
Sultan menganggukkan kepalanya sembari berkata, "Insya Allah, saya siap untuk menikahi putri bapak," jawabnya dengan sedikit pelan karena tiba-tiba kepalanya sedikit pusing.
Dia segera memegang kepalanya yang sakit itu. Pak Ardi yang melihat hal tersebut segera bergerak cepat untuk memeriksa kondisi Samudera.
"Aaaaahhhhh!!" Pekiknya Samudera dengan memegang kepalanya itu.
"Apa yang terjadi padamu Nak?" Tanya Pak Ardi.
Sam sama sekali tidak menggubris dan tak menjawab pertanyaan dari pak Ardi sedikit pun. Di dalam pikiran dan ingatannya, dia melihat saat-saat terakhir pesawatnya terjatuh ke atas permukaan laut. Dia kembali mengingat semua kejadian saat Martin mengatakan kalau dirinya sudah direcoki obat dan ketika dirinya melihat sebuah foto kemesraan antara Markus dengan tunangannya seperti kaset kusut yang diputar kembali.
Sam tiba-tiba mengalami rasa sakit dibagian kepalanya yang teramat sakit. Sehingga spontan ia segera memegang kepalanya yang sakit itu. Pak Ardiansyah yang melihat hal tersebut segera bergerak cepat untuk memeriksa kondisi dari calon suaminya Seana.
Pak Ardiansyah memegan tangannya Sam, "Apa yang terjadi padamu Nak?" Tanya Pak Ardiansyah yang mulai nampak khawatir dan merisaukan kondisi dari Ocean atau Samudra.
Sam sama sekali tidak menjawab dari pertanyaan orang-orang khusunya tak menjawab pertanyaan dari pak Ardi sedikit pun. Samudra sedang berperan dengan berbagai peristiwa dan kejadian yang langsung terlintas di dalam ingatannya. Ingatan itu muncul secara tiba-tiba.
Di dalam pikirannya dia melihat saat-saat terakhir pesawatnya terjatuh ke atas permukaan laut. Yang paling ia ingat saat Samuel menginjak dengan kuat tangannya menggunakan pentopel sepatunya tersebut.
"Apa yang terjadi padaku!!!" Pekiknya Sam yang tangannya tetap berada di sekitar area kepalanya itu.
Dia kembali mengingat semua kejadian saat Samuel mengatakan kalau dirinya sudah direcoki obat dan ketika dirinya melihat sebuah foto kemesraan antara Martin dengan tunangannya seperti kaset kusut yang diputar kembali dalam ingatannya.
"Aaahhhhh tidak!!!" Jeritnya lagi Samudera.
Peluh keringatnya membasahi sekujur tubuh dan wajahnya. Sam berteriak kesakitan dengan memegang kepalanya. Dia tidak menahan sakit di kepalanya yang tiba-tiba serasa ditusuk seribu jarum dalam bersamaan.
Sam berusaha mengingat kejadian yang dilaluinya beberapa hari sebelum dirinya terdampar di Desa tersebut. Hingga mengakibatkan betapa sakit kepalanya seperti mau pecah saja.
"Tolong!! Sakit sekali!!' teriaknya Sam dengan menggulingkan tubuhnya di atas ranjangnya.
Pak Ardiansyah dan dengan yang lainnya, kebetulan ada di dalam ruangan perawatan tersebut sangat terkejut dan sekaligus ketakutan melihat reaksi Sam yang meringis dan mengeluh sakit.
Semakin berusaha dia ingat, sakitnya semakin tak tertahankan pula. Beberapa ingatan yang muncul begitu saja dalam pikirannya. Berusaha dia ingin ketahui tapi usahanya sia-sia saja karena sakitnya semakin bertambah parah.
__ADS_1
Pak Ardi yang melihat hal itu segera mendekati Samudera untuk bertanya, "Apa yang terjadi padamu, Nak?' tanyanya yang kebingungan juga tidak mengerti dengan kejadian yang terjadi begitu tiba-tiba.
"Pak Toni!!, tolong cepat panggil dokter! Kasihan dengan pria itu," teriak Pak Ardi menatap ke arah Pak Toni.
