidak apa-apa kok!" Tanyanya yang mencoba menghalangi apa yang akan nantinya dilakukan oleh Willy yang bisa berakibat hal yang tidak baik.


Willy sedikit terpancing emosinya karena apa yang akan dikerjakan olehnya berusaha untuk dihalangi oleh Sea, "Stop Sea!! Jangan banyak goyang nanti luka di tumit sama lututmu semakin parah jika kamu banyak bergerak, ini harus segera diobati secepatnya agar tidak infeksi dan membuatnya semakin parah saja," jelasnya Willy yang memeriksa kakinya Sea.


Sea terus berusaha untuk mencoba mencegah Willy tapi hasilnya tetap sia-sia saja, sehingga Seana terpaksa melakukan dan menuruti apapun yang diperintahkan oleh Willys, karena menolak dan mencegah kepada Willy juga percuma saja dia lakukan pasti akan tetap dan terus menerus dilarang.


"Kenapa ya Allah… aku merasa Abang Willy sudah tidak seperti dahulu lagi, seolah ada yang selalu disembunyikan oleh Abang Willy, tapi apa?" Seana membatin mimik wajahnya penuh dengan tanda tanya dan juga ada rasa takut yang tiba-tiba menjalar di dalam hatinya.


"Kamu diam saja karena aku melakukan hal ini bukan karena aku sayang padamu lagi tapi ada sesuatu hal rencana besar yang sedang aku rencanakan untuk kamu dengan suamimu si lautan itu," umpatnya Willy dengan seringai liciknya.


Jepret.. Jepret..


Bunyi kamera digital canon yang dipakai oleh orang itu berhasil mengambil gambar yang cukup lumayan banyak dalam berbagai pose dan pasti jika ada orang yang melihat hasilnya akan mengetahui jika mereka sedang melakukan hal yang tidak pantas.

__ADS_1


"Aku berhasil mendapatkan beberapa foto dengan kualitas gambar dan pose yang sangat bagus, aku yakin aku akan mendapatkan uang yang sangat banyak dari hasil jepretan kamera baruku ini, untung kemarin aku ke kota untuk beli yang baru," ketusnya seorang yang berada di balik dinding kokoh rumah tak berpenghuni itu.


Willy mengambil perlengkapan untuk membersihkan luka yang ada di pergelangan tangannya Sea dan juga yang kebetulan ada di lututnya yang tidak sempat tadi sore Sea obati dengan baik.


"Kalau aku jual foto ini bukannya hanya pada Willy pasti aku akan menikmati uang yang lebih banyak dari apa yang telah dijanjikan oleh Willy pria bego itu, jadi aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk meraub cuan yang sangat banyak mumpung Willy mudah diperdaya dan ditipu sehingga masuk dalam perangkapku dengan mudahnya," gumamnya Pria itu yang tersenyum penuh maksud dan sesekali memotret kebersamaan Sea dan Willy malam itu.


Willy segera merogoh saku celananya dan mengambil beberapa macam obat yang akan dipakainya untuk mengobati luka pada kakinya Sea.


Sea diam-diam memperhatikan apa yang dilakukan oleh Willy," Abang Willy dapat obatnya dari mana, tumben sekali ia mengantongi beberapa macam jenis obat-obatan padahal sesuai dengan yang aku ingat ia tidak seperti biasanya."


"Kamu diam dan maaf mungkin sedikit sakit dan perih jadi kamu harus berusaha untuk menahan sakitnya," tuturnya Willy yang tersenyum aneh menurutnya Seana.


Sea hanya menggelengkan kepalanya, ia sebenarnya tidak ingin dibantu untuk diobati oleh Willys karena merasa masih mampu dan sanggup untuk melakukannya, tapi Sea dengan jelas tahu karakternya pria yang sudah menjadi mantan kekasihnya sekaligus tunangannya itu bagaimana sehingga, dia hanya terdiam dan membeku di atas kursi tersebut yang sesekali menahan rasa perih di lukanya.


Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:



Hikayat Cinta Syailendra


Pelakor Pilihan


Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan

__ADS_1


Cinta Kedua CEO


Hanya Sekedar Baby Sitter


Kekuatan Cinta


Baby Sitter Pilihan


Tetanggaku Idola Suamiku


Cinta pertama



Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..


Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...


Tetap dukung LSOS dengan cara:


Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.


I love you all Readers…

__ADS_1


__ADS_2