"Aaaahhhh sakit!!, Tolong!!!" Sultan semakin tidak kuasa untuk menahan rasa sakitnya, dia berguling-guling di atas ranjangnya dengan memegangi kepalanya itu.
Pak Toni segera bertindak tanpa disuruh sebelumnya segera melangkahkan kakinya untuk mencari pertolongan dan bantuan. Pak Toni berlari ke arah ruangan di mana dokter berada. Pak Toni belum sampai di dalam ruangan praktek dokter, ia sudah berteriak histeris memanggil nama dokter.
"Pak Dokter!!" Teriak Pak Toni dengan wajahnya yang diliputi rasa cemas yang berlebihan.
Dokter dan beberapa perawat yang melihatnya langsung berdiri dan berjalan menghampiri Pak Toni.
"Ada apa Pak, ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah seorang dari perawat tersebut yang kebetulan berjaga dan melihat Pak Toni yang sudah seperti orang kesurupan.
"Itu.. itu.. pasien yang berada di dalam kamar nomor 5 sedang kesakitan suster," jelasnya Pak Toni dengan terbata-bata karena nafasnya memburu ngos-ngosan sehabis berlari.
Dokter yang sedari tadi memeriksa beberapa dokumen rekam medis dari beberapa pasien, spontan berdiri dan mengambil perlengkapan dokternya dari atas mejanya.
"Ayo kita secepatnya kesana untuk melihat kondisi pasiennya," perintah dokter.
"Sabar Nak, dokter akan segera datang," bujuknya Pak Ardiansyah yang berusaha menenangkan diri Samudera dengan berusaha untuk menolong Sam yang kesakitan.
Sam memegang erat kepalanya, dia berusaha untuk mengurangi sakitnya yang semakin menjadi saja. Dia menekuk kakinya dan terus berguling-guling. Dokter dan perawat segera membantu Sam
"Tenang Pak, kami akan berusaha untuk mengobati penyakitnya," ujarnya Pak Dokter yang mulai bekerja.
Pak Ardi ikut prihatin melihat kondisi dari Sultan yang mengkhawatirkan.
"Tolong diluruskan kakinya Pak, supaya dokter bisa memeriksa kondisi bapak," timpal Perawat yang berada disampingnya dokter.
"Perawat ambil suntikan lalu isi dengan obat itu," perintah Dokter.
Perawat itu segera melaksanakan perintah dari dokter. Tapi, Sam terus meronta-ronta dan meringis menahan sakitnya. Setelah disuntik dengan obat, Sam perlahan sudah bisa tenang dan tidak merasakan nyeri yang tidak tertahankan lagi di kepalanya.
__ADS_1
"Syukur Alhamdulillah, mungkin obatnya sudah bereaksi hingga dia lebih tenang dari sebelumnya," ujar Pak Ardi.
"Apa ada yang menggangu pasien atau ada yang memaksanya untuk mengingat kejadian di masa lalunya?" Tanya Dokter dengan penuh selidik kemudian menatap satu persatu dari orang yang kebetulan ada di dalam sana.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Tinggalkan jejaknya kakak Readers setelah baca yah dan dukung juga Novelku yg lainnya yang alur ceritanya tidak kalah menarik dari cerita Love Story Ocean dan Seana judulnya ada dibawah ini:
Hikayat Cinta Syailendra
Pelakor Pilihan
Ketika Kesetiaanku Dipertanyakan
Cinta Kedua CEO
Hanya Sekedar Baby Sitter
Kekuatan Cinta
Baby Sitter Pilihan
Makasih banyak untuk Readers yang telah meluangkan waktunya untuk mampir..
Mohon Maaf jika banyak sekali terdapat kesalahan atau typo kata dalam penulisan maupun pengetikannya...
Tetap dukung LSOS dengan cara:
__ADS_1
Like Setiap Babnya, Rate Bintang Lima, Favoritnya, tekan tombol yang ada tulisan iklannya, berikan gift poin atau koinnya kakak.
I love you all Readers…